GERLANDBELL

GERLANDBELL
bab 18



"BELLA PANTES DAPETIN ITU SEMUA!" Teriak Aleera memekik telinga, ia menunjuk wajah Bella, lalu perlahan-lahan berubah menjadi kepalan tangan.


Bella menatap Aleera dalam."GW GA TAU SALAH GW DI MANA RA! GW DATANG DENGAN NIAT BAIK-BAIK DAN LO TIBA-TIBA NAMPAR GW, NGATAIN GW ******, PADAHAL GW GA NGAPA-NGAPAIN!" Terdengar teriak Bella lebih keras dari pada teriakan Aleera.


"Ga ngapa-ngapain lo bilang Bell? Gw udah baik selama ini sama lo, gw kasih Gerland ke elo karena gw tau lo suka Gerland, gw selalu setia sama lo, dan ini balasan lo ke gw? Lo emang ****** yang ga tau diri!" Ujar Aleera.


Bella menghela nafas pasrah, Bella bahkan tak mengerti apa yang sebenernya Aleera maksud, balasan apa yang Aleera maksud hingga Aleera mengatai diri nya tidak tau diri, apa Bella telah membuat kesalahan tanpa ia sadari hingga membuat Aleera semarah ini pada nya?


"Tolong, beritahu gw apa kesalahan gw sampe bikin lo kaya gini Ra." Seru Bella.


"Gausah sok pura-pura ga tau, lo ******! Gw denger nya jijik!" Desis Aleera dengan ekspresi wajah yang ingin mual.


"LO MAU APA SIH RA? GW BENER-BENER GA TAU DI MANA LETAK KESALAHAN GW SAMPE BIKIN LO SEMARAH INI, GW TANYA BAIK-BAIK LO MALAH KAYA GINI." Teriak Bella.


Aleera tertawa pelan, ia hampir menampar kembali Bella namun terhentikan ketika Arga maju melindungi tubuh Bella.


"Lo mau tau di mana letak kesalahan lo? LO KERJA SAMA KAN SAMA GERLAND SUPAYA GW BISA TIDUR SAMA GERLAND, LO TAU BEL? GW HAMPIR HANCUR-SEHANCUR NYA KARENA RENCANA LO YANG MENJIJIKKAN!" Teriak Aleera.


Cukup, sekarang Bella sudah muak dengan ucapan Aleera yang bahkan tidak masuk akal, Bella membuka tas nya mengambil sebotol air mineral lalu membuka tutup botol, tangan nya sedikit mendorong tubuh Arga agar bisa sedikit meminggir.


Byur...


Bella tak segan-segan menuangkan isi botol mineral itu pada tubuh Aleera, ia menatap wajah Aleera tajam."LO GILA? GW GA BAKALAN NGELAKUIN HAL JIJIK KAYA GITU, APA UNTUNG NYA BUAT GW? HAH?! LAGIAN GW JUGA BANTU LO RA BIAR LEPAS DARI GERLAND, KALAU GA ADA GW MUNGKIN LO UDAH KEHILANGAN MAHKOTA LO!" Tegas Bella.


Aleera terdiam ketika air mineral itu menumpahi tubuh nya.


"Lo fikir masuk akal lo bisa datang nyelametin Aleera, apa lagi lokasi Vila milik Gerland di tengah hutan?" Bukan Aleera yang berbicara namun seorang lelaki yang di ketahui bernama NOAH GISLONDRA WILIBARCLAY.


"Apa perlu gw jelasin ke kalian semua? Pas gw sama Aleera jalan-jalan gw titipin headphone gw sama Aleera, karena gw mau kekamar kecil, dan gw lupa ambil sedangkan saat itu gw udah di perjalanan pulang, gw akhirnya dateng ke apartemen Aleera buat ngambil headphone gw, tapi yang gw liat Aleera di culik, gw mau ngubungin Sean sama Arga tapi headphone gw ada di tangan Aleera, dan akhirnya gw inisiatif ikutin mobil orang yang bawa Aleera!" Ujar Bella memberi penjelasan.


Noah tersenyum remeh."Dan cara nya lo ngubungin Sean sama Arga gimana? Sedangkan headphone lo ada di tangan Aleera kan? Lo fikir kita bodoh?"


"Pas gw ngumpet di balik pohon, gw di datengin orang buat bantu gw masuk kedalam Vila Gerland dan sekalian gw minjem headphone nya buat hubungi Sean sama Arga!" Jelas Bella.


"Lo ngada-ngada? Mana ada orang-orang Gerland bakalan bantuin lo yang jelas-jelas bakalan hancurin rencana Gerland sendiri." Seru Noah.


Bella membisu, saat itu ia tak memikirkan jika lelaki itu adalah orang milik Gerland, mata nya menatap Arga, ia binggung bagaimana cara menjelaskan apa yang terjadi pada semua orang.


"Jelasin nya pelan-pelan Bell, gw percaya sama lo kok!" Ujar Arga mengelus kepala Bella lembut, ia menatap kasian Bella apalagi raut wajah nya memperjelas jika ada keputusan-asaan.


"Anjin*!" Seorang lelaki datang dengan langkah panjang, ia masuk kedalam apartemen Aleera yang memang masih terbuka dengan lebar, ia menarik pundak Arga lalu membogem kedua pipi Arga secara bergantian.


"Lo kemaren kabur!?" Dia adalah Gerland, setelah Bella kabur dan Gerland tak dapat mengejar, Gerland berniat untuk membunuh Arga karena telah membantu Bella kabur, namun yang ia lihat malah hanya ada anak buah Arga bukan Arga, ia bertanya pada Kendrick yang harus nya melawan Arga, namun jawaban dari Kendrick mampu membuat nya murka.


"Lo bajing*n land, laki macam apa lo, yang cuma bisa ngambil mahkota cewe buat dapetin dia? Sebutan khusus buat lo, Bego bin tololl!" Teriak Sean mendorong kuat tangan nya.


Gerland menggertakan gigi nya kuat, lalu mendorong tangan Sean hingga tubuh Sean terjatuh ke lantai dengan posisi tersungkur.


"Gerland!" Teriak Bella dan Aleera secara bersamaan, Aleera segera berlari kearah Sean dengan langkah tertatih-tatih, sedangkan Bella ia menatap Gerland terkejut.


Bella segera memalingkan wajah nya menatao Arga. "Ga, lo gapapa?" Tanya Bella dengan ekspresi wajah khawatir.


Tangan kanan Arga memegang kedua pipi nya yang tadi di bogem Gerland. Arga tersenyum tipis."Gw baik-baik aja kok, santai gw bukan orang lemah." Jawab Arga tegas agar tidak menimbulkan kekhawatiran pada Bella.


"Cukup woi, kalau mau tawuran engga gini cara nya, tawuran ya sama musuh kita bukan baku hantam sesama temen!" Teriak Kenzo."Kita selesain masalah ini secepatnya, jangan sampe pertemanan kita ancur!" Lanjut Kenzo menatap semua orang secara bergantian.


Noah menoleh menatap Kenzo."Apa yang perlu di Jelasin Ken, semua udah jelas kan kalau Bella sama Gerland emang kerja sama buat hancurin Aleera!"


"Jangan memperburuk suasana bisa?" Tegas Gandhi pada Noah, kepala Gandhi memaling pada Noah menatap Noah dengan tajam, tersirat makna agar Noah membungkam mulut.


Noah mendengus, ia mundur duduk di kursi kayu dengan ukiran daun, terdiam mengikuti apa yang Gandhi inginkan.


"Land, sekarang gw bakalan nuntut elo, buat ngasih penjelasan!?" Seru Kenzo yang masih waras, tentu nya Kenzo di pihak netral tak ingin membela siapapun, jelas nya Kenzo berharap bisa secepet nya menyelesaikan masalah tersebut.


Gerland dengan napas nya memburu hanya melongos, ia menggengam erat tangan nya, "Seharusnya lo udah tau, alasan nya." Ketus Gerland.


Terdengar Kenzo menghela napas kecil, susah sekali berbicara dengan Gerland, oh ayo lah sekarang Kenzo berjuang agar pertemanan mereka tidak retak,"Gw mau lo serius Land!"


"Gw serius." Jawab Gerland.


Gandhi menatap Gerland lamat-lamat, ia menggelengkan kepala nya pelan, "Lo sama Bella kerjasama?" Tanya Gandhi dengan tatapan membusung serius.


Gerland mengerutkan kening nya, lalu senyuman licik muncul di bibir nya, namun segera mungkin Gerland langsung mengubah senyuman itu menjadi senyuman culas, "Lo tau?" Bohong Gerland dengan intonasi seolah-olah takut ketahuan.


Telinga Bella yang sedari tadi terpasang, tiba-tiba membulatkan mata nya geram, "KAPAN GW MASUK BAGIAN RENCANA LO SIALAN!" Tegas Bella dengan nafas memburu naik turun.


"Stop gw mau lo jujur Land!" Celetuk Sean.


"Kalian gila? Bella suka sama Gerland, gw pikir Bella ga terlibat, gw pastiin itu." Arga berdiri ia menarik pundak Bella, menguatkan Bella agar tak menangis, karena indra penglihatan nya melihat bagaiman mata Bella sudah mulai memerah.


Perdebatan kecil terdengar menggelora menembus telinga, di sini hanya Gandhi dan Kenzo yang berusaha agar masalah cepat selesai, tak ingin terlalu lama, hingga masalah terselesaikan dengan Gerland yang mengaku, dan tentu nya Sean yang memahami mengapa Gerland melakukan hal konyol itu.


Walaupun terbesit di hati Sean, terus menyumpah serapah Gerland, namun apa daya? Ia juga tak ingin membuat pertemanan mereka hancur, setidaknya hal itu menjadi pembelajaran bagi Sean dan Gerland.