
"Kenapa?" Ujar Gerland dengan pandangan mata binggung, Gerland sedikit tersenyum bodoh namun sejauh mata memandang tidak ada senyuman bodoh di bibir Gerland.
"Lo masih inget cewe yang tadi nyamperin kita di kantin, ngaku jadi cewe gw? Cewe itu beneran dateng ke rumah gw Land." Kelu Kenzo pasrah.
Gerland menyipitkan mata nya."Dia bakalan jadi ibu tiri lo Zo?" Tanya Gerland.
"Secara langsung bokap lo baru umur 39 tahun Zo, sedangakan Lesta 18 tahun, ga ada yang salah kalau dia emang mau jadi nyokap baru lo, barang kali emang takdir nya Lesta jadi ibu sambung lo." Celetuk Sean mengangguk-anggukan kepala nya.
"Gw kira cuma bercandaan njir." Seru Arga bergidik ngeri, bagus juga keberanian sesosok wanita seperti Lesta, tak dapat anak nya bapa nya pun jadi."Mana langsung gercep lagi, jangan-jangan Lesta emang ngincer bokap lo!"
Kenzo mendesis pelan."Tadi sekitar jam sembilan malem, Lesta dateng kerumah gw sambil mapah bokap, banyak bercak merah-merah di leher nya Lesta, langsung kaget lah gw njir."
"Bokap lo cuma main-main." Ujar Gerland mencoba menenangkan Kenzo yang terlihat jelas jika wajah nya begitu lesu.
Kenzo mengacak-acak rambut nya frustasi."Tapi bokap gw bilang bakalan tanggung jawab Land!" Frustasi Kenzo dengan nafas yang begitu memburu.
Gerland yang tadi nya menikmati desiran angin dan keindahan kota sekarang ia juga ikut pusing dengan masalah Kenzo."Terima aja."
"Lo Gila Land? Mana bisa nyokap gw bakalan seumuran sama gw!" Ketus Kenzo kesal, pendapat Gerland menurut Kenzo sedikit nyeleneh, gila apa jika ibu sambung nya akan seumuran dengan anak tiri? Tetangga akan bilang apa? Gila? Pedofil?
"Lah lo tau dari mana, kalau bokap lo bakalan tanggung jawab?" Tanya Gandhi mengerutkan dahi nya tak mengerti.
"Gw ngintip." Santai Kenzo.
"Amjing, stress lo, main ngintip aja!" Teriak Gandhi.
"Udah Zo, mending ga usah di fikirin kalau emang lo ga mau punya nyokap baru ya gapapa, siapa suruh lo tadi sok sokan kaga kenal Lesta, noh liat azab lo." Ujar Arga dengan nada bicara yang terkesan santai.
"Udah lah ribut mulu, mending kita tawuran aja." Seru Sean dengan mimik wajah tertekan, ia juga dari tadi hanya memutar-mutarkan botol yang tadi ia minum.
"Gila lo? Malah mau tawuran." Jawab Arga menggeleng kan kepala nya tak mengerti akan tingkah Sean, padahal sekarang Kenzo sedang di landa masalah, namun dengan seenak jidat Sean ingin tawuran.
"Yo lah, gw ga mau terlalu mikirin bokap gw, mending tawuran, lagian Lesta masih SMA kaga mungkin!" Ajak Kenzo membuat Arga melongo binggung.
"Kaga ada yang nyerang Erisain ganda, mau tawuran di mana? Mau nyerang duluan?" Tanya Gerland memijat pelipis nya pelan, jika Reynold dan Kendrick marah akan di lampiskan pada botol beralkohol namun ternyata berbeda dengan kondisi sekarang, teman-teman nya malah mau tawuran karena ingin melampiaskan kemarahan dan lagi apa yang tdi Sean ucapan kan? Gabut? Gila memang.
"Nyerang duluan aja." Ajak Sean.
Gerland menimbang-nimbang ucapan Sean. pada akhir nya gejoka jiwa Gerland juga ingin menyetujui ucapan Sean.
"Yaudah lah gas, mau nyerang siapa?" Tanya Gerland butuh kepastian.
"Lucifer land." Jawab Sean tersenyum.
"Anjing, sinting lo Sen!" Teriak Kenzo menatap Sean kaget.
"Lo ngidam apa gimana sih anjirrr, lo mau nyerang Lucifer pake appan njing?" Pekik Gandhi yang hampir di buat menangis oleh perkataan yang terlontar dari mulut Sean.
"Bukan iblis, maksudnya geng sebelah yang ada di kota B." Ucap Sean sambil menghela nafas kasar.
"Kaga usah main keroyokan, kita berenam aja dateng ngajak tawuran." Jawab Gerland langsung berdiri dari duduk manis nya, menutup jendela yang tadi ia buka lalu segera mengambil jaket yang tadi ia buang di sofa, lantas sampirkan nya jaket itu pada pundak Gerland.
"Dengan motif?" Tanya Noah menatap teman-teman nya yang sudah bersiap untuk menyerang lawan.
Sean menoleh menatap Noah."Motif kegabutan." Enteng Sean.
Mata Noah melotot."Gila, besok sekolah njir gw ga mau di **** lagi kaya ikan asin kalau telat." Ketus Noah kembali membayangkan hukuman yang tadi siang ia lakukan, jika sekarang hari sabtu malam, Noah mungkin akan berani karena besok nya adalah hari minggu, lah sekarang adalah hari senin malam dan besok nya selasa waktu kembali untuk sekolah.
"Tadi kan telat upacara maka nya di hukum Noh, udah cepet kita mau tawuran ini, pokok nya harus serius." Jawab Kenzo dengan wajah berseri-seri, heh mungkin Kenzo sudah melupakan masalah nya dan sekarang ia begitu antusias untuk beradu tangan dengan Lucifer.
Noah menggaruk kepala nya, bibir nya berkedut kesal."Gw join deh." Noah berseru kalah.