
Lalu Nana cepat-cepat bangun dan saat melihat ternyata Alden pingsan karena tadi kepala bagian belakangnya terbentur,,
Astaga Alden"Pekik Nana terkejut,,matanya berkaca-kaca
Hiks bangun Al"Ucap Nana usai meletakkan kepala Alden di pangkuannya,,kemudian Nana meminta orang di sana untuk menghubungi ambulans
Skip
______________
Saat ini Alden sedang di rawat di rumah sakit,,karena kepala bagian belakangnya terkena benturan tadi waktu menyelamatkan Nana,,Ari dan Arka masih mengusut siapa yang menjadi dalang di balik penusukan itu,,sedangkan Andrew,,ia menemani Nana di luar ruangan karena Alden sedang di periksa oleh dokter
Na,,jangan nangis,,Alden ga akan suka liat lo begini"Ucap Andrew sambil mengelus punggung Nana yang bergetar
Tapi An,,Alden kaya gini gara-gara nolongin aku,, hiks gimana aku bisa tenang hiks"Ucap Nana sambil terisak,,
Iya,,cuman kalo Alden ga nolongin lo,,pasti sekarang lo yang di dalem kena tusukan lagi"Ucap Andrew
Udah lo jangan nangis,,ntar gue yang di salahin sama tunangan lo yang posesif itu"Ucap Andrew lagi,,sengaja agar mengubah suasana,,
Skip
Kita ke markas,,pelaku udah di temuin Ri"Ucap Arka kepada Ari
Lalu mereka berdua langsung meluncur ke markas untuk memberikan pelajaran dan mengusut siapa sebenarnya dalang di balik konspirasi ini
~~Sesampainya di Markas
Di mana dia?"Tanya Arka kepada salah satu anggota
Di dalem Ar,,langsung cek aja,,"Ucapnya kepada Arka dan Ari
Lalu Arka dan Ari masuk,,ia melihat satu orang cowok dengan tali yang mengikat seluruh tubuhnya dan tak lupa mulut yang di bekap menghiasi pemandangan di sana
Lo!"Sentak Ari mengagetkan cowok tersebut,,ia langsung menoleh ke arah Ari dan Arka
Heh,kenapa muka lo gitu?takut?kenapa baru sekarang?di saat lo mau nusuk sahabat kita lo gak takut?"Ucap Arka sinis saat melihat wajah cowok tersebut yang pucat ketakutan
Kemudian Ari dan Arka berjalan ke arah cowok itu
Siapa yang nyuruh lo!gue dan yang lain gak pernah kenal lo,,jadi gue yakin,,lo pasti bukan dalang di balik konspirasi ini"Ucap Ari sinis
Cowok itu hanya menggeleng-geleng ketakutan
Arka langsung membuka bekapan mulut cowok itu
Lo mau buka mulut dengan cara halus atau kasar hah?"Bentak Arka menatap geram manusia yang berada di hadapannya
Gue dalangnya,,,gak ada orang lain"Ucap cowok itu dengan tergesa
Heh,,lo pikir kita bodoh hah?"Ucap Ari sinis
Ada masalah apa lo sama Nana,,sampe lo mau nusuk dia hah"Sentak Ari lagi,,
Cowok itu bingung,,ia gelagapan,,ia belum mempersiapkan alasan yang tepat
Ga bisa jawab kan lo!intinya gini,lo mau buka mulut sekarang,,atau dengan cara kasar"Ucap Arka geram,,malas berbasa-basi karena cowok itu tetap tak mau membuka mulut
Cowok itu diam saja
Kasi pelajaran"Ucap Arka akhirnya,,kemudian pergi bersama Ari meninggalkan cowok itu,,mereka berdua berjalan menuju ke Rumah Sakit
Skip
Di Rumah Sakit
Al bangun dong,,jangan tidur terus,,bilang yang mana yang sakit hm?"Ucap Nana sendu
Janji kalo Alden bangun Nana ga akan niat pergi-pergi,,janji gak akan ngebantah ucapan Alden"Ucap Nana lagi
Tapi sekarang harus bangun,,katanya mau berusaha buat mengingat aku,,kalo tidur gini terus gimana bisa inget?"Ucap Nana
Udah lah Na,,kita tunggu aja perkembangan kondisi Alden,jangan terlalu di paksa"Ucap Andrew kasihan melihat Nana yang berharap seperti itu namun belum ada kepastiannya
Nana menghembuskan nafas kasar lalu mengangguk,,ia tak mau membantah terlebih lagi di saat seperti ini,,ia berpikir tak boleh menomor satukan ego
Lo belum makan Na,,mau gue beliin apa?"Tanya Andrew sambil beranjak dari sofa di ruangan tersebut
Ceklek
Ari dan Arka datang dengan menenteng banyak tas belanja
Nih,,gue yakin lo berdua belum makan"Ucap Ari menyodorkan tentengannya
Wiss,,ikatan batin kita,,baru aja gue mau beli ehh lo pada udah bawain,,thanks"Ucap Andrew cengar-cengir
Nana tersenyum melihat mereka
Emm,,kalian yakin gak mau kasi tau papa sama mama Alden soal kondisi Alden?gimana pun juga mereka berhak tau kan"Ucap Nana hati-hati tak mau membuat tersinggung
Sebelumnya Andrew,Arka dan Ari memang sudah setuju agar kondisi Alden saat ini orang tuanya tak perlu tau,mengingat kedua orang tua Alden sedang berada di Australia karena ada meeting penting,,dan perusahaan di sana akan mengadakan kerja sama,,jadilah Ari,Andrew dan Arka tak mau mengganggu,,toh juga sudah ad mereka di sini yang akan merawat Alden
Iya Na,,lo tenang aja,,Alden juga udah pernah bilang sama kita,,jangan ganggu urusan orang tuanya kalo lagi ada di luar,,apapun masalahnya"Ucap Arka
Nana manggut-manggut saja
Ayok kita makan dulu,,gue juga bawa cemilan supaya ga gabut"Ucap Ari cengengesan
Astaga,,emang kamu kira mau nonton bioskop Ri"Ucap Nana geleng-geleng kepala tak percaya saat melihat memang ada banyak cemilan di dalam tas tenteng yang di bawa Ari tadi
Ari hanya menyengir saja
Kemudian mereka berempat makan bersama,,hingga tak menyadari bahwa Alden yang sudah sadar dan memperhatikan mereka sejak tadi,,
Enak Ri,,langganan kita?"Ucap Andrew sambil menyuap sesuap nasi ke mulutnya
Hem,,males gue nyari di tempat lain,,ntar ga enak lagi"Ucap Ari bercanda
Ga boleh gitu ih Ri,,syukuri aja"Ucap Nana mengingatkan
Maap-maap"Ucap Ari cengengesan
Skip
Alden berpura-pura tidur lagi saat di rasa sahabat-sahabat dan kekasihnya itu sudah selesai makan
Andrew,Ari dan Arka ke luar,,mereka benar-benar tak suka mencium aroma rumah sakit yang semerbak obat-obatan
Yah kirain udah sadar,,ternyata masih tidur aja"Ucap Nana sambil mengelus kepala Alden
Bangun dong,,kok aku kangen ya hihi"Ucap Nana cekikikan,,tadi Andrew mengatakan jangan selalu bersedih di hadapan Alden,,ajak bercanda tertawa layaknya bicara biasa
Masa iya mau tidur terus,,ga capek emang?pengen peyuk lo,,tapi kalo Alden udah sadar"Cicit Nana,,
Alden rasanya ingin sekali tersenyum dan tertawa terbahak-bahak,,namun sekuat tenaga ia tahan
Ya udah deh gak maksa,,yang penting Alden harus lawan sakitnya"Ucap Nana kemudian mengecup kening Alden
Chup
Saat menarik kepala dari wajah Alden,,Nana tersentak kala melihat Alden yang sudah membuka mata dengan senyum yang menghiasi wajahnya
Al,,"Ucap Nana terkejut
Alden mengelus wajah Nana sambil tersenyum
Kamu udah sadar?"Ucap Nana bodoh,,padahal jelas-jelas ia sudah melihat Alden yang sudah membuka mata tapi masih saja bertanya seperti itu
Tak
Alden menyentil kening Nana pelan
Aw"Ucap Nana terkejut bukan kesakitan
Bodoh,,sini peluk,,katanya mau peluk"Ucap Alden merentangkan kedua tangannya
Nana tersenyum namun merasa malu juga,,berarti dari tadi Alden denger dong yang aku bilang"Pikir Nana
Nana masuk ke pelukan Alden,,,sedikit membungkuk karena posisi Alden yang masih berbaring
Ada yang kangen kan"Bisik Alden di telinga Nana sambil mengigit kecil telinga Nana hingga memerah