ex husband my boss

ex husband my boss
Hari Bahagia



kening siwan berkerut saat melihat siwon dan yoona yang tengah tidur seranjang bersama, siwan sangat ingin menarik siwon turun dari ranjang perawatan yoona.


yoona membuka matanya dilihatnya sang oppa tengah menatap lurus ke arahnya. mata yoona terbuka lebar siwon masih tidur di sampingnya.


" ya yoona kenapa orang satu ini tidur di tempat mu, apa dia sudah gila?"tanya siwan


" tenang lah oppa, siwon oppa baru tidur dia sudah dua hari tidak tidur karena mancariku" bisik yoona


siwan yang ingat tujuan nya kesini pun langsung menghampiri adiknya meneliti seluruh muka yoona, muka adiknya itu masih pucat.


saat mendengar kabar tentang yoona yang di culik dan masuk rumah sakit siwan langsung bergegas menemui yoona.


" apa kamu baik-baik saja " tanya siwan


" nde oppa tenanglah, oppa jangan pernah menyalah kan dirimu yoona bisa menjaga diri yoona sendiri " ucap yoona


" nde oppa tidak akan menyalahkan diri oppa lagi tapi kamu harus selalu bahagia, jika kamu menderita oppa takut omma akan memukili oppa karena tidak menjagamu" canda siwan


" oppa terimakasih karena selalu menjaga ku, selalu melindungi ku dan selalu menjadi oppa terbaik untuk ku" isak yoona


" ya yoona kenapa kamu menangis?" tanya siwon yang baru bangun dari tidurnya. siwon panik melihat yoona yang terisak.


siwon segera memeluk yoona menenangkannya.


" ayolah sayang katakan padaku, apa aku tidak nyaman aku tidur disini? sayang tenanglah." ucap siwon menenangkan yoona


" ehhem ."


siwon membalikan badannya matanya terbuka lebar saat melihat siwan di belakangnya, sejak kapan oppa yoona ini ada di sini.


siwon menyapa siwan tanpa melepaskan pelukannya dari yoona.


" oppa pergi dulu, oppa yakin kali ini kamu akan bahagia." ucap siwan sambil melenggang pergi tidak menanggapi sapaan siwon.


" sayang oppa mu sepertinya masih marah dengan ku" ucap siwon


" sepertinya tidak" ucap yoona


" sayang beritahu aku kenapa kamu menangis, apa aku mengganggu tidur mu, kamu tidak nyaman aku tidur disini, apa perutmu sakit, aku akan panggilkab dokter" tanya siwon beruntut.


yoona mencium bibir siwon untuk menghentikan semua pertanyaan nya.


siwon terpaku tapi balas mencium yoona hilang semua ke khawatiran siwob tadi.


* *


sudah tiga hari yoona di rawat di rumah sakit dan itu membuat yoona bosan. siwon membawa semua pekerjaan nya ke rumah sakit.


" oppa aku bosan, aku ingin pulang aku kangen deren." ucap yoona dengan muka sedih


" tapi kamu belum boleh pulang sayang." ucap siwon menghentikan pekerjaannya dna menghampiri yoona yang tengah kesal


" baiklah aku akan bicara lagi dengan dokter, deren juga sudah menanyakan kamu terus." ucap siwon


mendengar perkataan siwon yoona langsung melingkarkan tangannya di leher siwon dan mengecup bibir siwon singkat.


" terimakasih oppa" ucap yoona


siwon mencubit pipi cabi yoona siwon gemas dengan tingkah yoona.


" bagaimana kabar anak appa ? " tanya siwon mendekatkan telinganya di perut yoona


" kita baik appa" ucap yoona menirukan suara anak kecil


" kita?" tanya siwon melihat ke arah yoona


" ah aku lupa mereka kembar oppa" ucap yoona merasa bersalah


"benarkah anak kita kembar" seru siwon


" nde " jawab yoona


siwon memeluk yoona, bibir siwon terus berucap terimakasih pada yoona dan bersyukur pada tuhan.


* *


"sayang hati -hati" ucap siwon saat membantu yoona turun dari mobilnya.


" oppa kenapa kita kesini?"tanya yoona


" mulai hari ini kamu tinggal disini, aku tidak mau kamu jauh dari pandangan ku lagi" ucap siwon


" deren di mana ? " tanya yoona


" deren masih di rumah siwan hyung, besok aku baru akan menjemput nya " ucap siwon


" baiklah " ucap yoona


dor dor


selamat datang


yoona terkejut mendapat kejutan dari deren, appa, oppa dan keluarganya, bahkan yoona terkejut saat melihat mantan ibu dan ayah mertuanya.


yoona kira tidak ada yang mengunjunginya, rasa bahagia memenuhi hati yoona.


" omma deren kangen" seru deren langsung memeluk yoona


" omma juga kangen deren" ucap yoona sambik mencium muka deren


" omma gendong" ucap deren


" tidak sayang, omma tidak boleh menggendong mu, appa saja yang menggendong mu " ucap siwon mengangkat deren ke pelukannya.


" tidak mau appa aku ingin di gendong omma" kesal deren


" sayang omma baru saja sembuh dan omma sedang membawa adik deren, deren harus menjadi oppa yang baik ya mulai sekarang deren tidak boleh meminta gendong pada omma " ucap siwon menjelaskan


" nde appa deren tidak mau minta gendong pada omma lagi deren akan menjadi oppa yang baik" ucap deren.


yoona tersenyum melihat tingkah kedua orang tersayang nya.


yoona menghampiri ayah dan ibu siwon dan menyapanya


"eomeonim, abeonim bagaimana kabar kalian" tanya yoona gugup


yoona melihat mantan ibu mertuanya, yoona sudah lama tidak bertemu dengan ibu mertuanya. yoona malu karena telah salah paham pada ibu mertuanya ia kira ibu mertuanya benci dan kecewa padanya. karena tidak pernah menemuinya setelah perceraiannya dengan siwon.


siwon telah menjelaskan semua nya tentang kejadian 5 tahun lalu , saat itu yoona tidak tau bahwa ayah mertuanya menderita sakit dan harus di bawa ke london dan tentang keterlibatan minyong untuk memisahkan mereka.


siwon yang tidak mau yoona kawatir tidak memberitahu hal itu pada yoona satu bulan siwon tidak meberi kabar pada yoona, siwon hanya pamit untuk pergi ke london karena perusahaan disana tengah ada masalah.


yoona mencoba untuk tidak berpikiran buruk sampai pada suatu pagi yoona mendapatkan kiriman foto siwon yang tengah tidur dengan perempuan lain.


rasa sedih, marah dan kecewa membuat yoona memutuskan untuk menelfon siwon, yoona selalu menghubungi siwon tapi selalu tidak aktif.


" halo?"ucap seorang wanita


" kamu siapa dimana siwon oppa? "tanya yoona


" siwon oppa sedang mandi, apa kamu butuh sesuatu untuk disampaikan ?" tanya wanita itu


yoona langsung memutuskan panggilan telfonnya, ia sangat kecewa pada siwon yoona mendudukan badannya di sofa ruang tamu air mata turun dari matanya, hatinya sakit melihat siwon yang berselingkuh.


tanpa pikir panjang yoona menelfon pengacara pribadinya untuk memberikan gugatan cerai ke siwon.


* *


yoona tersadar saat seseorang memeluknya omma siwon memeluk yoona meminta maaf atas semua yang siwon lakukan padanya. dan meminta maaf karena tidak ada di samping yoona saat yoona terpuruk lima tahun lalu.


omma siwon sudah tau tentang deren cucunya dan alasan di balik perceraian yoona dan siwon.


omma siwon sangat menyayangi yoona yoona sangat mirip dengan sahabatnya yang telah meninggal.


omma siwon sangat marah saat mendengar perceraian yoona dan siwon tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, ia harus menemani suaminya yang sedang terbaring sakit.


* *


yoona menangis di pelukan omma siwon ia sangat suka pelukan mantan ibu mertuanya itu.


" omma biarkan yoona istirahat" ucap siwon mengingatkan sang omma


" nde sayang kamu harus istirahat kita bisa mengobrol lagi nanti" ucap omma siwon


"omma aku mengantar yoona dulu" pamit siwon


" nde hati-hati" ucap omma siwon


siwon membaringkan yoona di tempat tidur, dan ikut membaringkan tubuhnya di samping yoona.


" oppa dimana deren?" tanya yoona saat melihat siwon yang berbaring di sampingnya.


" dia bersama appa dan abeonim aku tersingkir oleh mereka" ucap siwon


" benarkah?" tanya yoona


" nde, tidurlah kamu pasti lelah " ucap siwon memeluk yoona


3 September 2020


~99