
yoona membuka matanya, rasa sesak memenuhi dadanya hawa pengap masuk ke penciuman yoona. yoona merasa sakit pada tangannya yang di ikat.
mata yoona melihat sekelilingnya yoona melihat ke arah perutnya, menenangkan anaknya yoona takut terjadi apa-apa dengan anaknya.
suara pintu terbuka menyadarkan yoona dan langsung menatap ke arah pintu seorang wanita masuk yoona memfokuskan pandangannya.
dia terkejut karena wanita itu adalah min ah, wanita yang dulu di pecat oleh siwon.
min-ah masuk dengan senyum di bibirnya ia menghampiri yoona dan memegang pipi yoona dengan kasar.
yoona merasa kesakitan karena perbuatan min ah.
" hai yoona lama tidak bertemu" ucap min ah
yoona tidak menjawab pertanyaab min ah
" ah apa aku harus panggil nyonya choi" ejek min ah
" apa yang kamu mau" ucap yoona
" kamu bertanya apa mau ku?, akan aku beritahu, mau ku kamu menderita." ucap min ah sambil memdekat ke arah telinga yoona
" dan mati" ucap min ah di telinga yoona.
" kenapa kamu takut?" ejek min ah
" kamu *****" marah yoona
plak
min ah menampar yoona dengan keras.
" dengar hidupmu itu sekarang ada di tangan ku " marah min ah sambil menarik rambut yoona.
" akh sakit" ucap yoona
" kamu tau kamu itu yang *****, kamu menggoda siwon." ucap min ah
saat akan menampar yoona tangan minah berhenti saat suara seorang wanita menghentikannya.
" kenapa kamu menghentikan ku eonni, ***** ini telah mereput siwon oppa darimu" ucap min ah kesal
" tenang lah min ah bukan seperti ini kita bermain." ucap minyong
* *
siwon tengah duduk di meja kerjanya, dahi siwon berkerut saat mendengarkan bahwa belum di temukan jejak yoona. siwon menghela nafas panjang sudah dua hari siwon mencari keberadaan yoona siwon.
dua hari yang lalu saat dia selesai dari toilet siwon dan deren langsung menuju mobilnya siwon lupa memberikan kunci mobil pada yoona pasti sekarang yoona tengah kesal padanya.
saat siwon sampai di mobil siwon tidak menemukan yoona, siwon pun menelfonnya tapi hp yoona tidak aktif.
" appa dimana omma" ucap deren
" mungkin omma kedalam lagi untuk mencari sesuatu" ucap siwon
hatinya mulai gelisah dan takut.
" appa ini kalung omma" ucap deren sambil mengambil kalung yang ada di dekat ban mobil siwon.
siwon mengambil kalung di tangan deren, siwon ingat kalung itu, kalung yang selalu yoona pakai dan tidak pernah di lepaskan oleh yoona. kalung itu sangat berharga bagi yoona karena kalung itu adalah kalung omma nya.
siwon segera menggendong deren menuju bagian keamanan.
siwon menyuruh anak buahnya mencari keberadaan yoona.
saat siwon tiba di ruang keamanan, para staf di buat terkejut karena kedatangan bosnya. siwon langsung menyuruh untuk memperlihatkan kamera cctv di tempat mobil siwon berada.
siwon melihat yoona yang tengah menunggunya dan tiba-tiba ada mobil bewarna hitam yang berhenti tepat di depan yoona siwon tidak bisa melihat orang yang membawa yoona.
siwon tersadar dari diam nya saat eun hyuk berteriak bahwa dia menemukan keberadaan yoona. tanpa pikir panjang siwon langsung menghampiri eun hyuk.
siwon langsung menghubungi polisi dan para bawahannya untuk pergi ke tempat tersebut.
"tenanglah yoona pasti selamat" ucap eun hyuk
* *
byurr
mata yoona seketika terbuka saat air mengenai mukanya.
" bangun" ucap min ah
tubuh yoona bergetar, perutnya terasa sakit, tubuhnya lemah, sudah dua hari yoona tidak di beri makan.
" apa yang kalian lakukan " ucap lirih yoona
" yoona aku sudah muak dengan kamu dan siwon jadi aku ingin memberikan hadiah untuk mu dan siwon." ucap minyong
" apa kamu ingin tau? "tanya minyong
"bagaimana tanggapan siwon melihat orang yang dicintainya bermain dengan banyak pria apa dia masih ingin bersamamu."ucap minyong
" jangan aku mohon" ucap yoona lirih
min ah membuka ikatan tangan yoona, dan memanggil anak buahnya yang menunggu di luar.
senyum sinis di bibir minyong
" jika aku tidak mendapatkan siwon maka kamu juga tidak akan mendapatkannya." ucap minyong
" mulailah" ucap min yong
"Hentikan" ucap siwon mengejutkan minyong.
minyong membalikan badannya ke arah siwon, tau rencananya akan gagal minyong segera berlari ke arah yoona dan menodongkan pisau l di leher yoona.
siwon terkejut melihat minyong yang menodongkan pisau
" tenanglah minyong tolong jangan sakiti yoona" ucap siwon
" tidak, yoona tidak merebut ku dari mu aku tidak pernah mencintai kamu minyong aku hanya mencintai yoona." ucap siwon
" sudah lah eonni bunuh saja ***** ini" ucap min ah
" oppa aku begitu mencintaimu, jika aku tidak bisa mendapat kan mu maka ***** ini juga tidak bisa." teriak minyong
" bunuh dia onnie" ucap min ah
dor
mata siwon terbuka lebar, darah mengalir di baju yoona
tidak!
pisau yang minyong pegang terjatuh, tubuh minyong terduduk memegang lengannya yang tertembak.
min ah yang melihat itu langsung berlari ke arah luar.
siwon berlari ke arah yoona yang terduduk di lantai, yoona pingsan saat setelah mendengar suara tembakan.
siwon memeluk yoona dan langsung membawanya ke luar.
siwon melajukan mobilnya dengan cepat ke arah rumah sakit.
* *
siwon cemas dan takut, siwon terus berdoa dalam hatinya memohon agar yoona selamat.
pintu ruang operasi terbuka siwon langsung segera menghampiri sang dokter.
" apa anda suami pasien?"tanya dokter
" nde bagaimana keadaan istri saya? " tanya siwon balik
" kondisi tubuh ibu yoona sangat lemah tapi tidak berdampat pada kandungannya." ucap dokter
" apa dok istri saya hamil? " tanya siwon terkejut
" nde istri bapak tengah hamil 10 minggu." ucap dokter sambil pamit pergi.
* *
tangan siwon mengcup tangan yoona, rasa bahagia memenuhi hatinya.
siwon sangat bahagia mendengar kabar kehamilan yoona. jari yoona bergerak di susul dengan mata yoona yang perlahan terbuka.
" sayang kamu sudah bangun? kamu ingin minum" tanya siwon
" nde" ucap yoona lirih
siwon memberikan air di meja untuk yoona, dengan hati-hati siwon membantu yoona.
"arg, , tergorokan ku lega sekali." ucap yoona
yoona yang sadar langsung meraba perutnya takut sesuatu terjadi pada anaknya.
" anak kita baik-baik saja sayang, kenapa kamu tidak memberitahuku?" tanya siwon sambil mengelus perut yoona
" kamu tau? tanya yoona terkejut melihat ke arah siwon
" nde apa kamu akan terus menyembunyikan nya? "tanya siwon
" apa kamu menginginkan nya?" tanya yoona sambil menundukan melihat mata siwon
" tentu saja dia buah hati kita aku menginginkan nya, kamu dan juga deren " ucap siwon sambil memeluk yoona
yoona bahagia mendengar perkataan siwon dan lebih erat memeluk siwon.
kruyuk
muka yoona dan mengeratkan pelukannya untuk menyembunyikan muka malu merahnya.
" sayang kamu lapar, kamu ingin makan apa?" tanya siwon menahan tawanya.
" jangan tertawa atau aku marah " ancan yoona
" nde sayang" ucap siwon melepaskan pelukannya dan mendekatkan mukanya sejajar dengan perut yoona
" anak appa lapar? anak appa ingin makan appa?" tanya siwon
" aku ingin makan sup ayam dan kimbap appa" ucap yoona
" baiklah appa akan beliakan untuk mu " ucap siwon
siwon mengambil hp nya dan menghubungi donghee memintanya untuk membawakan pesanan yoona.
tidak lama donghe datang membawa pesanan yoona.
yoona makan dengan lahap.
siwon meminta izin untuk berbicara dengan donghee di luar, yoona pun mengiyakan.
"bagaimana " tanya siwon dengan muka datar
" sudah aku bereskan semuanya dan aku pastikan dia akan mendapat hukuman penjara seumur hidup." ucap donghee
" pastikan mereka tidak akan mengganggu keluarga ku lagi"
" ah hancurkan mereka" ucap siwon melenggang pergi
donghee yang paham maksud siwon untuk menghancurkan pun mengiyakan.
donghee kasian pada minyong karena ulahnya seluruh keluarganya juga hancur.
3 September 2020
~99