GERLANDBELL

GERLANDBELL
bab 19



Kejadian di mana Gerland melakukan hal-hal yang tidak seharus nya Gerland lakukan. Sekarang terlihat jika mereka kembali akur walaupun terkadang Sean masih menyimpan rasa marah. Sedangkan hubungan Bella dan Aleera juga telah kembali membaik.


Pagi ini adalah hari senin biasa nya saat hari-hari ini datang akan maka sekolahan tertentu akan mengadakan upacara, terkadang upacara akan di laksanakan selama dua sampai tiga jam, tak banyak juga siswa maupun siswi pura-pura pingsan atau sakit hanya karena tak ingin terkena sinar terik matahari yang begitu menusuk kulit.


Di parkiran sekolah yang di buat khusus, terlihat jika beberapa lelaki tampan mengerumuni sepeda motor matic dengan warna hitam, terlihat seperti orang dongo.


"Bokap lo bangkrut?" Tanya lelaki yang menggunakan setelan seragam, di ikuti almamater yang menyampir pada bahu lebar nya. Lelaki itu yang tak lain adalah Gandhi.


"Heh, bibir lo, enak aja kalau ngomong, bangkrut pala lo itu!" Sensi Kenzo.


Kenzo membuka alat pelindung kepala, lalu helm itu di letakan di spion sisi kanan, lantas Kenzo segera membalikan kepala nya lalu membenarkan rambut nya yang agak berantakan dengan kaca sebagai pemantul.


"Beneran dah, bokap lo bangkrut sampe lo make motor matic?" Heran Sean menatap serius punggung Kenzo yang masih merapikan rambut nya. Karena setau Sean biasa nya Kenzo anti motor matic, ia lebih suka mengunakan motor besar, atau mobil mewah.


"Sejujur nya gw mau jadi setia." jawab Kenzo mongat-mangut. Kenzo turun dari montor nya setelah ia rasa jika rambut nya telah rapi kembali, ia berjalan mendekati kawan-kawan nya.


"Setia?" Celetuk Arga mengerutkan dahi nya tak mengerti, ia sedikit membuka mulut nya dengan perasaan dan fikiran binggung karena gagal memahami ucapan yang terlontar dari mulut Kenzo.


Kepala Kenzo mengangguk kuat."Iya."


"Apasih, lo gila? Sangkut-paut nya apaan coba Zo?" Ujar Sean ikut merasakan apa yang Arga rasakan.


"Kata nya cewe-cewe, kalau motor nya moge **** boy, padahal mah gw setia." Jawab Kenzo dengan wajah songong dan senyuman bangga, di ikuti dengan tangan nya yang merapikan kerah seragam nya.


Kaki Gandhi membawa tubuh nya agar sedikit berdekatan dengan tubuh Kenzo."What the fu*k? Kaga ada sangkut-paut nya Bego!" Ketus Gandhi kesal, tangan nya pun tak luput gatal ingin menjitak kepala Kenzo.


Kenzo meminggirkan tubuh nya agak menjauh dari Gandhi agar tak terkena jitakan dari tangan besar Gandhi."Duh, yang bego kalian, masa kaga pernah denger sih kalau pake montor beat itu setia." Jawab Kenzo.


"Sejak kapan? Lo gila? Bukti nya ini si Arga sama Gerland pake montor moge tapi sadboy." Sindir Sean dengan wajah dan ekspresi tenang, padahal ucapan Sean mampu untuk membuat kejolakan kemarahan jiwa Arga dan Gerland bangkit.


"Lo mau gw pukul?" Teriak Gerland melotot kan mata nya geram, bagaimana bisa ia di katai sadboy, padahal yang ada Gerland tidak pernah merasakan patah hati, meralat baru saja merasakan patah hati karena penolakan Aleera.


"Anjirrr sadboy, kasian, yang satu di tolak, yang satu cewe nya kaga peka." Sindir Kenzo tanpa menatap Arga dan Gerlang, mata nya malah berkeliaran menatap siswi-siswi yang sedang berkerumun entah akan melakukan apa.


"Engga ya, gw orang nya setia." Jawab Kenzo ketus, entah kenapa Kenzo tak suka di sebut fuckboy padahal benar ada nya jika Kenzo suka mempermainkan wanita dengan mengunakan gombalan-gombalan nya dan wajah tampan yang ia miliki.


"Manusia kaya lo sebenernya pantas gw bantai sih." Ujar Gandhi memukul belakang kepala Kenzo dengar kasar, kesal sudah ia menghadapi sifat bodoh Kenzo.


Kenzo sambil memegangi belakang leher nya yang terasa sedikit sakit bercampur dengan rasa memar."Main mukul aja sih lo! Kaya tangan cewe aja deh!" Sinis Kenzo.


Sean memutar bola mata nya jengah."Halah, cuma modal montor beat aja bisa di katai setia lo Zo?" tanya Sean.


Memang nya ada sifat seseorang bisa di samakan dengan montor yang di gunakan? Misal nya mengunakan motor Beat di katakan jika setia, dan mengunakan motor Moge/ninja pasti di katai fuckboy.


"Bisa dongg, motor gw beat, otomatis gw setia!" Ucap Kenzo dengan nada bicara bangga, di ikuti dengan tangan kiri nya yang membenarkan rambut nya.


"Sial, kenapa gw bisa temenan sama orang stress kaya Kenzo." Celetuk Arga bergidik ngeri, ia juga sedikit merasakan merinding seperti tubuh nya sedang di strum.


"Najis lo Zo, lo itu buaya yang berkedok cacing!" Ejek Arga dengan ekor mata melirik Kenzo.


"Halah, sadboy diem aja!" Ejek balik Kenzo tersenyum miring, untuk kedua kali nya Kenzo mengatai Arga sadboy.


Tiba-tiba dari arah gerbang terdengar suara motor moge terdengar nyaring di telinga. Sontak lelaki jangkung yang sekarang masih berada di parkiran menoleh menatap asal suara hingga motor moge itu meleset dan di hentikan ketika sudah sampai di samping motor beat milik Kenzo.


Dia adalah Noah, Noah melepaskan helm yang ia kenakan, tanpa merapikan rambut nya yang berantakan seperti habis tertidur, tanpa menatap sekitar segera saja Noah menjalankan kaki nya dengan langkah terburu-buru bak orang kesetanan, di ikuti dengan tangan nya yang sedang mengunakan almamater hitam.


"Lo kenapa sih? Kaya di kejar setan aja dah perasaan." Pekik Kenzo menarik tangan Noah agar bisa lebih mendekat.


Sontak Noah menghentikan langkah tergesa-gesa nya, ia merasa di hentikan oleh tangan nya sedang mencoba untuk menarik tangan kiri nya. Kepala Noah menoleh, ia berkedip beberapa kali.


"Lah, kalian sejak kapan di sini?" Tanya Noah dengan pandangan bodoh nya, ia menghempaskan tangan Kenzo pelan.


"Sejak zaman praaksara."Celetuk Gandhi kesal, apakah ia gaib hingga Noah tak dapat melihat nya secara gamblang, padahal Gandhi sebesar ini apalagi ada, teman-teman yang mengerumuni Kenzo.


"Gw kira kalian udah masuk lapangan." Ujar Noah jujur.