FROM ALDEN

FROM ALDEN
Kangen



...YUK VOTE CERITA INI DAN SEMUA KARYA AUTHOR,SUPAYA AUTHOR BISA TAMBAH SEMANGAT DAN TAU SIAPA AJA SIH YANG EXCITED BUAT MENANTI KARYA AUTHOR🥰🥰...


Gue emang salah,ga seharusnya gue kaya gini,gue harus bangkit,gue harus perjuangin cinta gue"Batin Alden


_____________________________


Setelah hari di mana Arka menasehati Alden,saat itu pula Alden bertekad untuk berubah,ia ingin bangkit dari keterpurukannya


Sedangkan Nana,Nana memang sudah mulai merasa nyaman dengan sosok Alden,Alden memang cowok playboy,kasar,dan suka seenaknya tapi menurut Nana,dibalik semua itu Alden adalah orang yang tulus,baik dan bertanggung jawab,Nana bisa menilainya sendiri saat ia berkunjung ke apartemen Alden,saat Alden ke panti,Alden adalah sosok yang perduli itulah yang membuat Nana merasa nyaman dan mungkin bisa di bilang Nana merasa kehilangan saat ini


Nana POV


Aku tau aku bukanlah cewek berada cewek yang di idam-idamkan semua cowok,tapi kenapa sih?kenapa dia harus buat aku nyaman sama dia?kenapa dia harus bikin aku salah paham dan berharap lebih sama dia,salah aku apa????apa mungkin aku jatuh cinta sama dia heh (Nana terkekeh mentertawakan kebodohannya sendiri)"Ucap Nana bermonolog sembari duduk di ujung kamarnya dan menelungkupkan kepalanya di sela-sela lutut kakinya yang ditekuk


Aku cuman jadi bahan taruhan!aku ga penting sama sekali buat dia!aku yang terlalu berharap selama ini,dan aku juga yang harus merasa paling tersakiti sekarang hiks,aku bodoh aku bodoh hiks"Ucap Nana mulai terisak kembali sambil memukul-mukul kepalanya untuk melampiaskan kekesalannya,belakangan ini Nana memang sering merenung,diam,Nana bukan lagi cewek aktif yang selalu ceria,Nana ceria sudah mati yang ada hanya Nana yang akan tersenyum kecut,Tata selalu menasehati Nana untuk melupakan semua hal tentang Alden,dan Nana pun tak pernah menolak tapii,,,,keinginannya bertolak belakang dengan hatinya,semakin ingin melupakan justru semakin melekat,itu lah yang membuat Nana frustasi



Nana dan Alden berpapasan,Alden selalu berusaha untuk berbicara dengan Nana,namun Nana selalu menghindarinya,entah memilih jalan yang berbeda atau membuang muka hingga Alden jengah,,,ia sudah tidak tahan menahan rindu yang meluap yang selama ini di tahannya,ia selalu ingin memeluk dan mencium Nana setiap kali melihatnya,rindu ia sangat rindu,tapi ia berusaha mati-matian menahan semua itu



Nana pun sama,namun ia berusaha keras menutupi rasa rindunya kepada seorang cowok yang bisa membuat hatinya sakit sesakit-sakitnya dan cinta secinta-cintanya secara berbarengan,Nana sengaja menghindar dari Alden agar rindu yang selama ini ia pendam tak menguar,rindu jahilnya Alden,rindu sosok Alden yang suka seenaknya,rindu sosok Alden yang keras kepala dan emosian ahhh,rasanya sangat sulit jika masih berada dalam satu halaman sekolah seperti ini,pasti akan bertemu saja"Pikir Nana



Alden menarik tangan Nana saat ia berpapasan di tangga,Alden sudah tak bisa lagi menahan rasa rindunya kepada Nana,sedangkan Nana yang ditarik tidak memberontak sama sekali,,,Alden membawa Nana ke rooftop



Sampai di rooftop,Alden langsung memeluk Nana,tak ada yang memulai bicara keduanya saling diam,,,Nana tak menolak namun juga tak membalas pelukan Alden,kedua tangannya masih setia menggantung di sisi kanan dan kiri tubuhnya



Na,gue kangen"Bisik Alden di telinga Nana,Nana tak merespon ia masih berperang dalam pikirannya,satu sisi ia kangen dengan cowok yang berada di hadapannya saat ini namun egonya juga tinggi yang membuat dirinya enggan membalas pelukan ataupun membalas ucapan dari cowok di hadapannya ini



Na"Ucap Alden mengurai pelukannya dengan Nana,dipegangnya kedua bahu Nana ia sangat merindukan wajah cewek di hadapannya ini



Chup



Alden memberanikan diri mencium bibir Nana,saat merasa Nana tak menolak ciumannya,Alden menyusupkan lidahnya untuk bisa masuk dan mengabsen setiap inci dari mulut Nana,Nana yang sadar dengan apa yang ia lakukan saat ini,mendorong bahu Alden namun sia-sia Alden sedang mencurahkan rasa rindunya kepada cewek yang berada di hadapannya saat ini,cewek yang mampu membuatnya gila,cewek yang mampu membuatnya kalang kabut,hanya dia,hanya Nana satu-satunya cewek yang menghindari dirinya



Puas dengan kegiatan lum\*t \*\*\*\*\*\*\* nya Alden melepaskan tautan bibir mereka



Clap



Alden menatap mata Nana,terlihat di sana mata Nana berkaca-kaca,dalam benaknya Alden berfikir,apa Nana akan membencinya setelah ini,apa Nana akan semakin menghindarinya setelah ini?dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan dalam benaknya yang mampu membuatnya gusar



Na-"Ucap Alden terpotong



Grep



Hiks hiks



Aku juga kangen Al"Ucap Nana lirih,tapi Alden masih bisa mendengarnya karena saat ini mereka sama sekali tak berjarak,Nana memeluknya?"Pikir Alden senang



Nana sejak tadi berperang batin,antara iya dan tidak,namun hati mengalahkan egonya rindu itu mengalahkan sakitnya,dan akhirnya Nana melepaskan rasa rindunya yang sudah ia pendam



Hiks Hiks



Ak,,,Aku"Ucap Nana yang masih terisak dan tak mampu melanjutkan ucapannya



Udah,tenang sayang,jangan nangis lagi udah ya"Ucap Alden lembut menenangkan Nana dengan mengelus-elus kepala belakang Nana




Nana masih saja sesenggukan di pelukan Alden,ia tak bisa menahan air matanya agar tidak keluar,namun apalah daya,*cewek lebih perasa dari cowok,dan cowok tak pernah bisa memahami hal tersebut*



Udah jangan nangis sayang"Ucap Alden mengurai pelukan tersebut,ia memandang wajah cewek yang ia cintai yang saat ini berada di hadapannya dalam keadaan kacau,mata sembab,bibir bengkak karena ulahnya,serta hidung yang memerah dan masih saja Nana meneteskan air matanya dan ia masih saja sesenggukan



Hiks



Sayang"Ucap Alden lembut sembari menyeka air mata Nana yang menetes



Udah jangan nangis lagi,nanti kamu capek kita duduk dulu"Ucap Alden



Nana menggeleng



Kenapa hm?"Tanya Alden bingung



S,,,sudah mau bel,se,,,sebentar lagi masuk kelas,sebaiknya kita kembali ke kelas ma,,masing-masing"Ucap Nana sesenggukan mendongak ke atas untuk menatap Alden yang setia memandanginya



Shut up baby,kita duduk dulu,kamu tenangin diri kamu okay"Ucap Alden lembut



Nana tak merespon,ia masih saja mendongak ke atas memandangi wajah Alden



Sayang"Ucap Alden lembut menyentuh bahu Nana



Nana tersentak



Duduk dulu,kamu tenangin diri kamu dulu ya?"Ucap Alden lembut



Nana mengangguk



Maaf"Satu kata lolos dari bibir Alden


Nana menoleh ke arah Alden yang duduk di sebelahnya


Nana tersenyum lalu mengangguk


Boleh aku jelasin tentang em,,itu sama kamu?"Tanya Alden menatap Nana,Alden tak mau Nana terus menerus salah paham kepadanya


Nana menggeleng


Ga usah di bahas lagi Al,lupain aja"Ucap Nana tersenyum,namun sebenarnya ia juga penasaran


Alden menggeleng


Aku gak mau kamu terus salah paham,aku memang salah waktu itu tapi aku,,,"Ucap Alden


Nana tersenyum


Ya udah,silahkan"Ucap Nana sembari tersenyum memperlihatkan giginya


Seneng ga kalian?Alden sama Nana udah baikan?Yuk kasi vote sama sarannya selalu buat Author,Author tunggu nih.


1


2


3


Terimakasih Riderin❤️


Luv U🥰


YUK DUKUNG AUTHOR,KASI LIKE KOMEN SAMA VOTE NYA SUPAYA AUTHOR TAMBAH SEMANGATTT BUAT UP🥰🥰❤️❤️