FROM ALDEN

FROM ALDEN
Kebohongan



Kalo mau,,nanti aku yang beliin,,ga usah kumpul-kumpulin uang begitu"Ucap Alden sambil menyuap puding ke dalam mulutnya


Nana mengangguk antusias


Skip


Abis ini cari angin dulu ya baru pulang,,supaya bisa nikmatin waktu berdua"Rengek Nana menggandeng lengan Alden manja


Iya"Ucap Alden mengelus kepala Nana


__________________


Hari demi hari kian berlalu,,Alden dan Nana sudah bertunangan,,Alden mengatakan ingin membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius,,mengingat Alden yang akan lanjut kuliah di luar negeri karena suatu hal,,iya Alden akan ke Jepang melanjutkan kuliahnya yang sudah berjalan di Indonesia,,walaupun sangat sulit dan berat rasanya,,bahkan Alden sempat menolak saat di beritahu oleh sang papa,,dua hari lagi Alden akan pergi ke Jepang


Babe,,"Panggil Nana lirih


Sejak Nana mengetahui kabar bahwa Alden akan ke luar negeri,,Nana tak pernah seceria dulu,,ia lebih banyak merenung dan jarang tersenyum,,Alden sendiri menyadari hal tersebut namun mau bagaimana lagi,,


Hm?kenapa sayang?senyum dong,,kamu akhir-akhir ini jarang banget senyum"Ucap Alden mengusap wajah kekasihnya


Beneran bakal ke luar negeri ya?aku gak mau babe,,pasti kangen"Ucap Nana merengek,,matanya berkaca-kaca,,Nana tak bisa membayangkan jika harus di tinggal oleh Alden,,yang setiap hari selalu mendampinginya,,kemana-mana selalu bersama dan selalu ada di saat suka maupun duka,,Nana sama sekali tak rela


Sayang,,jangan nangis,,kamu harus kuat,,kalo kamu begini aku ga akan bisa sayang jauh dari kamu,,aku mohon kali ini kamu dukung aku ya"Ucap Alden menatap kekasihnya itu,,jujur saja ia pun sama,,tak bisa jauh dan tak bisa ikhlas jauh dari Nana,,namun ia harus bisa menjadi sosok yang lebih dewasa dan tak bisa terus menerus menolak permintaan sang papa


Nana menangis sesenggukan mendengar ucapan Alden,,akhir-akhir ini topik pembicaraan mereka memang hanya ini,,pasti membahas tentang Alden yang akan pergi ke luar negeri,,mereka akhir-akhir ini juga jarang harmonis,,entah Nana yang tidak mood atau Alden yang berusaha mengalah dan memberikan waktu kepada Nana untuk berpikir,,


Nana pergi begitu saja,,ia masih belum bisa menerima hal ini,,walaupun di jarinya sudah tersemat sebuah cincin yang sangat indah,,namun ia sangat takut bahwa hubungannya tak akan berjalan lancar,,ia takut akan ada perusak ataupun penghalang hubungan mereka,,


Nana masuk ke kamarnya lalu mengunci dan langsung menangis sesenggukan di pojok ranjang


Aku gak akan bisa jauh dari kamu hiks,,gak bisa huhu"Ucap Nana di sela tangisannya,,ia menangis tersedu-sedu tak mempedulikan jika suaranya terdengar ke luar,,


Apa kita emang gak di takdirkan buat bareng?kenapa Al?kenapa?kalo emang gak bisa bareng kenapa harus di pertemukan"Ucap Nana lirih


Huaa aku ga bisa hiks hiks"Ucap Nana kesal memukul-mukul bantalnya


Hiks hiks,,aku ga yakin bisa jalanin hubungan ini,,pasti bakal banyak rintangannya hiks"Ucap Nana menelungkup di bantal miliknya


Hiks hiks,,


Nana terus menangis hingga akhirnya tertidur


Alden yang sedang duduk di sofa tadi bersama Nana sebenarnya mengikuti Nana ke kamarnya,,namun saat hendak membuka ternyata kamarnya di kunci,,karena kamar Nana yang tidak kedap suara,,Alden pun mendengar semua unek-unek yang Nana keluarkan,,


Alden menangis,,ia bisa merasakan apa yang Nana rasakan,,ia menangis sambil bersandar di pintu kamar Nana


Papa dan Mama Alden sebenarnya juga sangat sulit untuk memberitahukan kabar tersebut kepada Alden mengingat Alden yang sangat mencintai Nana dan susah jauh dari Nana,,namun karena terikat perjanjian oleh Direktur di sana,,papa Alden terpaksa melakukannya,,sebenarnya sudah lama namun papa Alden baru memberitahu sekarang karena ingin mencari saat yang tepat


Akhirnya dengan pasrah papa dan mama Alden memberitahukan kepada putranya tersebut,,dan memang benar mereka mendapat penolakan di awal namun seiring berjalannya waktu,,mereka memberi Alden pengertian akhirnya Alden setuju,,dan saat itu Alden belum memberitahu kepada Nana,,ia takut Nana terpukul mendengar kabar ini,,dan benar sekali,,dugaan Alden tepat,,belum lagi Nana yang tau bukan dari Alden melainkan Ari,,sahabat Alden yang tak sengaja keceplosan


Nana Alden dan ketiga sahabat Alden serta tambahan Tata dan Sisca,,mereka sedang berjalan-jalan santai di pantai,,


Seru banget ya babe,,aku pingin bisa terus kaya gini deh sama mereka semua"Ucap Nana menatap Alden yang setia merangkul pinggangnya,,ia melihat ke sahabat-sahabatnya yang sedang berlari-larian kesana-kemari sambil bermain air


Iya sayang,,seandainya"Ucap Alden tersenyum tak menyadari ucapannya


Seandainya?"Tanya Nana bingung menatap Alden intens


Alden gelagapan saat menyadari dirinya salah berucap


Maksudnya,,seandainya bisa terus ada waktu babe"Ucap Alden berusaha setenang mungkin


Nana manggut-manggut saja


Skip


Mereka saat ini sedang mengisi perut mereka yang keroncongan di sebuah lesehan makan gitu


Al,,lo gimana kapan ke Jepang?kabar-kabarin kita lah kalo di sana"Ucap Ari keceplosan sambil memakan makanannya tak menyadari ucapannya barusan


Nana menoleh,,matanya melotot,,tiba-tiba dadanya bergemuruh


Maksudnya apa babe?"Ucap Nana menatap Alden


Ari melotot saat menyadari ucapannya yang salah


Alden gelagapan,,ia menatap Ari tajam


Emm,,sayang ngga apa kok,,Ari kan biasa gitu ngomongnya ngelantur,,kelamaan jomblo sih lo"Ucap Alden sok renyah


Ga lucu,,aku tanya kamu bener babe!aku ga suka ya kalo kamu bohongin aku!"Sentak Nana kesal menatap Alden tajam


Babe,,gini-"Ucap Alden hendak menjelaskan


Tuh kan!kamu bohongin aku!jadi bener kamu bakal ke Jepang dan kamu ga ngomong apapun ke aku,,aku tau dari orang lain babe,,bukan dari kamu sendiri,,tega kamu"Bentak Nana tak peduli dengan pandangan orang yang menatap ke meja mereka


Na udah ih jangan teriak-teriak begitu,,biarin Alden jelasin dulu"Ucap Tata mengelus tangan Nana


Lepas!kamu tau juga,,hah iya?semua di sini tau?dan cuman aku di sini yang ga tau hah?bodoh banget sih aku haha"Ucap Nana terkekeh,,ia menertawakan dirinya sendiri


Sayang,,aku bisa jelasin-"Ucap Alden bingung,,ia memang berbohong dan menyembunyikan sesuatu,,kekasihnya tak salah memaki-makinya seperti itu karena itu adalah kebenarannya,,lalu yang mana yang harus ia sangkal


Apa?jelasin apa?kenapa baru sekarang?di saat aku udah tau dari sahabat kamu sendiri!dan itu pun karena ga sengaja,iya gitu?seandainya sekarang aku gak tau,,kapan kamu mau kasih tau hah?kapan?"Ucap Nana emosi,,bahkan air mata merembes keluar begitu saja


Alden mengusap kasar kepalanya,,


Hi Riderin❤️Author udah Up nih,,kita lanjut besok ya flashback nya😭