
Hyundai Group
yoona tengah serius mengerjakan laporan keuangan karena harus di serahkan pada ceo besok pagi. dimeja yoona sudah berserakan kertas berisi angka- angka. jari yoona tidak berhenti menekan kalkulator. yoona mengerutkan dahinya saat hasil jumlahannya tidak sesuai.
saat sedang serius ada yang menepul bahu yoona, yoona menolehkan kepalanya kepada teman staf nya. staf otu memberitahu yoona bahwa ia di panggil ke ruang manager.
dengan malas yoona berdiri dan melangkahkan kakinya ke arah ruang manager.
min ah yang melihat yoona pergi mengambil selembar kertas yang tadi di lihat yoona dan membuangnya ke tong sampah. dan berlalu pergi.
**
" ah kenapa tidak sesuai perhitungannya, aku sudah berulang kali menghitung tapi tetap tidak sama" keluh yoona sambil meremas rambutnya
kantor sudah lama sepi yoona lembur hari ini.
tadinya yong hwa ingin menemaninya lembur tapi tidak jadi.
" maaf kan omma baby membuatmu lelah" ucap yoona sambil mengelus perutnya
" apa ada kertas yang terbuang di tong sampah ya?" batin yoona sambil mengobrak abrik tong sampah di bawahnya. untung nya di tong sampah iti hanya ada sampah kertas.
" tidak ada" gumam yoona
mata yoona melihat ke arah tpat sampah min ah.
" sepertinya tidak mungkin" ucap yoona
" lebih baik aku coba lihat" ucap yoona sambil mengambil tempat samoah di meja min ah
yoona menemukan kertas laporan yang sedari tadi ia cari.
" ya min ah kamu benar-benar kerterlaluan." gumam yoona
* *
yoona melangkahkan kaki nya ke arah life pagi tadi yoona muntah, yoona bahkan tidak sarapan mukayoona tampak pucat walaupun yoona telah menggunakan make up.
saat berjalan yoona melihat min ah dan teman nya sedang berjalan ke arah yang berlawanan. rasa marah kembali menguasai yoona bahkan seruan yonghwa tidak di hiraukan yoona.
" ya! min ah kamu kan yangembuang kertas laporanku di tempat sampah" ucap yoona dengan marah
" aku tidak tahu kamu nya saja yang tidak becus bekerja" ejek min ah
yoona yang merasa kesal menampar minah dua kali
" tamparan itu untuk menghilangkan dlaporanku dan balasan karna mengatai aku *****" ucap yoona
min ah yang marah dan malu pun mendorong yoona dengan keras. yoona yang tidak siap karena dorongan min ah terdorong ke belakang. yong hwa dengan sigap menolong yoona.
" kamu tidak apa- apa " tanya yong hwa
"ayo...
saat yong hwa akan membantu yoona bangun suara dingin masuk menyapa pendengaran yoona.
staf yang sedari tadi menonton pertengkaran yoona dan siwon pun menyingkir.
" lepaskan tangan mu dari istri ku" ucap siwon dingin saat melihat yong hwa yang ingin membantu yoona.
yong hwa dan karyawan yang mendengar perkataan siwon terkejut. begitupun yoona
siwon segera menggendong yoona, yoona yang masih terpaku melingkarkan tangannya di leher siwon.
" dong hee ambil tas yoona, dan kamu saya segera membuat surat pengunduran diri jika tidak mau di pecat secara tidak hormat siapa pun yang mengganggu yoona silahkan berikan surat pengunduran diri kalian" seru siwon dingin sambil berjalan ke arah keluar membawa yoona di gendongannya.
yoona yang mendengar seruan siwon mendekatkan muaknya ke pelukan siwon.
langkah siwon berhenti saat mendengar teriakan min ah
" ya siwon apa kamu ingin memecat ku aku akan bilang pada minyong tentang ini, dia hanya mantan istri mu siwon dengar itu dia hanya mantan istrimu " teriak min ah
" itu bukan urusan mu" ucap siwon melanjutkan langkahnya
siwon mendudukan yoona di kursi mobilnya
" kamu tidak apa- apa? "tanya siwon dengan muka cemas
" jangan asang wajah seperti kamu benar - benar menghawatirkan ku, aku kan pergi " putus yoona meninggal kan siwon yang terdiam mendengar perkataan yoona.
siwon melihat yoona yang masuk ke dalam taksi.
" aku menghawatirkan mu sungguh " gumam siwon
***
setelah kejadian kemaren sikap orang perusahaan berubah pada nya
biasanya. satpam kantor yang memanggilnya nyonga, resepsionis yang biasanya sibuk tidak sempat menyapa yoona sekarang menundukan kepalanya. yokna merasa risih dengan situasi ini saat yoona akan memasuki life tangannya ada yang menarik.
siwon menarik tangan yoona dan membawa yoona ke life khusus.
" ya lepaskan tangan ku " ucap yoona mencoba melepaskan tangan nya dari siwon
" tidak aku tidak mau" ucap siwon
" ya ada apa dengan mu siwon " ucap yoona
" aku ingin memperjuangkan mu" ucap siwon menatap mata yoona
perlawanan yoona berhenti ia terkejut dengan perkataan siwon
" apa kamu bilang ?" tanya yoona terbata
ting
saat siwon akan mengulangi kata- katanya puntu life terbuka, siwon menarik tangan yoona untuk ikut keluar dari life.
mata karyawan terpana saat melihat bos nya dan yoona yang sekarang mereka tau adalah mantan istri siwon keluar life sambil bergandengan atau mungkin bagi yoona adalah menariknya.
staf divisi keuangan yang sedang berbuncang segera berdiri membungkukan badannya menyapa siwon.
siwon menarik yoona sampai meja kerja yoona. dan mendudukan yoona. siwon melihat karyawan nya dan meminta untuk bersikap baik pada yoona, staf lain mengiyakan permintaan siwon.
" aku keruangan ku dulu, jangan terlalu lelah bekerja pekerjaab mu kemaren sudah aku minta orang lain mengerjakannya, saat makan siang kamu keruangan ku, aku pergi dulu " ucap siwon sambil melangkah kan kakinya keluar dari divisi keuangan.
" ya yoona benar kah yang aku dengar " tanya yuri
seminggu inu yuri memang cuti bekerja dan hari ini dia baru masuk kerja. yuri terkejut saat teman-temannya bergosip tentang yoona yang ternyata mantan istri siwon. awalnha yuri tidak percaya sampai dia melihat dengan mata kepalanya siwon yang mengantar yoona tadi.
" apa?" tanya balik yoona cuek
" ya yoona benar kamu mantan istri ceo kita" tanya yuri kepo
" ne" jawab yoona singkat
" ya kenapa kamu tidak memberitahuku, awoh ternyata aku berteman dengan nyonya choi bangga sekali aku" seru yuri dengan mata berbinar
" ya aku bukan nyonya choi aku lim yoona" seru yoona kesal
" ne ,ne ,ne tapi tetap saja aku bangga" ucap yuri tidak memedulikan yoona yang kesal.
*
" yuri ayo pergi ke kantin aku sangat lapar sebelum itu ayo kita ajak yong hwa dulu" ucap yoona sambil mengelus perutnya
" bukannya kamu di suruh ceo ke kantotnya" tanya yuri
" tidak mau biarlah dia menunggu ku aku masih kesal padanya." ucap yoona
yoona dan yuri mendatangi yong hwa, yong hwa awalnya maraj karena yoona tidak memberitahunya bahwa dia mantan istri siwkn tapi yong hwa luluh dengan bujukan yoona sehingga mereka bertiga pun makan bersama.
dong hee masuk ke dalam ruangan siwon
dan melihat makanan yang belum di makan, donghee melihat muka siwon yang kesal dia tahu pasti yoona tidak datang ke kantor siwon.
donghee menepuk bahu siwon menyemangati siwon yang ingin berjuang lagi untuk yoona. donghee sepenuhnya mendukung siwon dan yoona disamping mereka masih saling mencintai, juga sudah ada deren diantara mereka.
24 Agustus 2020
~99