
Pagi yang indah di temani oleh kicauan burung-burung yang berlarian tidak menentu dengan irama yang memenangkan hati, matahari yang mulai menampakan diri nya dan sinar matahari yang mampu menerobos masuk kedalam jendela seorang gadis cantik yang masih terlelep tidur di atas ranjang nya.
"Bella, bangun udah pagi!" Teriak seorang lelaki memasuki kamar Bella, ia mengunakan kaos hitam oblong dan tataan rambut acak-acakan tidak beraturan.
Lelaki itu mendengus kesal ketika ia masih melihat Bella terbaring nyenyak dengan tangan kanan yang menumpu kepala nya, ia melangkahkan kaki nya mendekat kearah tubuh Bella, tanpa sadar bibir nya tertarik hingga menimbulkan senyuman tipis saat melihat wajah tenang dari Bella.
"Bangun apa aku cium?" Tanya lelaki itu tersenyum jail.
Bella sedikit membuka mata nya, karena terpaan sinar matahari bukan karena suara milik lelaki tadi . Ia spotan membuka mata nya karena melihat wajah seorang lelaki tepat di hadapan nya, refleks tangan nya hampir memukul kepala lelaki tadi.
"Arga!" Teriak Bella terkejut, langsung saja ia mendudukkan tubuh nya karena kaget.
Sontak Arga memejamkan mata nya sesaat, lalu ia menghela nafas kecil."Jangan teriak, masih pagi." Seru Arga sambari mendudukkan tubuh nya di samping ranjang milik Bella.
Mata Bella mengikuti gerak tubuh Arga, ia tersenyum cerah ketika mendapati seorang lelaki yang mampu membuat nya malam tadi terasa panik dan takut."Ini beneran kamu kan? Bukan arwah?" Tanya Bella kepada Arga.
Kening Arga mengerucut heran."Iya ini aku, kenapa? Khawatir?" Ujar Arga menggoda Bella.
"Makasih Ga, mungkin kalau ga ada kamu sekarang aku masih ada di Vila milik Gerland." Seru Bella menundukkan kepala nya pelan."Dan gara-gara aku nyawa kamu jadi taruhan." Lanjut nya.
"Sama-sama, nyawa kamu labih berharga dari nyawa ku Bella, sekarang mandi gih setelah itu berangkat ke apartemen milik Aleera." Ucap Arga berdiri dari duduk nya, ia menatap Bella ramah, tangan nya bergerak mengelus rambut hitam Bella dengan gerakan pelan.
Bella menangkap tangan Arga yang sedang mengelus rambut nya, ia membalas tatapan Arga."Engga mau jelasin cara nya kamu bisa menang lawan Gerland?" Tanya Bella ingin tau.
"Gak lah ngapain, orang aku kabur." Jawab Arga dengan ekspresi santai.
Bella perempuan itu membulat kan mata nya kecil, sekarang ia menatap cengo Arga."Kamu kabur?"
"Iya, setelah kamu pergi dari Vila milik Gerland, aku lawan orang Gerland dulu baru bisa kabur." Ujar Arga tersenyum bodoh, ia menarik tangan nya kembali lalu ia masukan kedua tangan nya di saku celana yang sekarang Arga pakai.
"Terus orang-orang kamu gimana? Masa kamu tinggal?"
"Udah Bella, lupain masalah malam tadi, sekarang kamu mandi dulu, apa aku yang harus mandiin kamu biar nurut?" Ujar Arga mengalihkan pembicaraan, ia manaik turunkan alis sebelah kiri nya, bibir nya tersenyum menggoda.
Bella mengalihkan pandangan nya dari Arga."Kamu fikir aku bocah, perlu di mandiin? Udah sana, keluar!" Usir Bella tanpa menatap Arga karena Bella merasa pipi nya terasa panas, Blushing. Ucapan Arga mampu membuat Bella merasa tersipu, oh astaga rasa nya Bella ingin berteriak.
"Hm, kalau ga mau di mandiin, aku keluar dulu." Seru Arga melangkahkan kaki nya meninggalkan Bella sendirian, membiarkan Bella agar segara mandi.
"Tunggu di ruang tamu Ga." Teriak Bella.
Arga menolehkan kepala nya lalu terlihat jika Arga tersenyum."Iya sayang." Jawab nya dengan nada rendah, setelah mengucapkan kalimat itu, Arga segara kembali berjalan keluar dari kamar milik Bella.
"Arga gila!" Gumam Bella pelan, ia menggelengkan kapala nya kuat ketika mengingat perilaku Arga yang bisa membuat nya mengelus dada sabar.
***
Bella mulai menekan nomer angka agar bisa masuk kedalam apartemen milik Aleera, pintu terbuka namun Arga mempersilahkan Bella agar masuk terlebih dahulu.
Ukiran senyuman manis muncul di bibir Bella, ia melangkahkan kaki nya memasuki apartemen Aleera dengan senyuman yang masih menempel pada bibir nya.
Plakk....
Tamparan keras mendarat di sebelah kiri pipi Bella, kini senyuman Bella meluntur, kepala nya tertoleh dengan pandangan kebawah, tangan nya spotan menyentuh pipi nya yang tadi di tampar.
Bella kaget bukan main sekarang ia menatap lurus dengan tangan yang masih menempel pada pipi kiri nya, ia menatap Aleera yang juga sedang menatap Bella. Pandangan mereka bertemu, Aleera menatap marah Bella sedangkan Bella masih terkejut akan sifat Aleera yang berbeda.
"Leera?" Ucap Bella dengan intonasi rendah.
"Jangan panggil nama gw, ngunain mulut lo ******!" Seru Aleera dengan nafas yang tidak beraturan.
Bella terdiam kaku ketika Aleera mengatai nya ******, apa-apaan ini? Bella datang dengan maksud baik untuk melihat bagaimana keadaan sahabat nya, akan tetapi kenapa Aleera malah memperilaku kan nya seperti ini? Saat melangkahkan kaki nya masuk ia di tampar, dan saat ia menyelesaikan ucapan nya ia di katai ******? Apa yang terjadi, sungguh Bella tak mengerti situasi yang terjadi pada nya.
"Aleera!" Teriak Arga marah, ia menarik Bella agar berada di samping tubuh nya, tangan Arga mengepal kuat, ia bersiap-siap menampar Aleera untuk membalas tamparan yang Aleera berikan pada Bella, namun terhentikan saat ia di hadapkan dengan sesesok Sean, Noah, Kenzo, dan Gandhi.
"Jangan coba-coba lo nampar Aleera Ga!" Ancam Sean menatap Arga datar nada bicara nya terdengar tegas.
"Tapi cewe lo nampar Bella an*ing!" Jawab Arga yang merasa tak terima, ia membalas tatapan Sean namun tatapan yang Arga berikan terlihat mengerikan.