
Hari ini merupakan hari yang menggembirakan bagi derren sebab selama dua hari deren dan orang tuanya akan mengikuti lomba family gatring yang diadakan oleh sekolah deren.
Di dalam mobil yang di kendarai siwon. deren terus bernyanyi. sesekali siwon maupun yoona membenarkan nyanyian deren yang salah.
setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka pun sampai. keluarga mereka harus mendaftar dulu, siwon pergi untuk mendaftar sedangkan yoona menemui tiffani sahabatnya yang juga merupakan orang tua dari teman deren, lee sung ri.
" tiffani." seru yoona
tiffani yang sedang merapikan pakaian sung ri pun menoleh. senyumnya melebar saat tau yang manggilnya adalah yoona
" yoona! " seru tiffani
" bagaimana kabarmu," tanya yoona
" baik, aku kira kamu akan menghindari acara ini, seperti tahun lalu." ejek tiffani
" derren memaksa untuk ikut, aku tidak ingin ia bersedih" jawab yoona sambil mengusap rambut deren.
" dengan siapa kamu kesini yoona?" tanya tiffani
" aku bersama appa deren." jelas yoona
" choi siwon sudah kembali, dimana ba***ngan itu." seru tiffani sambil melihat sekitar
memang tiffani tahu sedikit tentang perceraian yoona dan bagaimana terpuruknya yoona setelah perceraiannya dengan siwon.
flasback
selama berhar-hari yoona selalu mengurung dirinya di kamar, samapai pada suatu hari tiffani yang ingin menjenguk temannya itu melihat yoona tergletak du samping tempat tidur. dengan panik tiffani membawa yoona kerumah sakit saat itu tidak ada orang di rumah appa dan oppa yoona tengah bekerja.
rasa cemas meliputi tiffani, ia takut sesuatu yang buruk akan menimpa yoona, yoona adalah teman terbaiknya.
setelah beberapa saat dokter pun keluar, tiffani yang melihat itu langsung mengdatangi dokter tersebut.
"bagaimana keadaan teman saya dok," tanya tiffani .
" dimana wali pasien" tanya dokter
" sebentar lagi dia datang dok, anda bisa bilang pada saya" jawab tiffani.
" teman anda hanya stres,dan kelelahan. kondisi ini tidak baik untuk kandungannya. saya harap untuk keluarga ibu yoona menjaga ibu yoona agar tidak stres dan kelelahan kehamilan ibu yoona sudah menginjak usia dua bulan." papar dokter.
tiffani yang terkejut hanya bisa mengangguk saat dokter tersebut pergi.
" bagaimana aku menyampaikan berita ini " gumam tiffani dengan gelisah
saat sedng melamun tiba-tiba ada yang menepuk bahunya.
" oppa." seru tiffani
" bagaimana keadaan yoona." tanya lim siwan
" ada apa?" tanya siwan
"oppa bisakah kita bicara sebentar ini tentang yoona." jawab tiffani
"bicaralah," kata siwan
" oppa yoona hamil "seru tiffani sambil menundukan. kepalanya.
" apa!" appa yoona yang baru sampai terkejut atas kata-kata tiffani.
" apa yang kamu katakan benar tiffani. yoona hamil. tanya appa yoona
" benar ajushi, yoona hamil 2 bulan." jawab tiffani
" aku akan pergi ke rumah keluarga choi, choi siwon harus bertanggung jawab dengan yoona."kata appa yoona sambil berlalu
" appa sepertinya kita tidak usah berurusan lagi dengan keluarga choi biarlah kita urus yoona dan anaknya tanpa campur tangan keluarga choi." kata siwan meghentikan langka sang appa.
" ini yang terbaik untuk yoona appa, aku dengar siwon juga sidah pergi ke london." papar siwan
tiffani yang mendengar pun meratapi nasib temannya itu, tiffani bertekad untuk melindungi yoona. bagi tiffani yoona bukan hanya temannya tapi saudaranya.
flasback off
tiffani tersadar dari bayangan masalalu, di samping nya yoona sedang menata barang-barangnya dan deren.
" omma kenapa appa lama sekali," tanya deren
" mungkin mengantri," jawab yoona sambil menusap rambut deren
"itu appa omma" tunjuk deren
sebenarnya siwon telah selesai dari tadi saat dia akan kembali, kepala sekolah yang menyadari keberadaan siwon pun menyapanya.
"appa kenapa lama sekali, deren sudah tidak sabar untuk membuat tenda ayo appa kita buat tendanya." seru deren dengan antusias
" tadi appa bertemu teman appa dan kamu mengobrol sebentar. ayo sekarang kita buat tendanya." ajak siwon
siwon dan deren memasang tenda berdua, suara mereka yang tertawa terbahak-bahak membuat hati yoona menghangat. yoona baru sadar bahwa sejak bertemu lagi dengan siwon dia tidak pernah melihat siwon tertawa selepas ini. siwon sudah tidak pernah tersenyum seperti dulu lagi pada nya. yoona iri dengan deren karena bisa mendapatkan senyum tulus siwon.
yoona sadar ia bukan lagi orang tercinta siwon. dia hanya mantab istri yang kebetulan mempunyai anak dengan nya.
memikirkan itu membuat yoona sedih
19 Agustus 2020
~99