FROM ALDEN

FROM ALDEN
Mereda



Saat ini mereka sudah mempersiapkan alat-alat dan bahan dan sudah di tata di halaman belakang rumah Alden


Al sebelum mulai nih,,kita mau ngasi tau sesuatu,,perkembangan kasus yang mau nusuk Nana waktu itu"Ucap Arka


Mereka semua merapat saat mendengar hal itu


Hm,siapa?"Ucap Alden dingin,,tiba-tiba emosi nya naik kala mengingat orang tersebut dengan bangs*tnya ingin menusuk Nana


Sinta"Ucap Arka dan Ari berbarengan


___________


Anjing"Umpat Alden kesal,ia sama sekali tak menyangka Sinta lah dalang di balik konspirasi tersebut,,Alden merasa kecewa dengan Sinta yang sudah di anggapnya sebagai teman itu


Kalian ga salah?emm maksud aku,,kenapa Sinta bisa ngelakuin itu,,pasti dia punya alasan kan"Ucap Nana seketika bodoh,padahal ia tau sendiri bahwa Sinta tertarik dengan kekasihnya dan terus berusaha menghancurkan hubungan mereka berdua


Astaga Na,masa kamu lupa sih kalo Sinta itu naksir sama Alden,lagian dia kan sering ngancam-ngancam kamu ups,aduh"Ucap Tata keceplosan langsung membekap mulutnya,selama ini Nana memang selalu curhat dengan Tata dan Sisca soal Sinta yang selalu menempel dengan Alden,namun Nana tak mau sampai Alden tau ataupun sahabat-sahabatnya itu memberi tau Alden,karena Nana takut Alden tak percaya mengingat Alden yang sedang hilang ingatan


Nana melotot,ia baru mengingat hal tersebut saking tegangnya,namun ia langsung di tatap tajam oleh Alden setelah usai Tata berbicara


Maksudnya apa babe?jadi selama ini Sinta selalu ngancem-ngancem kamu iya?"Sentak Alden dengan rahang yang mengetat,ia sangat kesal sekali mendengar hal ini,sungguh di luar dugaan


Eng,,enggak bukan gitu sayang,,hm sebenarnya emang iya kalo Sinta tertarik sama kamu tapi,,em ya wajar kalo dia begitu"Ucap Nana yang sudah tak bisa mengelak dan tak bisa mencari alasan lagi


Di mana dia sekarang?"Tanya Alden kepada Arka dan Ari


Di markas,kemarin dia udah kita bawa ke markas Al"Ucap Arka


Alden lantas bangun dari duduknya dengan wajah berapi-api


Al,,babe tunggu mau ke mana?"Tanya Nana sambil menahan tangan Alden


Aku ada urusan sebentar sayang"Ucap Alden lembut mengelus wajah Nana,ia berusaha menekan emosinya agar tak melukai kekasihnya


Gak mau,,kita lanjut aja yuk,barbeque an nya belum selesai bahkan belum di mulai dan kamu udah mau pergi gitu aja"Ucap Nana cemberut dengan mata berkaca-kaca,,ia tak mau Alden sampai menyakiti Sinta,bagaimanapun juga Sinta seorang cewek tak sepantasnya disakiti


Sayang,,aku bakal balik,urusannya sebentar hm"Ucap Alden berjongkok di hadapan Nana,,menggenggam kedua tangan Nana


Nana menggeleng


Jangan Nangis dong"Ucap Alden


Nana menyeka air matanya yang mulai menetes sebelum tangan Alden sampai di wajahnya


Gak mau,,ga boleh pergi babe,,di sini aja,kalo kamu pergi aku ikut"Ucap Nana merengek


Ini udah malem sayang,,aku cuman sebentar"Ucap Alden menggertakkan giginya,,tak tahan ingin membalas perbuatan Sinta kepada kekasihnya selama ini


Nana menggeleng dengan bibir melengkung ke bawah seperti anak kecil


Huft


Ya udah,,aku ga jadi pergi kita ke kamar dulu,,kamu cuci muka dulu sayang"Ucap Alden bangun dari posisi jongkoknya dan menggandeng tangan Nana menuju kamarnya


Jangan nangis lagi hm"Ucap Alden mengusap wajah Nana


Nana mengangguk


Sedangkan Arka,Ari dan Andrew yang sejak tadi mengintip menghembuskan nafas lega saat Nana berhasil membujuk Alden agar tidak pergi,mereka sudah tau apa yang akan Alden lakukan dengan dalang di balik penusukan Nana,,ia audah berjanji siapapun orangnya ia akan menyiksanya dengan tangannya sendiri lalu melenyapkan orang tersebut


Skip


Jangan nangis lagi ya"Ucap Alden berjongkok di hadapan Nana yang sedang duduk di pinggir ranjang miliknya


Nana mengangguk


Jangan sakitin Sinta Al"Ucap Nana memelas


Chup


Manggilnya apa?"Ucap Alden mengintimidasi


Maaf,,ngga di ulangin janji"Ucap Nana menunduk


Ya udah yuk ke belakang,,yang lain pasti udah nunggu"Ucap Alden sebenarnya ingin menghindari permintaan Nana soal Sinta


Jawab dulu,jangan menghindar"Ucap Nana memegang tangan Alden yang hendak berdiri


Jawab apa hm?"Ucap Alden memeluk pinggang Nana dan mendusel-dusel di perut Nana


Jangan gitu ih geli"Ucap Nana mendorong kepala Alden


Alden terkekeh


Makanya ayok ke belakang,katanya mau barbeque an"Ucap Alden


Iya tapi janji dulu jangan sakitin Sinta"Ucap Nana


Alden diam tak menjawab


Jawab babe"Ucap Nana menggoyang bahu Alden


Aku ga janji"Ucap Alden langsung bangun dan menarik tangan Nana menuju halaman belakang rumahnya


Skip


Udah selesai urusannya?"Ucap Tata kepada Nana


Nana mengangguk


Nih Al,,lo mau manggang daging atau sosis?"Ucap Ari


Bebas"Ucap Alden


Jujur saja sebenarnya mood Alden berantakan usai mendapat kabar tentang Sinta itu,namun ia juga tak mau membuat kebersamaan mereka kali ini yang sudah di rencanakan dengan matang gagal hanya karena dirinya


Kau mau manggang juga boleh kan?"Tanya Nana kepada mereka yang sedang memanggang,siapa lagi kalau bukan Alden,Ari,Arka dan Andrew,sedangkan Tata,Nana dan Sisca sedang memotong-motong sosis dan sayur


Jangan sayang"Ucap Alden melarang


Ih kenapa,kan seru babe,boleh ya"Ucap Nana penuh harap,sepertinya seru memanggang-manggang begitu


Ga boleh sayang,,nanti kena panas,lagian nanti kamu gosong kalo manggang begini"Ucap Alden menatap Nana tajam


Nana ciut,,tak jadi dan tak berani melawan Alden


Ya udah deh ga jadi,aku buat minum aja ya,lagian ini juga udah mau selesai"Ucap Nana bangun dari duduknya


Ta lo temenin Nana"Ucap Alden


Tata mengangguk


Ka lo sama Sisca aja potong sayur ini biar gua yang handle"Ucap Alden kepada Arka


Arka dengan senang hati menerimanya,ia juga senang berduaan dengan kekasihnya itu


Kak Arka mau ini ngga?suka makan tomat mentah?"Tanya Sisca basa-basi karena canggung berdekatan dengan Arka,,setelah sekian lama mereka baru berduaan lagi,sisanya hanya chat'an dan VC an saja


Lumayan"Ucap Arka langsung mengambil tomat di tangan Sisca dan langsung memasukkan tomat itu ke dalam mulutnya


Not bad,lebih enak karena di suapi kamu"Ucap Arka tersenyum kepada Sisca


Blush


Pipi Sisca memerah mendengar ucapan Arka yang menurutnya romantis


Sedangkan Ari,Alden dan Andrew mereka sebenarnya sedari tadi curi-curi pandang ke arah pasangan pendiam itu,mereka ingin melihat gaya pacaran sahabatnya yang pendiam itu,,dan mereka cukup terkejut dengan interaksi Arka dan Sisca hingga membuat mereka cekikikan sendiri