ex husband my boss

ex husband my boss
pemenang



sekarang yoona dan siwon sedang berkumpul untuk mendengar kan pengumuman. hari ini adalah hari terakhir acara family gathering.


setelah makan pagi nanti mereka akan mulai permainan . permainan hari ini tarik tambang dan labirin.


saat permainan tarik tambang tim yoona memenangkan tempat ketiga dengan poin 10.


untuk permainan ketiga juri memberikan poin 50 karena tingkat permainan yang sulit.


yoona yang mendengar itu menjadi bersemangat


" yoona siapa yang akan pergi untuk permainan labirin." tanya tiffani


" aku terserah kalian." jawab yoona


" bagaimana kalo kalian saja." jawab tiffani sambil menunjuk siwon, deren.


" kaki sungri terkilir jadi kita tidak mungkin ikut." kata tiffani sambil menoleh kearah sung ri yang menangis.


" oke kita saja yang pergi" ucap yoona.


Di garis star yoona tengah siap di troli yoona bertugas membaya kelereng dalam piring, sedangkan siwon mendorong troli melewati labirin, labirin di tempati ini di buat tidak terlalu rumut karena untuk anak-anak. di garis finis deren menunggu orang tuanya deren bertugas menjawab pertanyaan dari juri sejumlah selereng yang berhasil diamankan yoona.


dor...


tanda pertandingan dimulai, siwon pun berlari agak pelan, karena tidak seimbang 3 kelereng yoona jatuh.


" kenapa susah sekali " keluh yoona


" apa kamu ingin menang" tanya siwon


" ya, aku ingin menang." jawab yoona


" percaya pada ku." ucap siwon


yoona yang tidak paham dengan perkataan siwon pun bersikap bodo amat. yoona sedang fokus menjaga kelereng agar tidak jatuh.


tiba-tiba tangan kiri siwon memeluk yoona.siwon memeluk yoona agar tubuh yoona tidak terguncang saat ia lari.


deren yang melihat appa dan omma nya keluar dari labirin pun sangat gembira.


yoona memberikan kelereng pada deren , tersisa 6 kelereng yang berhasil diamankan yoona.


juri memberikan pertanyaan sesuai jumlah kelereng kepada deren. deren berhasil menyelesaikan semua pertanyaan.


tim yoona menjadi juara permainan labirin.


**


Hening, yoona dan siwon saling diam hanya deru mobil yang mengisi keduanya. deren sudah tidur di kursi belakang, anak itu kelelahan setelah bermain. di pelukannya boneka beruang bewarna putih hadiah dari permainan tadi.


"ayo makan dulu." seru siwon memecah keheningan


"oke " jawab yoona singkat.


yoona tengah memandang jalan sampai ia sadar bahwa siwon telah memarkirkan mobilnya.


" ayo turun."seru siwon


"ya" jawab yoona


siwon membangunkan deren


"deren ayo bangun kita makan dulu," ucap siwon sambil mengusap rambut deren


" gendong appa" jawab deren sambil merentangkan tangan nya.


siwon pun menggendong deren. yoona masih terpaku melihat bangunan restoran di depannya. restoran favoritnya dan siwon saat masih menikah dulu.


"ayo masuk." seru siwon menyadarkan yoona.


" kenapa kita kesini" tanya yoona sambil menoleh kearah siwon


" aku ingin makan hot pot" jawab siwon


siwon berjalan lebih dulu, di belakangnya yoona mengikuti.


" selamat datang" sapa ahjumma pemilik restoran


" ahjumma." sapa siwon


" siwon! " seru ahjumma saat tau bahwa pelanggan yang masuk adalah siwon


"bagaimana kabarmu siwon " tanya ahjumma


siwon adalah pelanggan tetapnya dulu. ahjumma sudah tidak pernah bertemu lagi dengan siwon setelah siwon lulus dari senior high school.


" baik ahjumma." ucap siwon dengan senyum lebar


" apa ini anak mu siwon ."tanya ahjumma saat melihat anak di gendongan siwon


"ya, ahjumma, deren ayo sapa ahjumma." ucap siwon pada deren


deren yang sudah bangun pun membalik badannya dan menyapa ahjumma.


"tampan sekali anak mu siwon siapa namanya." tanya ahjumma


" choi deren." jawab siwon.


"apa ini anak kamu dan yoona siwon." tanya ahjumma


" ya, ahjumma." jawan siwon sambilmengelus punggung deren


yoona yang melihat siwon dan ahjumma sedang berbincang mendekati mereka


" ahjumma." sapa yoona dengan senyum lebar


" yoona " seru ahjumma


" cantik sekali kamu yoona." puji ahjumma


" ahjumma bisa saja." ucap yoona menanggapi pujian ahjumma


ahjumma yang melihat siwon dan yoona berdampingan pun merasa senang. yoona dan siwon merupakah pasangan favoritnya.


" kapan kamu menikah dengan siwon yoona." tanya ahjumma


yoona yang terkejut atas pertanyaan ahjumma hanya terdiam.


" kami menikah 6 tahun yang lalu ahjumma" ucap siwon


yoona yang mendengar jawaban siwon langsung menoleh ke arah siwon.


"oh, maafkan ahjumma sudah menahan kalian."ucap ahjumma.


siwon dan yoona pun berjalan menuju meja.


" kenapa kamu bilang seperti itu" tanya yoona


" apa?" tanya siwon


" tentang kita menikah" jawab yoona sambil menatap siwon


" kenapa kamu ingin menikah lagi dengan ku?" tanya siwon


" berhentilah bercanda, siwon" jawab yoona dengan suara berat


siwon tidak menanggapi ucapan yoona, siwon tidak mau manyakiti hatinya karena penolakan yoona.


**


mobil siwon berhenti di depan rumah yoona.


" appa ayo masuk" ucap deren


" tidak deren sudah malam appa pulang dulu." jawab siwon


" kenapa appa harus pulang, kenapa appa tidak tinggal bersama kami, teman-teman deren tinggal dengan appa omma nya kenapa dern tidak bisa tinggal dengan appa dan omma " ucap deren dengan muka sedih


siwon yang mendengar keluhan deren merasa sakit hatinya. deren hanya ingin keluarga yang utuh. tapi siwon dan yoona tidak bisa memenuhi permintaan deren.


" appa tidak akan pulang, appa akan termani deren tidur." ucap siwon


yoona yang mendengar keluhan deren hanya bisa menghembuskan nafasnya.


deren tengah bersiap untuk tidur


"appa tidur bersama deren malam ini" ucap deren.


" baiklah," ucap siwon sambil berjalan ke ranjang deren.


" tunggu disini, App!" ucap deren


deren berlari menuju kamar yoona didalam kamar yoona baru selesai mandi. yoona yang mendengar pintu terbuka menoleh.


" omma! " seru deren sambil berlari memeluk paha yoona


" ya, sayang kamu belum tidur?" tanya yoona


" omma, mau berjanji menuruti permintaan deren." tanya deren


" memang kamu minta apa deren." tanya yoona sambil menurunkan badannya mensejajarkan tingginya dengan deren.


" omma harus berjanju dulu dengan deren." ucap dere


"baiklah omma janji." ucap yoona sambil melingkarkan jari kelingkingnya dengan jari deren


deren pun menarik tangan yoona menuju kamarnya. siwon yang sedang menunggu deren mendengar langkah kaki mendekat.


"deren! " seru siwon saat melihat deren dan yoona masuk


" appa ayo kita tidur bersama," ucap deren sambil melihat siwon dan yoona


" deren omma tidur dikamar omma saja ya, deren tidur bersama appa saja," ucap yoona mencoba membujuk deren


deren yang mendengar perkataan yoona menjadi sedih.


" kenapa omma, deren ingin tidur bersama omma dan appa."ucap deren sambil menundukan kepalanya


siwon yang tidak tega melihat deren sedih pun menyetujui permintaan deren. yoona pun tidak lagi menolak.


tempat tidur deren tidak terlalu besar tapi masih cukup untuk menampung tiga orang


deren terlihat bahagia. deren menggenggam tangan appa dan omma nya.


" appa, omma deren hari ini bahagia sekali. bisa bermain dengan appa dan omma bahkan kita tidur bersama."ucap deren


" appa juga bahagian bermain dengan deren, appa sayang deren ucap " siwon sambil mengecup pipi deren.


" appa, omma apa aku boleh meminta sesuatu." tanya deren


" deren ingin apa pasti akan appa kabulkan" jawab siwon


" bener ya appa, janji." ucap deren dengan mata berbinar


" ya, appa janji." ucap siwon


" derren ingin punya adik yang cantik seperti omma" ucap deren


yoona dan siwon yang mendengar perkataan deren terdiam.


" boleh ya appa omma, ucap deren sambil menatap siwon.


deren yang melihat sang appa terdiam pun memanggil nya dengan suara keras.


"Appa!" seru deren


"ya, boleh ya Appa." bujuk deren


" tanya pada omma, kalo omma setuju appa setuju." jawab siwon sambil melirik yoona


deren pun berbalik ke arah yoona.


" boleh ya omma." bujuk deren


yoona yang mendengar perkataan deren melirik tajam ke arah siwon, sedangkan yang dilirik sedang tersenyum lebar.


" ya, sekarang deren tidur " jawab yoona sambil mendekap deren.


***


siwon membuka matanya melihat yoona dan deren yang tengah tertidur pulas. siwon bangkit dari tempat tidur berjalan ke arah yoona. siwon menggeser badan yoona agar ia bisa tidur disamping yoona. yoona yang merasa terganggu membalikan badannya kearah siwon memeluk siwon dan mengusal di dada siwon dengan mata terpejam. siwon pun balik memeluk yoona sambil mencium dahi yoona. tangan siwon mengusap bibir yoona dan mengecupnya singkat. tangan siwon mengusap perut yoona.


" semoga kamu cepat hadir, sayang seperti keinginan oppa mu." gumam siwon


siwon berharap yoona hamil. saat malam itu siwon tidak menggunakan pengaman dan mengeluarkannya berkali-kali di rahim yoona.


20 Agustus 2020


~99