ex husband my boss

ex husband my boss
Mencari



Hyundai Group


siwon masuk ke ruangan dan mencari hp yang tertinggal kemarin, mendengar kabar dari sang omma membuat siwon langsung pergi ke rumah sakit dia lupa kalo tidak membawa hp nya.


alhasil siwon tidak bisa menghubungi yoona, siwon ingin meminta tolong pada donghee, donghee tengah sibuk.


donghee yang telah selesai meating melihat siwon yang telah kembali, segera menemuinya dengan surat di tangan nya rasa bimbang memenuhi hati donghee.


tok, ,tok


setelah mendengar suara siwon mempersilahkan donghee masuk dan melihat siwon yang tengah mencari sesuatu.


"ya lee donghee kamu melihat hp ku tidak" tanya siwon melihat lee donghee yang baru masuk


"aku tidak tau kenapa"ucap donghee


" aku ingin menelfon yoona kemarin hp ku tertinggal aku khawatir pada nya" ucap siwon


"ada yang perlu aku bilang padamu tentang yoona" ucap donghee sambil memberikan surat yang tadi ada ditangannya.


" surat pengundiran diri? siapa punya mu?" tanya siwon


donghee diam tidak menjawab pertanyaan siwon


tidak mendapat jawaban siwon langsunh membuka surat tersebut, Lim yoona mata siwon terbuka lebar saat melihat nama yoona di surat pengunduran ini. banyak pertanyaan hinggap di benaknya.


siwon berdiri, mengambil jas dan meminjam hp donghee. dan menyuruhnya untuk mengirimkan nomor hp yoona ke hp nya.


siwon pun bergegas keluar menuju basemant dan melajukan mobilnya.


di perjalanan siwon menelfon nomor yoona yang telah dikirmkan doghee, tapi tidak aktif rasa takut, panik dan gelisah memenuhi hati siwon.


Dirumah yoona.


siwon turun dari mobilnya berlari ke arah pintu yoona, siwon memencet bel dan mengetuk pintu yoona. tapi tidak ada tanggapan dari orang di dalam nya.


siwon mencoba menelfon nomor yoona lagi tapi masih tidak aktif. saat siwon tengah menunggu di depan pintu yoona. seorang ahjumma lewat dan memberitahu siwon bahwa dua hari lalu pemilik rumah dan anaknya pergi membawa koper bersama seorang laki-laki.


siwon mencoba percaya dengan yoona tidak mungkin yoona pergi dengan pria lain dan meninggalkan dirinya, mungkin itu siwan oppa nya yoona.


setelah berterimakasih pada ahjumma tadi siwon langsung pergi ke arah rumah mertuanya.


saat tiba di rumah mertuanya siwon langsung memencet bel gerbang rumah appa yoona. suara bibi kim terkejut saat melihat siwon yang ada di dalam rumahnya dan segera membukakan pintu.


siwon masuk ke rumah appa yoona dan menyapa bibi kim. bibi kim menyapa balik siwon dan menanyakan kabarnya. setelah membalas pertanyaan bibi kim siwon langsung memberitahu bibi kim tujuan kedatangannya dan menanyakan yoona.


rasa gelisah yang siwon rasakan saat tau yoona pergi dengan laki-laki lain, langsung hilang sat mendengar bahwa yoona kemarin datang di antar oleh siwan. tapi tidak lama mereka pergi lagi.


saat sedang berbicara dengan bibu kim, suara deheman dari tangga mengalihkan perhatoan siwon, siwon melihat sang mertua atau mantan mentuanya sedang melihat kepadanya.


siwon sudah lama tidak melihat sang mantan mertua setelah percaraiannya dengan yoona. mertuanya adalah orang uang paling berjasa atas hubungan nya dengan yoona.


"appa " sapa siwon sambil membungkukan kepalanya


mata Lim woo sung melebar saat siwon memanggilnya appa, siwon adalah menantu kesayangan nya dia amat kecewa atas perbuatan siwon sehingga menyebabkan perceraian diantara siwon dan yoona.


"ne, bagaimana kabarmu siwon" ucap appa yoona sambil berjalan ke arah siwon, menepuk punggung siwon dan duduk


"baik apa" ucap siwon


" duduklah, ada keperluan apa kamu kemari " ucap appa yoona


" aku mencari yoona appa" ucap siwon langsung


" kenapa kamu mencari yoona bukan kah hubungan kalian tengah berakhir" ucap appa yoona


" tidak, kami baru memulai hubungan kami lagi appa" ucap siwon tegas


appa yoona yang melihat keseriusan dari siwon menjadi bingung, kemarin saat siwan membawa yoona dan deren. muka yoona yang pasi membuat dia terkejut dan menanyakan kenapa. siwan pun menjelaskan keadaan yoona termasuk hubungan nya dengan siwon dan rencana yoona yang akan pergi untuk menenangkan dirinya.


" appa " ucap siwon menyadarkan appa yoona


"appa tau kan dimana yoona dan deren." ucap siwon


" sudahlah siwon lupakan mereka, kamu masih punya tanggung jawab lain" ucap appa yoona


perkataan appa yoona membuat siwon bingung dan marah, dia tidak mau melepaskan yoona dan deren apapun yang terjadi tekad siwon.


"tidak appa aku mencintai yoona begitupun deren, aku tidak mau melepas mereka lagi aku sudah bodoh karena melepaskan mereka lima tahun lalu" seru siwon tegas.


" siwon tenanglah, yoona tidak mau bersama kamu lagi " ucap appa yoona


" kenapa yoona tidak mengingin kan aku appa, kenapa?" ucap siwon lirih


"pulanglah siwon jagalah yang masih kamu punya"ucap appa yoona


mendengar perkataan appa yoona yang terus menyuruh siwon untuk menjaga yang iya punya membuat kening siwon berkerut.


" siapa yang appa maksud?" tanya siwon


" bukan kah kekasih kamu sedang hamil" ucap appa yoona


siwon yang sadar kesalahpahaman appa yoona segera menjelaskan segalanya.


" benarkah itu semua siwon" ucap appa yoona terkejut.


" ne appa seminggu ini aku menemani appa ku untuk berobat ke london, jika appa tidak percaya aku bisa telefon omma" ucap siwon


sekali lagi appa yoona melihat kesungguhan pada mata siwon.


" jadi appa tolong bantu aku bertemu yoona, yoona pasti salah paham dengan ku appa aku mohon." ucap siwon memohon


" ne, appa akan menuliskan alamat yoona sekarang " ucap appa yoona


" appa terimakasih" ucap siwon


"tapi siwon appa mohon jaga yoona jangan lagi kamu sakiti yoona" ucap appa yoona


" aku berjanji padamu appa" tekad siwon.


setelah berpamitan siwon langsung pergi menuju alamat yang di beritahukan appa yoona tadi.


dia sudah tidak sabar bertemu yoona dan deren.


**


hari sudah menunjukan jam 7 malam siwon membutuhkan waktu 4 jam untuk sampai di tempat yoona.


siwon turun dari mobilnya di depannya rumah dua lantai yang mungkin ada yoona di dalam nya.


siwon segera bergalan melewati halaman depan dan sampai di depan pintu rumah. siwon merasa gugup ditekannya bel rumah.


tak lama pintu terbuka dan munculah laki-laki yang sangat siwon kenal Lim siwan oppa yoona orang yang paling menentang perjodohannya dengan yoona.


mata dingin siwan menatap siwon.


tekad siwon yang awalnya kuat menjadi lemah ketika berhadapan dengan siwan. apalagi muka garangnya itu membuat siwon ingin lari dari hadapan nya.


tapi siwon terus menguatkan tekadnya dia harus mendapatkan yoona dan deren.


saat akan menyatakan maksudnya kata-kata siwon terbata-bata, siwon merutuki kelemahannya itu.


" ada apa kamu kemari " ucap siwan dingin


" a, , ku, aku i, ,ingin ber, ,temu yoona" ucap siwon terbata.


" benarkan dulu bicaramu, siapa kamu ingin bertemu yoona" ucap siwan


" bi, ,biarkan a, ,aku bertemu yoona" ucap siwon terbata


siwan hanya manaikan alis matanya merasa lucu dengan permintaan yoona


" pulanglah " putus siwan sambil menutup pintu


di dalam rumah yoona terdiam melihat siwon yang tergagap saat menghadapi oppa nya. pikiran yoona terus berpikir apa tujuan siwon datang kesini, memberikan undangan kah atau mengejek yoona karena telah jatuh ke dalam permainan nya.


melihat yoona siwan menghampiri adiknya menguatkan adiknya bahwa menjauhi siwon adalah keputusan yang tepat.


siwon terus memandang pintu yang tadi siwan tutup dia tidak mau menuruti perintah siwan.


siwon terus menunggu di pintu rumah yoona. siwon terdorong jatuh saat pintu yang dia jadikan senderan, siwon tidak sadar tidur di depan rumah yoona.


siwon tersadar dari keterkejutannya saat suara lembut orang yang dicarinya memenuhi pendengarannya.


" siwon, kenapa kamu disini "seru yoona


siwon segera berdiri dan teraenyum lebar ke arah yoona


27 Agustus 20****20


~99