GERLANDBELL

GERLANDBELL
bab 12



"Salah ya?" jawab Gerland memalingkan wajah nya, intonasi bicara nya pun terdengar rendah.


"Otak lo kecil ya Gerl, cinta ga bisa di paksa, cinta Aleera buat Sean bukan buat lo."


Kondisi Bella mulai sedikit tenang namun ia masih was-was takut jika Gerland kembali mengamuk. Ia menyentuh leher nya lalu melepaskan kalung yang masih menggantung di leher nya, tepat nya adalah kalung yang Gerland khusus kan untuk Aleera namun jatuh pada tangan Bella.


Tangan Bella menyodorkan kalung itu berharap Gerland menerima nya.


"Entah ini pilihan yang tepat apa bukan Gerl, gw rasa cinta emang engga bisa di paksa, gw tau lo suka sama sahabat gw, dan heh... Berat banget rasa nya buat ngomong, gw bakalan berusaha ngelupain cinta gw ke elo." Seru Bella tersenyum hangat.


Mata Gerland melirik Bella, ia tersenyum remeh. "Gw cuma pingin Aleera! Lo paham? Dan mau lo cinta sama gw atau engga, gw ga bakalan peduli, karena lo cuma sampah yang ga berguna bagi hidup gw."


"Oh gw sampah ya? Tapi setidaknya gw ga kaya lo." Ujar nya sambil terkekeh pelan, Bella menarik nafas pelan, seperti kali ini ia akan berteriak.


"LO CUMA OBSESI GERLAND! SADAR! TEMUIN CEWE YANG BISA BIKIN LO SADAR, LO GA CINTA SAMA ALEERA, LO CUMA TEROBSESI SAMA ALEERA." Lanjut Bella dengan intonasi tinggi, sambil mengguncang kan tangan Gerland kuat, kalung berbentuk love itu masih berada di genggaman tangan Bella.


"TUTUP MULUT LO ******!" Bentak Gerland dengan nafas yang tidak beraturan, terlihat mata Gerland menatap sengit Bella, tangan nya mengepal kuat. Jujur saja Gerland benci jika ia di katakan hanya obsesi, ia benci sungguh sangat benci.


Bella tertawa pelan. "Kenapa? TAPI ITU KENYATAAN, PERASAAN LO CUMA OBSESI, GA ADA CINTA DI HATI LO BUAT ALEERA YANG ADA CUMA OBSESI BUAT MILIKIN ALEERA!" Teriak Bella histeris, sambil melemparkan kalung itu tepat pada dada Gerland.


Rasa nya sekarang Bella ingin mengungkapkan apa yang ia pendam, Bella lelah dengan semua ini, keadaan yang mampu membuat nya merasa denyut di hati saat melihat orang yang ia cintai menginginkan sahabat nya bukan diri nya.


Bola mata Gerland melorot menatap kalung yang menyangkut di area baju yang ia kenakan. "KENAPA LO LEPAS!? PAKE KEMBALI, ATAU KEPALA LO GW AMBIL!" Bentak Gerland menarik kalung itu.


"LO PERNAH BILANG, LO GA SUDI PUNYA HUBUNGAN SAMA GW KAN? YAUDAH GW KEMBALIN KALUNG ITU GERL, DAN GW JUGA GA SUDI PAKE KALUNG YANG LO BELIIN, gw sadar kok Gerl, kalung itu buat Aleera bukan buat gw."


Gerland seolah-olah tak mendengar ucapan Bella, ia malah menarik tangan Bella kasar agar berdiri dari duduk nya, lalu di hempaskan nya tubuh Bella di ranjang besar milik Gerland, tak lupa ia juga menindih tubuh kecil Bella.


"Pake kalung itu lagi, atau kepala lo yang bakalan gw penggal." Ancam Gerland di ikuti dengan senyuman sinis.


Bella menatap tak percaya Gerland, tangan nya berusaha untuk mendorong tubuh Gerland agar tak berada di atas tubuh nya namun nyata nya usaha yang Bella keluar kan hanya berujung sia-sia bahkan Gerland terlihat tak bergeming sama sekali.


"Gw ga sudi, gw udah bilang kan!? Gw sadar diri kalau kalung itu bukan buat gw dan khusus buat Aleera, gw ga berhak buat nerima kalung itu."


"Pake kalung itu, atau kepala lo yang bakalan gw penggal." Ujar Gerland mengulangi kalimat nya kembali.


Bella mengertakan gigi nya kuat. "Minggir!" Teriak Bella mendorong tubuh Gerland lalu menyahut kalung itu dari tangan Gerland.


Bella tanpa fikir panjang melemparkan kalung itu, lalu membalikan tubuh nya sambil menatap mata Gerland berani. "Gw ga peduli mau lo penggal kepala gw atau engga, karena kalung itu khusus buat Aleera kan? Gw ga ada berhak, dan gw ga sudi pake barang yang seharus nya bukan jadi milik gw!"


"BAN*SAT!" Teriak Gerland mengepal kan tangan nya kuat. "Kenapa lo buang!? Bajing*n." Lanjut Gerland dengan intonasi yang begitu tinggi.


"Kenapa? Harus nya lo seneng karena dengan ini, lo bisa lepas dari tanggung jawab yang Aleera buat!" Jawab Bella dengan santai, bahkan Bella mungkin sudah lupa jika ia sedang berada di kandang macan.


Gerland menatap Bella sebentar setelah mendengar ucapan Bella, ia membalikan tubuh nya lalu segera pergi dari kamar milik nya meninggalkan Bella sendirian tak lupa ia juga mengunci pintu itu agar Bella tak bisa kabur.


***


Gerland menapaki tangga secara perlahan, wajah nya masih menampilkannya wajah tak enak di pandang, apalagi tatapan mata nya yang begitu tajam.


"Xeider!" Panggil Gerland sambil menuangkan air mineral kedalam gelas lalu meminum nya hingga tandas tak tersisa.


Seorang lelaki datang dengan langkah terburu-buru lelaki itu tak lain Xeider, Xeider memberikan bow lalu menatap Gerland. "Akan saya obati luka anda Tuan, atau kah saya perlu mengundang Dokter Reynolds untuk mengobati luka anda?" Tanya Xeider dengan nada bicara khawatir.


Gerland menggelengkan kepala nya pelan, lalu ia menatap kembali Xeider. "Lupakan, luka ini tidak terlalu serius, sekarang perketat keamanan, dan jaga dengan ketat luar jendela kamar yang aku tinggali, jangan sampai wanita itu kabur, atau aku tak akan segan-segan membantai semua keluarga mu termasuk orang yang kamu cintai jika wanita itu berhasil kabur." Ancam Gerland.


"Akan saya lakukan Tuan." Seru Xeider menundukkan kepala nya hormat.


"Kurung wanita itu di dalam kamar, jangan berikan makan ataupun minum sebelum aku sendiri lah yang memerintahkan mu."


"Baik."


"Pergilah."


"Maaf Tuan, apakah Tuan tidak ingin mencari kalung yang Nona Bella buang?" Tanya Xeider.


Gerland menghela nafas kasar. "Tidak perlu."


Xeider menggelengkan kepala nya pelan padahal nilai kalung itu begitu memiliki harga jual yang tinggi dan dengan mudah nya Gerland menerima jika kalung itu di buang? Luar biasa.


"Padahal kalung itu setara dengan 1 mansion." Gumam Xeider pelan.


"Saya izin mengundurkan diri Tuan." Ucap Xeider memberikan bow penghormatan lalu pergi dari hadapan Gerland untuk menjalankan tugas, dan tentu nya mencari kalung yang Bella buang walaupun Gerland mengatakan tidak perlu, namun Xeider masih menyayangkan uang sebesar itu, jadi nekat saja toh jika di jual lumayan.