
King Erisain Ganda, julukan bagi geng montor Gerland serta teman-teman nya, memiliki tuju ketua utama, yang tak lain adalah Gerland, Sean, Noah, Arga, Gandhi, Dimitri dan Kenzo, memiliki beberapa anak anggota biasa yang ikut serta dalam geng montor Erisain Ganda, namun Dimitri memiliki ganguan jiwa hingga beberapa bulan sama sekali tak memimpin Erisain ganda.
Erisain Ganda terbentuk karena sebuah kegabutan Gerland dan Sean, sebenernya tujuan awal mereka membentuk geng tersebut untuk melakukan sebuah permainan dan lelang namun nyata nya malah sekarang Erisain ganda menjadi sebuah geng.
Gerland menaiki montor nya menyusuri kota-kota dengan bangunan yang magah, ia melajukan montor nya dengan kecepatan normal menuju tempat di mana ia suka bermain.
Hingga tak sadar jika sekarang Gerland telah sampai di pelataran Vila yang di bangun dengan sengaja, Vila tersebut di namai 'Home Erisain Ganda' ah nama itu di berikan oleh Gandhi.
Gerland sedikit tersenyum saat melihat beberapa anak anggota nya sedang duduk manis ataupun melakukan aktivitas lain, padahal hari sudah pentang, jam juga sudah menunjukan pukul setengah sepuluh lebih namun anggota Erisain ganda sama sekali tidak peduli, padahal yang ada besok adalah hari selasa di mana hari kembali untuk bersekolah, bahkan seiring berjalan nya waktu malah semakin banyak anggota Erisain ganda yang datang untuk nongkrong.
Gerland langsung masuk tanpa permisi, ia memasuki ruang untuk ketua utama, bisa di bilang ruangan khusus.
Mata Gerland menatap sekitar, ia melepas jaket yang ia kenakan lalu duduk di sofa dekat jendela.
"Lama banget lo Land, si Kenzo ga mau cerita kalau lo belum dateng." Ketus Gandhi dengan gaya duduk berjongkok di sofa, ia menatap Gerland sinis.
"Kaya cewe aja deh lo Zo!" Celetuk Sean yang sekarang sedang berdiri mengambil sebuah botol yang berisi air mineral, jangan pernah berfikir jika mereka suka meminum-minuman keras, karena mereka sadar jika minuman yang beralkohol sangat tidak baik bagi kesehatan.
"Diem njing!" Teriak Kenzo dengan tampang wajah yang sulit untuk di jelaskan, Kenzo memegang kepala nya yang terasa berdenyut-denyut, tatapan nya seolah-olah ingin mencabik-cabik mangsa.
"Kenapa Zo?" Tanya Gerland menatap kelakukan Kenzo yang sedikit aneh di mata nya, Gerland menghela nafas pelan, lalu tangan nya terangkat membuka kunci jendela.
"Masih inget cewe yang kita temui tadi?" Tanya Kenzo membuka pembicaraan apa yang sedang ia fikiran.
"Cewe yang mana?" Tanya Gandhi binggung pasal nya tadi saat berada di sekolah mereka di lingkari oleh wanita-wanita, ucapan Kenzo juga tak jelas hanya mencantumkan 'cewe yang tadi'
"Yang tadi nyamperin kita dikantin, ngaku jadi cewe gw." Jawab Kenzo, Kenzo membenarkan posisi duduk nya, lalu kepala nya mendongok menatap langit- langit atap.
"Lesta?" Tanya Arga pada Kenzo, tiba-tiba senyuman aneh muncul di bibir milik Arga, seperti nya Arga mulai memahami apa yang terjadi.
"Iya." Ketus Kenzo.
"Terus kenapa!?" Sean berseru dengan kesal, kenapa malah Kenzo bertele-tele membuat Sean merasa ingin tau saja apa yang sebenernya terjadi.
"Dia dateng kerumah lo beneran?" Tanya Noah penasaran, Noah menatap Kenzo binggung sedangkan Kenzo bodo amat ia tak peduli tatapan teman-teman nya, Kenzo malah tetap menatap langit-langit atap.
"Iya." Singkat Kenzo "Gimana menurut lo Land?" Lanjut Kenzo menatap Gerland.
Gerland yang sedang asik menatap bawah sana, lebih tepat menatap kendaraan yang berlalu-lalang dan menikmati angin malam, sontak terkaget akan ucapan Kenzo, ia memegang belakang leher nya lalu menatap balik Kenzo.