ex husband my boss

ex husband my boss
Family 2



tes, ,tes,


"selamat siang semuanya terimakasih atas partisipasi para orang tua untuk acara Family gatring saya berharap drngan adanya acara ini dapat memperkuat ikatan antara anak dan orang tua, saya berharap acara ini dapat berjalan dengan lancar terimakasih " ucap kepala sekolah


"baik lah saya akan menjelaskan peraturan untuk acara ini, dalam satu tim ada dua keluarga, kami akan memberikan satu set alat masak untuk setiap tim bahan makanan yang di sediakan oleh panitia hanya nasi jadi setiap tim harus mencari makanannya sendiri . tidak ada yang boleh membeli bahan makanan diluar. apabila ada yang melanggar akan di eliminasi. setiap kegiatan akan selalu dinilai oleh juri perlombaan akan kita mulai sore nanti silahkab untuk beristirahat terlebih dahulu. baik itu saja terimakasih" papar guru


mereka pun kembali ke tenda masing-masing saat tengah berjalan tiffani memanggilnya.


" yoona" panggil tiffani


" ya, kenapa?" tanya yoona


" ayo kita satu tim," kata tiffani dengan mata berbinar


" ayo, aku juga tidak terlalu mengenal keluarga lain." kata yoona


tiffani melirik kearah siwon, muka datar siwon membuat tiffani ingin menggaruk mukanya.


tenda


"Appa ayo kita istirahat," ajak deren


" appa disini saja deren kamu istirahatlah dengan omma" kata siwon


" ayolah appa temanu deren tidur, deren ngantuk" bujuk deren


" baik lah ayo" putus siwon


didalam tenda siwon melihat yoona yang tengah terlelap, dia bahagia bisa melihat wajah polos itu lagi. deren yang sebenarnya sudah mengantuk langsung tidur saat masuk ke tenda. siwon melihat yoona dan deren sacara bergantain di kecupnya kening deren dan yoona orang paling berharga bagi siwon.


di dekapnya deren dan yoona. akhirnya siwon pun ikut terlelap bersama mereka.


***


yoona terbangun dari tidurnya, yoona melihat sekitar tenda tidak ada siapapun mungkin deren sudah keluar. yoona pun merapihkan dandanannya dan keluar.


"omma, sudah bangun." tanya deren


" ya , kenapa dereb tidak membangunlan omma?" tanya yoona


" kata appa omma lelah jadi biarkan omma tidur lebih lama." jawab deren


" yoona ayo kita memetik sayuran" ucap tiffani


" dimana kita memetik sayuran?" tanya yoona


"dibawah sana, dirumah kaca itu" tunjuk tiffani


"oke ayo." jawab yoona


yoona memberi tahu deren bahwa ia dan tiffani akan memetik sayuran.


" apa yang ingin kamu makan ." tanya siwon


saat mendengat pertanyaan siwon kening yoona berkerut.


" aku ingin ayam panggang." ucap yoona secara tidak sadar.


" baiklah." kata siwon.


yoona yang tidak mengerti pun menggendikkan bahunya tidak peduli.


" derren!" panggil siwon


" ya, appa ada apa?." tanya deren


"ayo ikut appa menangkap ayam di peternakan." jawab siwon


" wah itu sangat seru, ayo apa cepat kita kesana," antusias deren


**


" yoona!" seru tiffani


" kenapa? " tanya yoona


"aku lihat siwon sangat perhatain dengan mu" kata tiffani sambil memikirkan tindakan siwon tadi.


" tidak dia hanya melakukan itu untuk deren"jawab yoona


" apa kamu tidak ingin kembali lagi dengan siwon, yoona." tanya tiffani


" tidak mungkin siwon sudah memiliki pacar dan ia sangat mencintainya." jawab yoona sambil memikirkan perkataan siwon dulu.


" yoona kamu adalah sahabatku apapun pilihanmu aku akan selalu mendukung mu, " ucap tiffani sambil menggenggam tangan yoona.


" terima kasih tiffani, kamu selalu mendukungku " sambil memeluk tifafani


* *


yoona dan tiffani baru saja kenbali dari rumah kaca mata yoona melebar melihat apa yang dilakukan siwon, siwon sedang memanggang 2 ekor ayam. aroma sedap ayam panggang masuk ke penciuman yoona.


yoona pun mengelap mulutnya, tapi tidak ada apa-apa yoona yang sadar telah di jahili oleh tiffani pun mengejarnya. tingkah lucu yoona dan tiffani yang sedang kejar-kejaran membuat semua orang tertawa.


"yoona!" seru siwon


yoona yang merasa di panggil pun menengok ke arah siwon


"ayo makan nanti habis ,aku tidak memba ice crime strowbery untuk membujukmu." ucap siwon sambil tersenyum


sejenak yoona terpana dengan senyum siwon,"apa senyum itu untuk ku."


sepertinya ada yang salah dengan ucapan siwon tadi tapi apa yah" pikir yoona


setelah beberapa detik


" ya! choi siwon aku bukan anak kecil lagi yang harus kamu bujuk dengan ice crime." marah yoona sambil mengerutkan bibir nya.


HA, HA,HA,HA


semua orang tertawa melihat tingkah lemot yoona.


yoona yang menjadi objek tertawaan pun kesal. yoona hanya duduk di depan tenda dengan tangan melipat dan bibir berkerut.


"maaf kan aku sudah mengejek mu ." ucap siwon


yoona tetap terdiam tidak menghiraukan diwon yang sudah duduk disampingnya.


" ya sudah kalo kamu tidak mau memaafkan aku, padahal aku sudah membawakan ayam goreng kesukaan mu," ucap siwon


yoona yang mencium bau sedap ayam goreng itu pun langsung mengambil piring di tangan siwon. siwon yang melihat tingkah yoona tersenyum lebar.


**


saat ini mereka tengah berkumpul di lapangan.


guru telah mengumumkan untuk lomba pertama yaitu sepak bola dengan menggunakan kostum bola. permainan ini dimainkan oleh empat orang dari tim yoona dipilih siwon, nickhmun, deren dan sung ri.


yoona sedang menbantu deren menggunakan kostum bola.


"omma bantu appa kenakan kostum nya." ucap deren sambil menunjuk siwon


" sini aku bantu." ucap yoona


" teriama kasih" ucap siwon sambil mengusap belakang lehernya.


kini giliran tim yoona, siwon dan yang lain sudah bersiap di lapangan kesulitan dari perlomba ini karena menggunakan kostum berbentuk bola. disini siwon sebagai penyerang sedangkan nickhmun sebagai penjaga gawang. siwon terus menggiring bola dan mencetak angka sepertinya kostum bukan masalah bagi siwon.


dalam waktu 30 menit tim siwon telah mencetak 20 angka.


sekor ini mencengankan bagi panitia karena permainan ini dikategorikan sulit.


yoona dan tiffani tengah heboh bersorak, siwon hanya bisa tersenyum atas tingkah konyol mereka berdua.


pada pertandingan pertama tim yoona menang dan mendapat poin 20. karna hari sudah malam maka kegiatan hari ini di sudahkan.


" omma aku ingin mandi." ucap deren sambil menggaruk tangannya.


Deren mempunyai kebiasaan yang unik dia akan selalu mandi sebelum tidur walau cuaca sedang dingin, jika deren tidak mandi sebelum tidur maka esoknya akan timbul bercak merah seperti alergi. gen itu di turunkan dari siwon. kulit siwon akan memerah jika malamnya dia tidak mandi.


like son, like father bukan


setelah mandi deren pun langsung terlelap, sepertinya dia kelelahan. yoona mengecup dahi deren dan keluar dari tenda.


diluar yoona melihat siwon yang tengah duduk melamun.


mendengar langkah kaki di belakangnya siwon pun menoleh.


" kamu belum tidur." ucap siwon


" belom, cuaca dingin kenapa kamu diluar," tanya yoona


" aku hanya memikirkan kita." jawab yoona sambil memandang yoona


"apa yang kamu pikirkan " tanya yoona


" seandainya kita tidak bercerai apa sekarang kita sedang bahagia dengan anak kedua kita." jawab siwon


" itu tidak akan pernah terjadi." gumam yoona dengan dingin


" hidup kita sekarang berbeda, aku dengan duniaku dan kamu dengan duniamu. kelak kamu pasti akan memiliki keluarga sendiri, hubungan kita hanya sebatas omma dan appa deren" ucap yoona dengan datar


" aku masuk dulu, jangan terlalu lama diluar angin malam tidak sehat."


siwon hanya mnganggukan kepalanya. tanpa sepengetahuan siwon yoona menoleh.


" kita tidak mungkin bersama hatimu sudah bukan milik ku." gumam yonna


19 Agustus 2020


~99