
Aleera mulai mengendarai mobil nya secara perlahan, kecepatan mobil juga tidak terlalu cepat, standar, benar-benar sunyi tak ada pembicaraan sama sekali di dalam mobil berwarna hitam itu, mulai menembus jalanan hingga mereka sudah berada di kota.
Aleera sedikit mengerutkan dahi nya binggung tatkala mobil nya seperti ingin berhenti dan terasa berat, Aleera mulai membanting stir nya lalu menepikan mobil, untung saja mereka sudah berada di kawasan kota.
"Kenapa Ra?" Tanya Bella ketika mobil hitam milik Aleera menepi kejelanan.
"Kaya nya mogok, coba bentar gw cek dulu." Cicit Aleera keluar dari mobil nya untuk memeriksa apa yang sedang mobil nya alami, dan benar saja saat kepala Aleera menatap kebawah ia bisa melihat kedua ban depan nya kempes.
Bella ikut turun di ikuti oleh Selena dan Lesta, mereka menginjak aspal lalu menatap Aleera secara bersamaan.
"Ban nya kempes?" Tanya Selena melangkah kah kaki nya mendekati Aleera.
Terdengar Aleera menghela nafas kasar, ia mengacak rambut nya."Iya, gw telfon orang rumah dulu." Seru Aleera mengambil ponsel nya lalu segera menghubungi orang rumah untuk datang membawa mobil dan membenarkan mobil nya.
Sekarang Bella menyandarkan tubuh nya, menatap lamat-lamat Aleera, sekarang sudah malam, ia mengambil headphone nya lalu memeriksa jam, sedikit terkejut karena sekarang jam sudah menunjukan pukul 23.47, haiss Bella harap ia tak akan terlambat untuk berangkat ke sekolah.
"Gimana kalau kita jalan-jalan dulu? Masih lumayan rame." Ajak Lesta tersenyum, bisa gila jika ia harus menunggu orang Aleera datang tau begini lebih baik ia mengunakan kendaraan nya sendiri.
Aleera mengangguk setuju."Boleh lah." Jawab Aleera mulai melangkahkan kaki nya.
Aleera menoleh."Biarin, orang suruhan gw nanti juga bakalan dateng kesini."
Bella hanya meniyakan saja, jika ia menjadi Aleera tentu nya akan mengambil kunci mobil agar tidak kemalingan.
Mereka mulai berjalan bersama-sama, tidak canggung mereka bercanda ria, selama mereka berjalan mereka juga bertemu dengan beberapa orang, jam memang sudah petang, namun orang-orang dan kendaraan masih berlalu-lalang ada pula mereka bertemu dengan seseorang yang sedang berolahraga.
Hingga mereka menghentikan langkah bersamaan.
"Gerland?" Gumam Bella ketika bola mata nya mengarahkan menatap jalanan, di sana ia melihat Gerland sedang melepaskan jaket Erisain Ganda dan memasang bandana hitam bercampur biru, tampan sangat tampan, bendana itu menambah kesan tampan Gerland.
"Itu geng Erisain Ganda kenapa di sini?" Celetuk Aleera kebingungan, mungkin nasib masih berpihak kepada nya saat mata nya tanpa sengaja menatap Sean, untung saja ia bertemu dengan kekasih nya hingga bisa di mintai bantuan.
"Di mana sih? Halu ya lo pada?" Seru Selena menengok kanan dan kiri lalu menoleh kebelakang dan kepala nya kembali kedepan seolah-olah sedang mencari keberadaan Erisain Ganda.
Tangan Bella menunjuk di mana anggota Erisain Ganda berada, mata Selena dan Lesta sontak mengikuti gerak tangan Bella hingga mata mereka menangkap Erisain Ganda yang seperti bersiap untung bertarung.
"Anak gw ngapain di sini!?" Pekik Lesta histeris saat ia menatap Kenzo yang sedang membuka kancing baju atas nya lalu mengunakan bendana sama seperti Gerland untuk menutupi dahi nya.