FROM ALDEN

FROM ALDEN
Si kembar



Tadi itu hukuman karena kamu mempunyai niat untuk pergi dan meninggalkanku"Ucap Alden mencium pucuk kepala Nana


Nana mendongak


Chup


Alden mencium sekilas bibir Nana yang mencebik


Apa?"Ucapnya saat melihat Nana yang menatapnya tajam,,karena mencuri ciuman


Aku ga boleh labil,,maaf Al,,apapun yang terjadi,,aku akan tetap pergi dari hidupmu,,aku gak mau suatu saat nanti justru hubungan kita ini akan menyakiti kita berdua,,semesta seakan tak mengijinkan kita untuk bersama"Batin Nana


_____________


Keesokan Harinya


Hati ini Nana bertekad untuk pergi dari kediaman Adinata,,ia sudah sangat banyak merepotkan di sini,,belum lagi orang yang membawanya ke sini sama sekali tak mengingat dirinya,,jadi untuk apa dia masih berdiam diri di sini,,


Nana bangun lebih awal,,saat ini jam menunjukkan pukul 4 pagi,,ia mengemasi barang-barang yang belum terkemas,,lalu menjadikannya satu,,kemudian ia keluar dari kamarnya


Baru saja Nana hendak membuka pintu namun,,


Ceklek


Pintu lebih dulu di buka dari luar,,ya pintu kamar Nana tak di kunci karena tadi Nana sudah sempat keluar kamar untuk memasakkan makanan untuk keluarga Adinata


Alden masuk dengan wajah segarnya,,tadinya ia berniat ingin mengajak Nana lari pagi,,namun matanya di buat melotot saat melihat penampilan Nana dan rahangnya mengetat saat melihat Nana yang menenteng tas,,ia sangat yakin Nana berniat kabur dari rumahnya


Alden menatap Nana tajam,,yang di tatap tentu saja gugup


Nana memundurkan langkahnya saat Alden terus melangkah menuju dirinya


Al"Ucap Nana memberanikan diri


Alden tak menggubris,,ia sekarang paham kenapa kemarin Nana diam saja tak menggubris ucapannya,,jadi ini alasannya


Ehmm,,Al,,ini ga seper-"Ucap Nana terpotong


BRUGH


Akhhh


Tas yang Nana tenteng sudah jatuh ke lantai,,Nana sangat terkejut dengan perlakuan Alden


Alden mendorong Nana ke atas ranjang dan langsung mengungkung Nana yang berada di bawahnya


Al,,jangan kaya gini"Ucap Nana panik mendorong-dorong dada Alden,,jujur saja ia takut saat melihat tatapan mata Alden


Kenapa?apa ucapanku kemarin masih belum bisa buat kamu yakin hm?"Ucap Alden mendekatkan wajahnya di wajah Nana


Ngga mau,,jangan gini"Ucap Nana menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan mungilnya,,


Jujur saja dalam hati Alden merasa gemas melihat tingkah kekasihnya itu,,namun emosinya masih lebih mendominasi di dalam dirinya


Alden langsung menyingkirkan tangan Nana dan langsung meletakkan di atas kepala Nana


Al,,jangan gini"Ucap Nana merengek,,ia sangat takut dengan Alden yang saat ini berada di atasnya,,untuk pertama kalinya Alden berperilaku seperti ini


Kenapa?apa perlu cara lain untuk buat kamu tetep di samping aku hm?"Ucap Alden ambigu


Nana melotot


Ngga,,jang-"Ucap Nana terpotong karena Alden yang tiba-tiba mencium bibirnya dengan brutal


Alden terus saja ******* dan menyedot bibir kekasihnya itu,,persetan dengan kekasihnya yang akan marah nanti,,intinya saat ini Alden ingin memberi pelajaran yang akan membuat Nana takut,,dan tak akan memiliki niat untuk pergi dari hidupnya


Al,,hmm,,ud,,,ahh"Ucap Nana terengah-engah karena Alden yang dengan brutal ******* bibirnya,,ia benar-benar takut jika nantinya ini akan berlanjut


Udah,,ak,,u moh,,on"Ucap Nana tak jelas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya,,tangannya masih berada di atas kepalanya,,dan Alden mencengkramnya erat,,Nana benar-benar tak dapat berkutik saat ini


Alden tak peduli dengan rengekan dan permintaan Nana,,yang ada di kepalanya saat ini adalah memberi Nana hukuman sekaligus pelajaran,,walaupun kemarin ia sudah memberi Nana hukuman,,namun kali ini tentunya akan lebih


Ciuman Alden turun ke leher jenjang Nana karena ia melihat Nana uang mulai kehabisan nafas,,


Hah hah


Al,,hah aku mohon,,engh"Ucap Nana menahan suara laknat yang ingin keluar dari mulutnya saat Alden menyedot lehernya hingga meninggalkan bercak merah


Ini hukuman karena kamu nekat untuk pergi dari hidup aku"Ucap Alden tegas


Kemudian ia hendak membuka baju yang Nana gunakan yang kebetulan sebuah kemeja


Alden mulai membuka kancing baju Nana satu persatu


Jangan,,Al,,aku mohon"Ucap Nana menangis,,ia berusaha melepaskan cengkraman tangannya yang di pegang oleh Alden


Alden tak mengindahkan apa yang Nana lakukan,,ia mencium dan mengecup-ngecup dada Nana yang masih terbungkus oleh cup berwarna hitam


Enghh"Nana menahan suara laknat yang ingin keluar dari bibirnya,,ia menutup rapat bibirnya sambil menangis,,


Alden masih terus bergerilya di bawah sana,,ia benar-benar di butakan oleh emosinya,,ia memang tak berbuat kasar kepada Nana,,namun ia memberikan pelajaran yang akan membuat Nana kapok dan akan berpikir-pikir lagi jika akan bertindak


Jangan,,aku mohon"Ucap Nana melemah


Alden kemudian membuka cup yang Nana gunakan dan terpampanglah si kembar yang sanga menantang itu,,tanpa aba-aba Alden langsung saja ******* salah satu si kembar dan bermain-main di sana


Nana sekuat tenaga berusaha menahan sesuatu di dalam tubuhnya,,ia sangat benci dengan tubuhnya yang merespon apa yang Alden lakukan


Alden lalu melepaskan satu tangannya dan memegang tangan Nana dengan tangan kanannya saja


Kemudian ia memberikan pijatan-pijatan ringan pada si kembar milik kekasihnya dan ******* secara bergantian,,


Ahh"Satu desahan lolos dari mulut Nana


Alden tersenyum,,kemudian menyudahi kegiatannya,,ia membenahi pakaian Nana,,lalu melepaskan tangan Nana dan


PLAK


Satu tamparan mendarat di pipi Alden


Nana dengan nafas terengah-engah ia menatap Alden tajam


Brengsek!"Ucap Nana mengumpat di hadapan Alden,,untuk pertama kalinya Nana seberani itu kepada Alden


Alden hendak mendekat dan membawa Nana ke pelukannya,,namun Nana langsung mundur hingga mentok di kepala ranjang


Jangan mendekat"Ucap Nana panik


Sayang"Panggil Alden hendak menjangkau Nana


GREP


Akhh


Nana terkejut karena Alden yang menariknya tiba-tiba


Maaf"Satu kata itu lolos begitu saja dari mulut Alden


Kamu ngerusak aku Al"Ucap Nana menangis


Jahat jahat!"Ucap Nana menangis tersedu-sedu sambil memukul-mukul Alden


Maaf,,aku cuman ngga mau kamu pergi dari hidup aku sayang,,walaupun aku belum bisa mengingat kamu,,tapi aku nyaman dan aku ga bisa kalo kamu jauh dari aku,,dan dengan cara ini hanya ini supaya kamu ga ngejauh dari aku,,aku gak akan ngelakuin lebih sebelum kita menikah,,hanya sebatas ini"Ucap Alden sambil terus merengkuh erat sang kekasih


Hiks,,tapi-"Ucap Nana terpotong


Udah diem,,apa mau di lanjut?"Ucap Alden jahil


Ga lucu,,sana pergi"Ucap Nana berusaha melepaskan pelukan Alden


Janji dulu sama aku,,jangan pernah berpikir untuk pergi dari hidupku,,apa lagi sampe kaya tadi,,kalo sampe terjadi lagi,,jangan salahin aku kalo aku bakal lakuin lebih dari yang tadi"Ucap Alden mengancam


Nana menunduk,,kegiatan tadi masih terus terngiang di otaknya


Lalu Nana mengangguk pasrah,,


Jawab bukannya ngangguk,,kemarin kamu ngangguk tapi liat sekarang,,aku mau kamu berjanji"Ucap Alden tegas


Iya"Ucap Nana akhirnya


Iya apa?"Tanya Alden


Iya janji"Ucap Nana


Janji apa sayang,,aish yang jelas"Ucap Alden geregetan


Iya janji gak akan ninggalin Alden"Ucap Nana


Alden langsung membawa Nana ke pelukannya


Sekali lagi maaf atas kejadian tadi,,jangan takut sama aku,,aku gak akan ngelakuin lebih kalo bukan kamu yang cari gara-gara"Ucap Alden


Nana mendengus


Hi Riderin❤️Maaf banget Author jarang up,,soalnya Author bener-bener sibuk banget,,lagi bolak-balik ke luar kota,,jadinya sedikit banget ada waktu buat bikin cerita,,mohon permaklumannya ya Riderin❤️


Have Fun🌈