FROM ALDEN

FROM ALDEN
Hukuman Sinta



Not bad,lebih enak karena di suapi kamu"Ucap Arka tersenyum kepada Sisca


Blush


Pipi Sisca memerah mendengar ucapan Arka yang menurutnya romantis


Sedangkan Ari,Alden dan Andrew mereka sebenarnya sedari tadi curi-curi pandang ke arah pasangan pendiam itu,mereka ingin melihat gaya pacaran sahabatnya yang pendiam itu,,dan mereka cukup terkejut dengan interaksi Arka dan Sisca hingga membuat mereka cekikikan sendiri


_______________


Hari demi hari kian berlalu,saat ini Alden sedang berusaha membujuk Nana agar di beri ijin keluar,Nana sudah merasa curiga dengan gelagat Alden yang mencurigakan maka dari itu ia terus saja merengek minta ikut kemanapun Alden pergi,


Ya,Alden saat ini sebenarnya ingin pergi untuk memberi pelajaran kepada Sinta


Aku mau ikut babe"Rengek Nana mengikuti kemanapun Alden pergi,ke dapur,ke ruang tamu bahkan ke kamar Alden pun


Apa sih hm?aku mau ke kamar mandi,mau ikut"Ucap Alden dengan nada menggoda


Iya kemanapun"Ucap Nana spontan,lalu ia menyadari kebodohannya,menggeleng dengan cepat


Ngga ikut,sana masuk aku tunggu di sini"Ucap Nana berjalan cepat menuju ranjang Alden


Alden terkekeh melihat raut wajah malu Nana


Skip


Aku keluar sebentar ya sayang,"Ucap Alden mengelus kepala Nana yang ternyata ketiduran di ranjangnya karena menunggu Alden yang tak kunjung keluar dari kamar mandi


Chup


Alden mengecup kening Nana sekilas


Eungh"Lenguh Nana yang merasa terganggu tidurnya,ia menggeliatkan badannya dan membalik posisi membelakangi Alden,,


Alden bernafas lega,


Untung ngga bangun"Batin Alden sambil mengelus dada


Lalu Alden memutuskan untuk cepat keluar dari kamarnya dan membiarkan Nana tidur nyenyak di dalam kamarnya


Gimana Nana?"Tanya Arka saat melihat Alden yang keluar dari kamarnya sendiri


Tadi saat di kamar mandi sebenarnya Alden mandi,tapi sengaja di lama-lamain supaya Nana ketiduran,Alden juga sempat menelpon teman-temannya dan memberi kabar bahwa Nana sudah tidur lalu ia menyuruh temannya untuk datang ke rumahnya


Udah tidur,kita berangkat sekarang"Ucap Alden


Kalian duluan,gue mau ke mama dulu nitip Nana"Ucap Alden lagi kepada sahabatnya


Andrew,Arka dan Ari mengangguk lalu keluar dari kediaman Alden lebih dulu


Tok Tok


Mama"Panggil Alden usai mengetuk pintu kamar sang mama


Ceklek


Mama Alden keluar dengan penampilan urakan sambil mengucek matanya,pasti baru bangun tidur"Pikir Alden


Emang Nana tidur,kok ga bilang langsung tadi?"Ucap Mama Alden merasa ada yang tak beres


Ehm,,itu Nana tidur di kamar Alden,sebenarnya Nana minta ikut sama Alden cuman ya Alden ga kasi"Ucap Alden sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal


Ya udah,mama percaya sama kamu,hati-hati"Ucap mama Alden mengelus pundak putranya sambil tersenyum


Okay ma,Alden berangkat"Ucap Alden


Skip


Maaf"Satu kata itu lolos begitu saja dari bibir seorang cewek dengan penampilannya yang sangat miris,kala melihat tatapan tajam dari Alden


Jelasin"Ucap Alden tegas,saat ini bukan kata maaf ataupun pembelaan yang ingin ia dengar dari mulut cewek di hadapannya,namun alasan dan penyebab cewek di hadapannya ini sampai tega dan bertindak nekat


Sinta,cewek itu adalah Sinta,saat ini Alden benar-benar tak menunjukkan rasa simpatinya kepada Sinta,yang ada hanya tatapan kebencian saja kepada Sinta tak ada lagi Alden yang hangat dan tersenyum manis kepada Sinta,


Aku,,aku cinta Al sama kamu,,aku gak mau kalo dia yang bisa milikin kamu,aku yang selalu ada saat kamu terpuruk aku selalu berusaha untuk ada di saat kamu seneng maupun sedih,tapi malah dia yang selalu kamu bela dan selalu kamu nomor satukan,dia perusak Al,dia ngerebut kamu dari aku"Ucap Sinta tak tau malu walaupun sebenarnya bibirnya bergetar kala mengucapkan semua itu


Alden menatap Sinta tak percaya,bisa-bisanya cewek yang terlihat polos dan lembut di hadapannya saat ini mengatakan Nana seperti itu,benar-benar menguras emosi Alden


Hey,,Nana tunangan Alden,lo cuman orang baru dan dengan tak tau malunya mengatakan kalau Nana perebut,ngaca!"Ucap Ari pedas tak tahan dengan ucapan Sinta yang begitu tak tau malu


Munafik!"Ucap Alden dingin


Sinta menangis mendengar ucapan Alden yang di tujukan kepadanya


Bukan aku yang munafik,tapi Nana,cewek itu JALANG!"Ucap Sinta menekankan kata Jalan di akhir kalimatnya


PLAK


Alden melayangkan tamparannya di pipi mulus Sinta,jujur saja ia sangat tak suka mendengar orang lain mengatakan yang tidak-tidak tentang Nana,ia tak akan segan untuk melenyapkan orang tersebut walaupun cewek sekalipun


Tampang polos,hati busuk"Ucap Alden usai menampar Sinta,ia mencengkram rahang Sinta hinga si empunya mendongak


Denger baik-baik,Nana selalu gue cinta,dia cewek satu-satunya yang akan selalu gue cinta,ok gue berterima kasih karena selama gue amnesia lo yang selalu ada buat gue,tapi gue ga pernah minta lo buat selalu manas-manasin Nana saat di kediaman gue,jangan lo pikir gue gak tau akal bulus lo Sinta,gue masih diem karena gue ngehargain lo saat itu,dan JUJUR gue ga percaya saat tau lo adalah dalang di balik penusukan Nana,IBLIS"Ucap Alden menekankan kata Jujur dan Iblis,di sertai kekehan di akhir kalimatnya


Al,aku,,aku khilaf maaf,aku mohon aku tau kamu pasti cinta juga kan sama aku,,aku aku bisa liat kok kalo kamu ada rasa sama aku"Ucap Sinta sebenarnya gugup,namun rasa tak tau malunya lebih besar yang membuatnya tebal muka dan dengan gamblangnyq mengatakan bahwa Alden menyukai dirinya


Hahaha"Tawa Andrew,Arka dan Ari menggema di ruangan tersebut,mereka menertawakan kebodohan cewek di hadapan mereka saat ini,bahkan Arka yang biasanya tak pernah tertawa seperti itu ikut tertawa melihat begitu percaya dirinya cewek bodoh di hadapannya


Jalang"Ucap Andrew mencibir


NGGAK!GUE BUKAN JALANG!"Teriak Sinta berkata gue saat berbicara kepada sahabat Alden


Muka aslinya mulai keliatan,ga selembut dan sepolos wajahnya "Ucap Andrew terkekeh saat melihat Sinta yang gelagapan karena keceplosan bicara kasar karena kelewat emosi


Ngga,,ngga Al,aku aku gak gitu,aku tadi-"Ucap Sinta gelagapan saat melihat Alden yang sudah sangat muak melihat dirinya


DIAM!"Bentak Alden memotong ucapan Sinta,ia sudah muak dan tak tahan melihat wajah Sinta yang sok polos


Habisin"Ucap Alden tegas,lalu ia meninggalkan ruangan itu dan membiarkan anak buahnya yang bekerja


Alden,Andrew Arka dan Ari dapat mendengar dengan jelas teriakan Sinta yang akan menemui malaikat maut