FROM ALDEN

FROM ALDEN
Sinta yang Agresif



Author bakal rajin Up kalo Vote,like dan komennya nambah terus,,bantu Author plisss❗❗❗


Aku mohon,,mau ya,,plis"Ucap Nana memelas


Nial tak tega melihat Nana yang memelas seperti itu,,akhirnya ia mengiyakan


Okay,,tapi kita cari waktu"Ucap Nial akhirnya


Nana dan Ari bersorak dalam hati,,,


Semoga hasilnya positif


________________________


2 Minggu sudah berlalu,,


Hasil tes DNA astungkare sekali positif,,Nial itu memanglah Alden,,namun saat ini Alden masih belum bisa mengingat semua kehidupannya dulu,,


Nana dengan sangat sabar berusaha untuk mengingatkan Alden sekeping-keping ingatannya,,ia dengan telaten selalu menjaga dan merawat Alden,,walaupun Alden masih belum bisa mengingat dirinya dan yang lain,,


Emm,,Al"Ucap Nana ragu-ragu,,saat ini mereka sedang duduk berdua di taman di rumah Alden,,iya saat ini Alden sudah tinggal bersama dengan kedua orang tuanya,,Sinta sang suster yang merawat Alden juga sering mengunjungi Alden untuk mengecek perkembangan kondisi Alden,,Nana terkadang merasa cemburu dengan perhatian Alden dan kedekatan Alden bersama Sinta,,namun Nana bisa apa?Alden saja tak mengingat dirinya


Alden menengok


Emm,,kamu masih belum bisa mengingat aku?"Tanya Nana hati-hati menatap penuh harap kepada Alden


Maaf ya Na,,aku masih belum bisa mengingat kamu"Ucap Alden merasa bersalah ia mengusap kepala Nana sayang


Tapi kamu percaya kan kalau kita tunangan,,"Ucap Nana,,kata-kata itu terus saja Nana tanyakan kepada Alden,,walaupun cincin tunangan masih bertengger di jari Alden,,namun Nana masih merasa khawatir


Alden tersenyum,,ia tau cewek yang duduk bersamanya saat ini merasa takut kehilangan dirinya,,Alden bisa merasakan bagaimana cinta Nana yang begitu besar kepadanya,,walaupun Alden memang belum mengingat Nana namun memang Alden sebelum mengenal Nana,,ia sudah merasa nyaman berada di dekat Nana,,itu juga salah satu sebab ia percaya bahwa Nana adalah tunangannya


Alden memegang kedua pipi Nana


Kita memang bertunangan,,aku percaya akan hal itu,,aku bisa melihat bagaimana kamu yang begitu mencintai aku,,aku minta maaf dan aku akan berusaha agar bisa mengingatmu,,bantu aku ya"Ucap Alden menatap Nana intens,,tak sadar ini pertama kalinya Alden menatap Nan intens seperti ini setelah Alden hilang ingatan,,Nana menjadi salah tingkah di buatnya


Nana tersenyum


Terima kasih"Ucap Nana tersenyum bahagia


Skip


Sinta kembali berkunjung ke kediaman Alden,,ia di sambut baik oleh kedua orang tua Alden,,walaupun begitu,,papa Alden dan mama Alden tetap dengan pilihannya yaitu Nana,,ya kenapa mereka bisa berpikir begitu,,papa dan mama Alden bisa melihat bagaimana cara Sinta menatap Alden,,orang dewasa sudah jelas tau bahwa Sinta tertarik kepada Alden


Om Tante,,apa kabar"Sapa Sinta tersenyum ramah kepada kedua orang tua Alden


Baik,,ayok masuk dulu"Ucap mama Alden tersenyum ramah,,sedangkan papa Alden hanya tersenyum saja


Skip


Hai Al"Ucap Sinta menatap Alden yang baru saja datang ke ruang tamu,,senyum Sinta memudar kala melihat keberadaan Nana di belakang Alden,,yang tadinya Nana tertutup oleh badan Alden yang tinggi dan besar


Hai Sin"Ucap Alden tersenyum ramah,,ia duduk di hadapan Sinta


Nana hendak pergi menuju dapur namun Alden memegang tangannya


Mau kemana Na?"Tanya Alden menahan tangan Nana


Mau ke dapur Al"Ucap Nana


Ngapain sih sini duduk"Ucap Alden dengan nada memerintah


Mau buat minum sebentar,,lepas dulu yah"Ucap Nana lembut


Biar bibi yang buat,,sini duduk"Ucap Alden sedikit menarik tangan Nana dan menyuruh Nana duduk di sebelahnya,,


Nana tak menolak,,ia pasrah saja,,karena percuma saja menolak Alden,,walaupun hilang ingatan namun keras kepala Alden tak berkurang sedikitpun


Mereka hanya duduk bertiga di sana karena memang jika Sinta datang mereka tak ikut campur karena membiarkan urusan remaja dengan remaja,,,nanti paling mama Alden kan bertanya bagaimana dan apa saja yang di bicarakan bersama Sinta,,


Aku astungkare baik,,Nana selalu menjagaku,,dia sangat sabar"Ucap Alden bangga


Hati Sinta seakan tertusuk beribu-ribu benda tajam saat mendengar Alden yang membanggakan Nana,,ia memang tak terlalu welcome dengan adanya Nana,,tak jarang ia terang-terangan berusaha membuat Nana cemburu dan berusaha membuat Nana menjauhi Alden


Sinta tersenyum di paksakan


Al temenin aku yuk,,kita ngobrol sekalian aku mantau perkembangan kamu"Ucap Sinta ia agresif sekali,,rupanya tangannya sudah mengandeng tangan Alden dan menarik Alden menuju taman,,


Nana menghembuskan nafas kasar,,


Nana memang hanya bisa memendam rasa kesalnya jika melihat Sinta yang selalu begitu,,terang-terangan sok-sok romantis kepada Alden


Skip


Al aku pengen beli es krim,,kita beli yuk lumayan kan manis-manis di sore hari gini"Ucap Sinta berusaha mencairkan suasana,,karena ia sudah kehabisan topik obrolan dengan Alden,,dan Alden sendiri sama sekali tak berusaha membuka suara setelah topik pembicaraan Sinta habis


Alden hanya mengangguk


Mau beli sendiri atau minta bibi?"Tanya Alden


Kita beli berdua aja,,langsung makan di sana sekalian cari angin"Ucap Sinta agresif


Alden mengangguk saja


Saat berjalan ke luar rumah,Alden melihat Nana yang sedang duduk di depan rumah,,Nana ingin mencuci mata melihat pemandangan hijau,,,Alden langsung saja mengajak Nana untuk ikut,,hal tersebut mampu membuat Sinta emosi


Sinta mendelik


Na,,ikut kita yuk,,kita beli es krim"Ucap Alden


Hah?emm bo-"Ucap Nana terpotong


Al,,kita kan perginya cuman mau berdua aja,,kok ngajak Nana sih?"Ucap Sinta sok manja,,


Jujur saja Alden merasa risih dengan Sinta yang bersikap manja seperti ini,,padahal dulu waktu ia masih tinggal dengan Sinta,,Sinta adalah pribadi yang pendiam dan sama sekali bukan orang yang agresif seperti sekarang,,bahkan ia terkesan sangat cuek dulu,,berbeda sekali dengan sekarang


Sin jangan kaya gini,,jauhan dikit bisa kan"Ucap Alden menolak halus


Astagaa malunya


Sinta tersenyum kikuk,,ia merasa malu karena penolakan Alden


Yok Na,,ikut kita dari pada gabut di sini"Ucap Alden hendak menggandeng tangan Nana namun


Al yuk kita ke mobil kamu aja,,keburu hujan ntar,,liat deh udah mendung begini"Ucap Sinta langsung menyahut tangan Alden dan menarik tangan Alden menuju mobil dengan tidak tau malunya


Alden menyentak tangan Sinta


Sin"Bentak Alden menatap Sinta tajam,,Alden bukan orang bodoh,,ia tau apa yang di lakukan Sinta ini semata-mata untuk menjauhkan dirinya dan Nana


Sinta memasang wajah sendu saat Alden membentaknya,,ia mengiba agar Alden percaya dan merasa bersalah


Kok kamu bentak aku Al?emang aku salah apa?"Ucap Sinta tanpa rasa bersalah


Alden luluh,,ia lantas memeluk Sinta,,ia tak tega melihat seorang cewek menangis apalagi itu karena dirinya,,hingga ia tak menyadari keberadaan Nana di sana


Nana berlari menuju kamarnya,,ia tak bisa melihat kekasihnya yang justru memeluk cewek lain di hadapannya


Sinta tersenyum penuh kemenangan saat melihat Nana yang berlari dengan mata berkaca-kaca


Hi Riderin❤️Author udah Up nih,,maaf ya Author baru Up sekarang,,soalnya Author kematin-kemarin fokus sama UAS,,dan sekarang udah selesai UAS,,


Btw,,terkadang seseorang yang kita anggap baik dan lugu itu belum tentu mereka seperti itu,,bisa jadi itu hanyalah topeng agar banyak orang bisa tertipu,,,buat kalian harus pinter-pinter nih milih temen,sahabat,ataupun pasangan,,karena yang terlihat baik belum tentu baik dan yang terlihat jahat belum tentu jahat,,have fun:")