
Pagi ini aku bangun jam 5. Ketika bangun aku langsung ingin pergi mandi. Ketika tanganku menyentuh air, sungguh luar biasa dingin nya. Aku juga lupa semalam untuk merebus air. Maklum biasanya di kota semuanya serba otomatis, sudah ada saluran untuk air hangatnya. Aku paksakan tubuhku untuk mandi dengan air es tersebut. Cukup membuatku menggigil.
Sehabis sholat subuh aku mulai bersiap-siap merapikan semua peralatan sekolah. Aku sarapan dengan nasi dan telur dadar. Kemudian aku panaskan mesin kendaraanku.
Sekitar Jam 6 langsung ku lajukan sepeda motorku menuju sekolah. Jaraknya tak terlalu jauh, kira-kira hanya 2.5km saja. aku sampai dalam waktu lebih kurang 10 menit.
O.ouwh.. Aku benar-benar tak tau kalau ternyata ini masih kepagian. Bahkan penjaga sekolahnya belum datang. Jadwal masuknya untuk hari senin biasanya 7:15am dan hari lain nya 7:30am. Sedangkan aku sekarang berada pada pukul 6:15am.
Aku terus berusaha bersabar. Aku tak mungkin balik ke rumah. Jadi aku coba untuk menunggu. Aku terus menenangkan diri agar suatu kebodohan tidak terjadi lagi.
Ku parkirkan kendaraan didepan gerbang sekolah. Kemudian aku bersandar dipagar gerbang. Kuambil hp ku lalu ku nyalakan musik untuk menghilangkan stres.
7:00am terlihat seorang satpam dengan sepeda motor menuju gerbang sekolah. Dia menatapku seolah terheran-heran.
"lah tumben ada yang duluan datang dari pada saya.. lagi mau ngapain?" tanya satpam itu ke saya.
"sebenarnya saya murid baru pak.. jadi gak tau soal jadwal masuknya jam berapa" jawab ku kepada satpam itu.
"oh.. gitu.. ya silahkan masuk" kata satpam sambil membuka gerbang.
"lah biasanya kalau anak baru itu datangnya agak siang terus didampingi orang tau.. lah kamu kok sendirian" tanya satpam itu lagi.
"sebenarnya ibu saya sudah melapor ke pada kepala sekolah secara pribadi.. dan kepala sekolah bilang saya bisa langsung masuk hari ini" jawabku kepada satpam itu lagi.
Aku bawa kendaraanku masuk kedalam gerbang lalu ku taruh di tempat parkir. Ku kunci stang sepeda motorku lalu beranjak masuk kesekolah.
Jujur aku gak tau harus ngapain lagi. Disini cuman ada aku dan pak satpam. Aku terus berjalan-jalan melihat sekolah ini. tidak terlalu luas sih. bisa lah dihapal jalan-jalannya dengan sekali lihat.
7:10am. Para siswa-siswi sudah mulai berdatangan. Semua siswi disini ternyata wajib pakai hijab. Beda dengan di kota. Wajah mereka yang segar dengan girang masuk ke kelas meletakan tas mereka.
Diantara siswa-siswi ini terus memperhatikan ku. Ada diantaranya yang cuek. Tapi dari para siswi rata-rata terus memperhatikan ku. Ku tegakkan kepala ku berusaha tetap fokus percaya diri. Sumpah.. perhatian ratus pasang mata ini benar-benar membuat ku gemetar.
Ditengah-tengah perasaan yang gemetar seorang guru datang pada ku.
"Vian ya.. wah kamu udah datang.. sini masuk dulu ke ruangan saya" katanya padaku.
Aku terus mengikuti langkahnya menuju ruangan yang bertuliskan Ruangan Kepala Sekolah. Melihat tulisan tersebut memberi ku informasi bahwa guru ini adalah Kepala Sekolah.
"Vian taruh dulu tasnya disini kita langsungkan upacara"
7:15am upacara bendera hari senin dilaksanakan. Aku berbaris di belakang siswa yang diintruksikan Pak Kepala Sekolah kepada ku. Seorang siswa dibarisan ku bertanya padaku.
"*murid baru ya.. kelas berapa?"
"aku kelas 11" jawabku padanya.
"lah kelas 11 disana.. disini kelas 12.." kata siswa itu pada ku lagi.
"Kepala Sekolah yang nyuruh aku disini bang" jawabku padanya.
"lah si lelet emang gak ada otak" ledeknya menuju ke Kepala Sekolah.
Mereka menamai Kepala Sekolah dengan nama Si Lelet bukan tanpa alasan. Pak Kepala Sekolah disini ternyata sangat lamban dalam berbicara didepan umum. Ini aku rasakan sendiri pas Pak kepala sekolah berpidato disini. Untuk merangkai sebuah kata bagi beliau butuh waktu sekitar 10 detik dan 5 detik lagi untuk memikirkan apa kata-kata selanjutnya.
Dalam akhir pidato kepala sekolah ini benar-benar sangat mengagetkan ku. Akhir isi pidatonya berbunyi.
"Sebelum bapak akhiri.. bapak mau mengenalkan kepada kalian.. seorang siswa berprestasi.. seorang siswa jenius.. seorang siswa terhebat di negara ini.. dia akan bergabung dan belajar bersama kalian.. langsung saja kita panggilkan dia.. Vian sini nak" tunjuk nya ke arah ku.
Jantungku berdebar-debar. Kaki ku gemeteran. Aku sudah berkali-kali pindah sekolah baru kali ini aku mendapat perlakuan semacam ini. Biasanya aku hanya di perkenalkan didepan kelas tapi kali ini aku langsung diperkenalkan di depan seluruh siswa siswi.
Lalu ku tuntun kaki ku melangkah kedepan para penonton yang terpesona. Seakan aku ini adalah artis idola mereka. Tepuk tangan yang meriah membuat peluh ku makin bercucuran.
"Vian silahkan sampaikan sesuatu kepada teman-teman baru kamu disini" kata kepala sekolah itu padaku.
Aku kemudian mengambil Micnya kemudian berkata.
"Perkenalkan nama aku Alvian.. biasa dipanggil Vian.. Asal aku dari salah satu SMA di kota.. semoga teman-teman semua bisa jadi teman baik saya disini.."
Setelah upacara selesai gemeteran tubuhku masih belum kunjung hilang. Dengan segera aku kembali keruangan kepala sekolah mengambil tas ku.
\\*