
Saat ini mereka sudah mempersiapkan alat-alat dan bahan dan sudah di tata di halaman belakang rumah Alden
Al sebelum mulai nih,,kita mau ngasi tau sesuatu,,perkembangan kasus yang mau nusuk Nana waktu itu"Ucap Arka
Mereka semua merapat saat mendengar hal itu
Hm,siapa?"Ucap Alden dingin,,tiba-tiba emosi nya naik kala mengingat orang tersebut dengan bangs*tnya ingin menusuk Nana
Sinta"Ucap Arka dan Ari berbarengan
___________
Anjing"Umpat Alden kesal,ia sama sekali tak menyangka Sinta lah dalang di balik konspirasi tersebut,,Alden merasa kecewa dengan Sinta yang sudah di anggapnya sebagai teman itu
Kalian ga salah?emm maksud aku,,kenapa Sinta bisa ngelakuin itu,,pasti dia punya alasan kan"Ucap Nana seketika bodoh,padahal ia tau sendiri bahwa Sinta tertarik dengan kekasihnya dan terus berusaha menghancurkan hubungan mereka berdua
Astaga Na,masa kamu lupa sih kalo Sinta itu naksir sama Alden,lagian dia kan sering ngancam-ngancam kamu ups,aduh"Ucap Tata keceplosan langsung membekap mulutnya,selama ini Nana memang selalu curhat dengan Tata dan Sisca soal Sinta yang selalu menempel dengan Alden,namun Nana tak mau sampai Alden tau ataupun sahabat-sahabatnya itu memberi tau Alden,karena Nana takut Alden tak percaya mengingat Alden yang sedang hilang ingatan
Nana melotot,ia baru mengingat hal tersebut saking tegangnya,namun ia langsung di tatap tajam oleh Alden setelah usai Tata berbicara
Maksudnya apa babe?jadi selama ini Sinta selalu ngancem-ngancem kamu iya?"Sentak Alden dengan rahang yang mengetat,ia sangat kesal sekali mendengar hal ini,sungguh di luar dugaan
Eng,,enggak bukan gitu sayang,,hm sebenarnya emang iya kalo Sinta tertarik sama kamu tapi,,em ya wajar kalo dia begitu"Ucap Nana yang sudah tak bisa mengelak dan tak bisa mencari alasan lagi
Di mana dia sekarang?"Tanya Alden kepada Arka dan Ari
Di markas,kemarin dia udah kita bawa ke markas Al"Ucap Arka
Alden lantas bangun dari duduknya dengan wajah berapi-api
Al,,babe tunggu mau ke mana?"Tanya Nana sambil menahan tangan Alden
Aku ada urusan sebentar sayang"Ucap Alden lembut mengelus wajah Nana,ia berusaha menekan emosinya agar tak melukai kekasihnya
Gak mau,,kita lanjut aja yuk,barbeque an nya belum selesai bahkan belum di mulai dan kamu udah mau pergi gitu aja"Ucap Nana cemberut dengan mata berkaca-kaca,,ia tak mau Alden sampai menyakiti Sinta,bagaimanapun juga Sinta seorang cewek tak sepantasnya disakiti
Sayang,,aku bakal balik,urusannya sebentar hm"Ucap Alden berjongkok di hadapan Nana,,menggenggam kedua tangan Nana
Nana menggeleng
Jangan Nangis dong"Ucap Alden
Nana menyeka air matanya yang mulai menetes sebelum tangan Alden sampai di wajahnya
Gak mau,,ga boleh pergi babe,,di sini aja,kalo kamu pergi aku ikut"Ucap Nana merengek
Ini udah malem sayang,,aku cuman sebentar"Ucap Alden menggertakkan giginya,,tak tahan ingin membalas perbuatan Sinta kepada kekasihnya selama ini
Nana menggeleng dengan bibir melengkung ke bawah seperti anak kecil
Huft
Ya udah,,aku ga jadi pergi kita ke kamar dulu,,kamu cuci muka dulu sayang"Ucap Alden bangun dari posisi jongkoknya dan menggandeng tangan Nana menuju kamarnya
Jangan nangis lagi hm"Ucap Alden mengusap wajah Nana
Nana mengangguk
Sedangkan Arka,Ari dan Andrew yang sejak tadi mengintip menghembuskan nafas lega saat Nana berhasil membujuk Alden agar tidak pergi,mereka sudah tau apa yang akan Alden lakukan dengan dalang di balik penusukan Nana,,ia audah berjanji siapapun orangnya ia akan menyiksanya dengan tangannya sendiri lalu melenyapkan orang tersebut
Skip
Jangan nangis lagi ya"Ucap Alden berjongkok di hadapan Nana yang sedang duduk di pinggir ranjang miliknya
Nana mengangguk
Jangan sakitin Sinta Al"Ucap Nana memelas
Chup
Manggilnya apa?"Ucap Alden mengintimidasi
Maaf,,ngga di ulangin janji"Ucap Nana menunduk
Ya udah yuk ke belakang,,yang lain pasti udah nunggu"Ucap Alden sebenarnya ingin menghindari permintaan Nana soal Sinta
Jawab dulu,jangan menghindar"Ucap Nana memegang tangan Alden yang hendak berdiri
Jawab apa hm?"Ucap Alden memeluk pinggang Nana dan mendusel-dusel di perut Nana
Jangan gitu ih geli"Ucap Nana mendorong kepala Alden
Alden terkekeh
Makanya ayok ke belakang,katanya mau barbeque an"Ucap Alden
Iya tapi janji dulu jangan sakitin Sinta"Ucap Nana
Alden diam tak menjawab
Jawab babe"Ucap Nana menggoyang bahu Alden
Aku ga janji"Ucap Alden langsung bangun dan menarik tangan Nana menuju halaman belakang rumahnya
Skip
Udah selesai urusannya?"Ucap Tata kepada Nana
Nana mengangguk
Nih Al,,lo mau manggang daging atau sosis?"Ucap Ari
Bebas"Ucap Alden
Jujur saja sebenarnya mood Alden berantakan usai mendapat kabar tentang Sinta itu,namun ia juga tak mau membuat kebersamaan mereka kali ini yang sudah di rencanakan dengan matang gagal hanya karena dirinya
Kau mau manggang juga boleh kan?"Tanya Nana kepada mereka yang sedang memanggang,siapa lagi kalau bukan Alden,Ari,Arka dan Andrew,sedangkan Tata,Nana dan Sisca sedang memotong-motong sosis dan sayur
Jangan sayang"Ucap Alden melarang
Ih kenapa,kan seru babe,boleh ya"Ucap Nana penuh harap,sepertinya seru memanggang-manggang begitu
Ga boleh sayang,,nanti kena panas,lagian nanti kamu gosong kalo manggang begini"Ucap Alden menatap Nana tajam
Nana ciut,,tak jadi dan tak berani melawan Alden
Ya udah deh ga jadi,aku buat minum aja ya,lagian ini juga udah mau selesai"Ucap Nana bangun dari duduknya
Ta lo temenin Nana"Ucap Alden
Tata mengangguk
Ka lo sama Sisca aja potong sayur ini biar gua yang handle"Ucap Alden kepada Arka
Arka dengan senang hati menerimanya,ia juga senang berduaan dengan kekasihnya itu
Kak Arka mau ini ngga?suka makan tomat mentah?"Tanya Sisca basa-basi karena canggung berdekatan dengan Arka,,setelah sekian lama mereka baru berduaan lagi,sisanya hanya chat'an dan VC an saja
Lumayan"Ucap Arka langsung mengambil tomat di tangan Sisca dan langsung memasukkan tomat itu ke dalam mulutnya
Not bad,lebih enak karena di suapi kamu"Ucap Arka tersenyum kepada Sisca
Blush
Pipi Sisca memerah mendengar ucapan Arka yang menurutnya romantis
Sedangkan Ari,Alden dan Andrew mereka sebenarnya sedari tadi curi-curi pandang ke arah pasangan pendiam itu,mereka ingin melihat gaya pacaran sahabatnya yang pendiam itu,,dan mereka cukup terkejut dengan interaksi Arka dan Sisca hingga membuat mereka cekikikan sendiri