FROM ALDEN

FROM ALDEN
Rindu



...YUK VOTE CERITA INI DAN SEMUA KARYA AUTHOR,SUPAYA AUTHOR BISA TAMBAH SEMANGAT DAN TAU SIAPA AJA SIH YANG EXCITED BUAT MENANTI KARYA AUTHOR🥰🥰...


Para ART,,sopir dan tukang kebun lain sebenarnya mendengar pertengkaran tersebut namun mereka lebih memilih melakukan pekerjaan mereka dan tak ikut campur


ALDEN"Teriak seseorang dari arah pintu


____________________


Arka Andrew dan Ari menghampiri Alden yang sedang emosi,,Arka dan Ari menarik Alden untuk membersihkan luka Alden walau sedikit kesusahan karena Alden yang terus memberontak,,,


Lepasin gue!"Bentak Alden kepada dua sahabatnya yang menggiringnya ke wastafel


Gue belum selesai sama tu orang bangs*t "Teriak Alden


Al lo tenangin diri lo dulu,,jangan kaya gini!mereka orang tua lo,"Ucap Ari berusaha menenangkan Alden namun justru ucapan Ari membuat Alden tambah emosi


Alden menghempas tangan Arka dan Ari


Orang tua lo bilang hah??Bajing*n itu (menunjuk papa nya)manusia biadab!"Teriak Alden


ALDEN!"Teriak papa Alden menggema ke seluruh penjuru rumah,,ia sangat kesal karena anaknya tidak memihak dirinya melainkan memihak cewek yang tak jelas asal-usulnya,,ia memang mengaku salah karena dulu menelantarkan Alden,,namun ia menyangkal bahwa ini sepenuhnya kesalahan dia,,ia merasa melakukan semuanya untuk kebaikan dan kebahagiaan Alden


Apa hah?"Ucap Alden menantang


Kamu-"Ucap Papa Alden hendak menghampiri Alden namun,,


Om"Panggil Andrew membuat papa Alden menengok ke arahnya,,sedangkan Arka dan Ari kembali menarik Alden ke wastafel,,kali ini Alden tak memberontak


Papa Alden tak menjawab ataupun merespon ucapan Andrew namun ia tak beranjak dari tempatnya seakan ia ingin mendengar ucapan yang akan keluar dari mulut sahabat temannya


Om sadar kalo om kali ini keterlaluan?"Tanya Andrew perlahan


Papa Alden masih tak bergeming,,ia sama sekali tak merespon ucapan Andrew,,fyi,,Andrew datang membawa rekaman perdebatan papa Alden dan Nana yang ia salin dari HP pacarnya


Kenapa memangnya Andrew?tante masih gak ngerti kenapa sampai Alden dateng-dateng langsung marah-marah?"Bukannya Papa Alden yang menjawab namun kali ini Mama Alden lah yang menjawab,,karena melihat suaminya itu tetap bungkam


Lalu Andrew menghidupkan rekaman tentang perdebatan Nana dan Papa Alden


~~


Tante denger sendiri kan?Suami tante ini rela buat ngebuang anaknya ke tempat yang paling dibenci hanya untuk mencapai tujuannya,,sekarang saya tanya sama tante,,emang waktu tante masuk keluarga Dinata,,tante orang berada?keluarga tante sultan?kenapa tante dengan mudahnya menjudge Nana hanya karena ia tinggal di panti,,hanya karena orang tuanya sudah tidak ada?apa tante ga bisa melihat diri tante di diri Nana?hanya keadaan dan takdirnya saja yang berbeda,,bedanya ibu dari Tuan Dinata suami tante ini orang yang baik dan tidak angkuh hingga bisa menerima tante yang bukan siapa-siapa sebagai menantunya,,sedangkan tante?tante sebagai ibu dari sahabat saya Alden justru sebaliknya dari mertua tante,,tante angkuh terlalu membeda-bedakan dan menjudge orang tanpa tau bagaimana orang tersebut sebenarnya"Ucap Andrew lantang membuat kedua orang tua Alden bungkam,,Andrew juga sebenarnya muak dengan sikap orang tua Alden yang semena-mena mengatur hidup Alden,,hingga Andrew dan Tata mencari semua seluk beluk tentang keluarga Alden dan dapatlah sekarang,,walau jujur sebenarnya Andrew bimbang untuk mengatakan ini kepada mama Alden namun ia berpikir ini adalah yang terbaik hingga keluarlah ucapan itu dari mulutnya secara spontan


Sedangkan Mama Alden ia sebenarnya tak percaya suaminya bisa begitu lantang mengucapkan ancaman tentang kehidupan anaknya hanya untuk mencapai tujuannya,,Mama Alden memang tak menyukai Nana namun jika sampai mengenai anaknya apalagi Mama Alden sangat membenci Jerman karena anaknya yang memiliki trauma di sana


Sekarang saya tanya sama tante,,seandainya tante yang berada di posisi Nana,,apa tante bisa sekuat Nana??apa tante yakin cinta tante ke suami tante sekuat cinta Nana ke Alden yang sampai rela pergi jauh menghilang dari hadapan Alden hanya karena melindungi dan tak mau Alden terpuruk,,apa tante bisa melakukan itu jika tante berada di posisi Nana??dan om,,apa yang akan om lakuin jika om berada di posisi Alden??apa om akan menerima begitu saja keputusan orang tua om yang tidak mengijinkan om bersama tante?iya?apa om akan mengatakan,,"baik pah saya akan meninggalkannya" apakah itu kata-kata yang akan keluar dari mulut om?"Ucap Andrew emosi


Om dan tante sebagai orang tua Alden tak lebih dari saya mengetahui suka duka hidup Alden,,,apa kalian tau tentang Alden yang terpuruk dan sampai ke psikiater minggu lalu hanya karena rasa bersalahnya kepada Nan,,apa kalian tau hah?"Teriak Andrew emosi


Saya sebagai sahabat Alden jauh bisa lebih memahami Alden dari pada kalian,,seharusnya kalian menebus kesalahan kalian dulu yang telah menelantarkan Alden sewaktu kecil bukannya menambah kebencian Alden kepada kalian"Teriak Andrew


Lebih cepat kalian menyadari kesalahan kalian,,lebih baik kedepannya yang kalian dapatkan"Ucap Andrew kemudian keluar rumah menyusul Alden dan sahabatnya yang lain yang sudah berjalan keluar menuju mobil



Di sisi lain




Hahah kamu,,itu namanya kita di uji bisa ga kita ga serakah sama sesuatu,,coba kalo kita terima itu artinya kita serakah dek,,mau uang banyak tapi gak tau bisa di selesain apa nggak"Ucap Nana tertawa



Tolak aja dulu,,kasi alasan "maaf minggu ini tidak bisa menerima orderan karena pesanan menumpuk,,mohon permaklumannya"Ucap Nana sambil terus menguleni roti yang di buatnya



Kakak istirahat dulu deh mendingan,,dari tadi ga ada diemnya ngulen terus"Ucap Sisca khawatir



Kakak belum capek dik,,ntar lagi ini bisa di panggang kok"Ucap Nana tersenyum



Tapi kakak belum makan ihh,,makan dulu lah"Rengek Sisca menarik-narik lengan Nana



Hahah



Diem dulu dik"Ucap Nana sambil tertawa



Sisca memang begitu,,ia sangat suka bermanja-manja kepada kakaknya itu,,bukan karena caper atau bagaimana namun mereka berdua memang cocok dan selalu bisa mengerti satu sama lain



Iya iya habis ini selesai kakak langsung makan,,janji deh"Ucap Nana akhirnya,,asalkan kata janji sudah terucap dari mulut Nana,,Sisca pasti akan selalu mengingatnya



Yey,,,hari ini kita makan ayam goreng"Ucap Sisca antusias


Maafin kakak ya,,kita cuman bisa sesekali aja makan ayam goreng"Ucap Nana sedih menatap adiknya yang sangat antusias hanya karena menu makanan ayam,,padahal itu hanya hal yang sederhana


Kakak kok jadi mellow gini ihh"Ucap Sisca ikut sedih


Kakak Sisca sebenarnya suka juga kok kalo lauknya tempa sama sayur,,udah enak cuman kalo itu terus juga pasti bosen cuman itu aj,,bukan karena gak enak kak"Ucap Sisca membujuk kakaknya agar tidak sedih dan merasa bersalah


Nana mengangguk sambil tersenyum,,tak terasa air matanya menetes ia mengingat keluarga panti,,rindu,,Nana sangat merindukan mereka semua,,namun pergi dan menjauh dari mereka adalah pilihannya sendiri dan sudah sepantasnya Nana mampu melakukannya


Hi Riderin❤️Author udah Up nih,,,oh iya 2 hari lagi bakal hari raya otomatis Author bakal sibuk,,mungkin Author bakal jarang Up tapi doain semoga masih bisa di usahain Up ya🥰


YUK DUKUNG AUTHOR,KASI LIKE KOMEN SAMA VOTE NYA SUPAYA AUTHOR TAMBAH SEMANGATTT BUAT UP🥰🥰❤️❤️