FROM ALDEN

FROM ALDEN
Yang tak di sukai Alden



Ngga,,ngga Al,aku aku gak gitu,aku tadi-"Ucap Sinta gelagapan saat melihat Alden yang sudah sangat muak melihat dirinya


DIAM!"Bentak Alden memotong ucapan Sinta,ia sudah muak dan tak tahan melihat wajah Sinta yang sok polos


Habisin"Ucap Alden tegas,lalu ia meninggalkan ruangan itu dan membiarkan anak buahnya yang bekerja


Alden,Andrew Arka dan Ari dapat mendengar dengan jelas teriakan Sinta yang akan menemui malaikat maut


______________


Alden saat ini sudah sampai di kediamannya,tadi ia sempat pergi ke cafe bersama dengan sahabat-sahabatnya setelah sekian lama tak pernah keluar bersama karena di sibukkan oleh masalah hidup masing-masing


Alden"Panggil sang mama saat melihat Alden yang masuk ke dalam rumah,ia menghampiri putranya tersebut dan Alden langsung mencium tangan sang mama


Kenapa mah?"Tanya Alden


Nana dari tadi minta ketemu kamu,dia nanyain kamu terus Al,tapi mama larang dia buat nyusulin kamu,dari tadi dia juga cuman makan cake doang sama mama ga keluar kamar setelah itu"Ucap mama Alden khawatir


Flashback On


Eungh"Lenguh Nana sambil membuka matanya yang terasa masih berat


Ia terkejut saat mendapati dirinya tak berada di kamarnya melainkan di kamar,kekasihnya


Nana bangun menyibak selimut yang di gunakan Alden menutupi tubuhnya tadi karena tak mau Nana kedinginan akibat suhu AC di kamarnya


Alden kemana"Gumam Nana


Saat dirinya melihat ke jam dinding barulah ia menyadari bahwa dirinya ketiduran lumayan lama


Aduh ketiduran lagi,pasti di tinggal"Ucap Nana kesal menggepluk-gepluk selimut yang masih menutupi kakinya saja


Nana keluar dari kamar Alden menuju ke dapur ingin minum


Eh mama,,lagi ngapain?"Ucap Nana saat melihat mama Alden berada di dapur


Ini lagi buat cake,mama gabut banget soalnya"Ucap mama Alden terkikik,ia memang sangat gaul,bahasanya sudah seperti anak muda saja


Maaf ma Nana ketiduran di kamar Alden tadi,ga sempet bantu mama"Ucap Nana merasa tak enak


Eh ga apa,tadi Alden juga udah bilang kok sama mama"Ucap mama Alden


Terus Alden nya sekarang di mana mah?kok Nana ga liat Alden pas ke dapur tadi,di kamar juga ga ada"Ucap Nana


Tadi dia bilang sama mama,kalo kamu tanyain dia,bilang katanya Alden lagi keluar"Ucap mama Alden polos


Ke mana mah?mama tau?"Tanya Nana gusar


Mama gak tau,Alden cuman titip salam begitu buat kamu"Ucap mama Alden santai dan tak melihat kegusaran di wajah kekasih putranya


Yuk kita makan cake buatan mama,nyemil sambil nonton"Ucap Mama Alden lagi


Eh,emm ma boleh ga kalo Nana susul Alden"Ucap Nana ragu-ragu


Emangnya tau Alden ke mana?"Tanya mama Alden


Gak tau ma,cuman bakal Nana telpon kok sebelum berangkat"Ucap Nana


Udah ga usah,paling itu anak bentar lagi juga datang"Ucap Mama Alden


Tapi ma-"Ucap Nana terpotong


Udah ga ada tapi-tapi an"Ucap Mama Alden langsung mengajak Nana duduk di ruang TV


Saat menonton di Ruang TV,Nana terus saja meminta ijin kepada mama Alden untuk menemui Alden namun tetap saja mama Alden tak mengijinkan


Flashback Off


Ya udah mah,biar Alden yang ngomong sama Nana"Ucap Alden


Alden lalu berjalan menuju ke kamar Nana guna membujuk kekasihnya itu


Ceklek


Pintu terkunci


Na buka pintunya babe,kamu di dalam kan?"Ucap Alden di depan pintu Nana


Tok Tok Tok


Nana,kamu tidur sayang?"Ucap Alden ngasal saja,karena ia tau Nana tak mungkin tidur 2 kali di siang hari


Namun lagi-lagi Nana tak memberi respon saat di panggil,akhirnya Alden merasa jengah


Hitungan tiga ya babe,kalo kamu ga buka pintunya aku dobrak"Ucap Alden menggertak karena merasa kesal dengan tingkah kekasihnya yang membuat dirinya khawatir


Satu


Dua


Ti-


Baru saja hendak menyebut "tiga" Nana sudah membuka pintu dengan raut wajah kesal,ia menekuk wajahnya


Ceklek


Alden tersenyum melihat wajah kekasihnya yang sedang kesal,sangat menggemaskan


Sayang"Ucap Alden hendak memeluk Nana yang berdiri di hadapannya karena saat ini mereka berdua berdiri di depan dan belakang pintu kamar Nana


Nana langsung melengos saja saat Alden hendak memeluk dirinya


Ck


Hey,,kenapa sih?kamu ngambek hm?"Ucap Alden berjalan menuju Nana yang hendak duduk di atas ranjang,tak lupa ia menutup pintu kamar Nana karena tak enak jika ada yang mendengar mereka sedang berdebat


Jangan sentuh"Ucap Nana ketus saat Alden hendak memegang tangannya


Kenapa sih?kok jadi galak gini ke aku hm?"Ucap Alden gregetan


Habis dari mana?sengaja kan pas aku tidur baru keluar,biar aku ga ikut kan"Ucap Nana ketus menatap Alden tajam


Enggak sayang,liat sini dulu"Ucap Alden menarik kedua pipi Nana yang berada di tangkupan tangannya agar menghadap ke arahnya


Udah makan hm?"Tanya Alden khawatir


Gak nafsu makan,udah ih jangan ngalihin pembicaraan ya kamu"Ucap Nana ketus


Hey,siapa yang ngalihin pembicaraan,,jangan ngambek gitu babe"Ucap Alden


Makanya jawab habis dari mana"Ucap Nana dengan bibir di poutkan hingga maju beberapa senti hal itu sukses membuat Alden terkekeh


Chup


Alden mencium sekilas bibir Nana karena tak tahan melihat imutnya sang kekasih


Jangan cium ihh"Rengek Nana mengusap bibirnya yang habis di kecup oleh Alden tadi


Alden yang melihat itu menatap Nana tajam,sepertinya Nana melupakan hal yang paling tidak di sukai kekasihnya


Nana ciut seketika saat menyadari tindakannya yang salah


Alden langsung menarik tengkuk Nana dan menyatukan bibirnya dengan bibir mungil Nana


Ia ******* dan menyedot kasar bibir Nana untuk memberi hukuman kepada Nana,ia juga melesakkan lidahnya ke dalam mulut Nana guna mengabsen setiap inci dari mulut Nana,Nana pasrah menolak ataupun melawan pun percuma jika Alden sudah seperti ini


Ciuman Alden menurun ke leher Nana yang mana membuat Nana tersentak


Jangan"Ucap Nana terengah menahan kepala Alden agar tak mencium lehernya


Alden mendongak dan melihat Nana menggeleng-geleng dengan mata berkaca-kaca


Alden langsung memeluk Nana


Maafin aku,janji ga di ulang,ga hapus bekas ciuman kamu"Cicit Nana saat Alden memeluk tubuhnya


Alden mengangguk


Maaf"Ucap Alden


Aku juga minta maaf"Ucap Nana


Aku egois maaf ya"Ucap Nana lagi


Alden tersenyum di balik punggung Nana saat kekasihnya menyadari kesalahannya


Alden mengurai pelukan


Jadi tadi ke mana?"Tanya Nana yang masih saja penasaran kemana perginya Alden tadi