ex husband my boss

ex husband my boss
Bahagia



suara tawa memenuhi indra pendengaran yoona. yoona yang merasa terganggu membuka matanya. dada bidang menjadi pandangan yang pertama kali yoona lihat, yoona pun mendongakan kepalanya melihat orang di depannya.


yoona terkejut mendapati dia ada dipelukan siwon. suara tawa menyadarkan yoona. yoona segera melepaskan pelukan siwon pada tubuhnya. siwon yang merasa terganggu karena gerakan yoona membuka matanya.


" siwon lepaskan aku." seru yoona


" yoona tenanglah jangan bergerak seperti itu" gumam siwon dengan suara serak


"ya sudah lepaskan aku." ucap yoona masih berusaha melepaskan diri


" yoona diamlah kamu membuatku bangun" gumam siwon di telinga yoona


yoona pun terdiam mendengar perkataan siwon, yoona merasa ada yang menusuk perutnya.


" AH! choi siwon mesum lepaskan aku." teriak yoona


" aku akan melepaskan mudengan syarat, morning kiss."gumam siwon semakin mengeratkan pelukanya


tanpa berpikir dua kali yoona pun mengecup pipi siwon.


siwon yang gemas dengan tingkah yoona langsung mengecup bibir yona. saat akan memperdalam ciumannya.


" appa aku juga ingin di ikut berpelukan" ucap deren sambari ikut memeluk yoona


yoona yang masih terkejut atas ciuman siwon menjadi tersadar. yoona balik memeluk deren.


siwon yang merasa kegiatannya diganggu pun menggelitiki deren. deren yang mendapat serangan dari ayahnya pun tertawa meminta sang appa untuk berhenti.


" omma bantu deren " ucap deren meminta bantuan


" tidak ada yang bisa membantu deren dari serangan appa." ucap siwon sambil terus mengglitiki deren


" Appa ini sangat geli ha ha ha" ucap deren


" sudah siwon kasian deren." ucap yoona sambil tertawa melihat mereka


siwon pun menghentikan glitikannya dari deren dan membisikan sesuatu. membuat yoona bingung


" 1, 2, 3 " ucap siwon sambil memeluk yoona


deren yang mengerti aba- aba siwon pun mengglitiki yoona


" ha ha ha hentikan deren itu geli " ucap yoona sambil tertawa.


"itu rencana appa omma " ucap deren sambil terus mengglitiki yoona


mereka bertiga tertawa bersama diatas tempat tidur.


***


saat ini yoona tengah membuat sarapan untuk deren dan siwon, pancake menjadi andalan yoona pagi ini. siwon adalah penggemar nomor satu pancake dan itu diturunkan pada putranya. jika siwon nomor satu maka deren adalah yang kedua. berbeda dengan mereka berdua yoona harus makan nasi saat pagi hari pancake tidak akan cukul untuk perutnya.


" baby, ayo makan." seru yoona dari meja makan.


terdengar langkah kaki mendekat disusul suara cempreng milik deren.


"mana pancake deren omma " tanya deren dengan antusias di belakangnya siwon menyusul.


" ini pancake baby omma " jawab yoona sambil meletakan piring berisi pancake, dan mengecup pipi gembul deren."


melihat siwon duduk yoona meletakkan pancake di depan siwon


" terimakasih." ucap siwon sambil tersenyum


" omma, appa akan mengantar deren ke sekolah." ucap deren sambil memakan pencake nya


" omma tau telan makanan nya dulu deren sebelum bicara." ucap yoona


" kita pergi ke kantor bersama." ucap siwon menatap yoona


" tidak perlu aku bisa naik motor." tolak yoona


" kamu ikut aku." putus siwon


yoona yang tidak mau merusak mood siwon pun mengiyakan.


***


" turunkan aku disini. " ucap yoona


" kenapa." tanya siwon


" aku tidak mau ada gosip yang menyebar tentang kita." jawab yoona


"baik lah." ucap siwon menghentikan mobilnya


" terimakasih." ucap yoona sebelum keluar mobil.


siwon tidak menanggapi perkataan yoona dan segera melajukan mobilnya menuju hyundai group.


**


" hei " sapa yoona sambil menepuk bahu yuri.


" ah! yoona aku rindu sekali dengan mu." ucap yuri sambil memeluk yoona


" aku tidak." ejek yoona


" tega sekali kamu padaku, tanpa kamu kantor sangat membosankan. apa lagi ada karyawan baru yang sombong itu, kantor serasa seperti neraka bagi ku. " ucap yuri.


" karyawan baru, siapa?" tanya yoona


" kenapa panas sekali." ucap min ah di samping yoona.


yoona yang melihat min ah datang langsung menyapa nya.


" hai nama ku lim yoona" ucap yoona sambil mengulurkan tangannya.min ah hanya memandang yoona dengan tatapan menilai.


yoona yang tidak mendapat kan respon pun menurunkan tangannya.


" idiot." gumam min ah


yuri yang mendengar perkataan min ah menjadi marah.


" sombong sekali kamu hanya karyawan baru saja. lagak nya seperti pemilik perusahaan." marah yuri.


" kenapa kamu tidak terima kamu ingin di pecat dari perusahaan ini, aku adalah adik pacar ceo kamu berani padaku." ucap min ah membanggakan dirinya.


" sudah yuri biarkan saja tidak usah memedulikan orang gila."


min ah yang marah karena kata- kata yoona pun ingin menampar yoona tapi berhenti saat teguran dari ketua divisi.


" sudah kembali bekerja jangan bertengkar." ucap kepala divisi


" yoona, yuri dan min ah kembali meja masing-masing."


tanpa yoona sadari min ah tengah menatap tajam padanya.


" lihat saja aku akan membuat mu menderita. gumam min ah dalam hati.


**


hari ini yoona ijin masuk siang, beberapa hari ini kepala yoona terasa pusing, ia juga sering mual. setelah mengantar deren ke sekolah yoona memutuskan untuk pergi ke rumah sakit.


" selamat pagi." sapa dokter


" selamat pagi dok." sapa yoona


" begini dok, belakangan kepala saya sering pusing dan mual dok " ucap yoona


" saya periksa dulu silahkan berbaring ibu." ucap dokter


" sepertinya anda harus pergi ke dokter kandungan, sepertinya anda sedang hamil." ucap dokter sambil melepaskan stetoskop dari telinga nya.


yoona yang mendengar perkataan dokter membeku tidak percaya.


* * *


yoona tengah menunggu antrian, pandangan yoona masih kosong sejak keluar dari ruangan dokter umum.


pikiran yoona masih menyangkal bahwa ia hamil.


" tidak, aku tidak hamil." gumam yoona


" ibu Lim yoona" panggil suster.


yoona yang merasa namanya di panggil pun segera memasuki ruangan dokter kandungan


" selamat pagi" sapa dokter


" selamat pagi, saya beberapa hari ini sering pusing dan mual dok."balas yoona singkat.


" apa jadwal menstruasi ibu telat? tanya dokter


" iya dok."jawab yoona


" apa ibu sudah menggunakan tespeck." tanya dokter


"belum dok." jawab yoona


" silahkan berbaring bu." ucap dokter


yoona tengah berbaring, dokter memberikan jel di perut yoona.


deg, deg, deg


bunyi jantung berdetak dengan lambat, yoona yang mendengar itu meneteskan air matanya


"ini suara jantung anaknya." gumam yoona hati yoona menghangat.


" lihat bu, kehamilan ibu sudah 6 minggu dan bayi kembar." jelas dokter


" kembar dok " tanya yoona


" iya, kembar dan sehat selamat bu" ucap dokter


" terimakasih dok".


hyundai group


yoona tiba di perusahaan saat jam makan siang saat memasuki lobi yoona melihat siwon dan donghee yang berjalan ke arahnya. mata mereka bertatapan, yoona membungkuk dan menyingkir saat siwon berjalan kearahnya.


saat siwon melewatinya tangan siwon dan yoona saling bersentuhan.


yoona secara reflek memegang perutnya


" itu appa mu baby." gumam yoona dalam hati.


20 Agustus 2020


~99