ex husband my boss

ex husband my boss
Lelah



Hyundai Group


yoona melangkahkan kaki nya menuju life saat life akan menutup tiba-tiba seruan seseorang menyuruh untuk menahan life.


" terimakasih " ucap yonghwa


"tidak masalah" jawab yoona dengan senyum


"aku yong hwa, kamu " sapa yong hwa sambil menyodorkan tangan nya


" Lim yoona senang bertemu dengan mu" ucap yoona menyambut uluran tangan yong hwa


" aku dari divisi keuangan " ucap yong hwa


" benarkah? aku juga dari divisi keuangan, apa kamu karyawan baru? " tanya yoona


" ya aku baru bekerja hari ini" ucap yong hwa


ting


yoona turun di lantai 15 sedang kan young hwa harus bertemu ceo terlebih dahulu.


" annyeong yoona " sapa yuri


" annyeong yuri " sapa balik yoona


" kenapa dengan matamu yoona, kamu habis menangis? "tanya yuri cemas


" tidak mataku kemarin kemasukan debu" ucap yoona menghindari tatapan yuri


" ya siapa yang sedang kamu bohongi" marah yuri


" tidak apa-apa kalo kamu tidak mau cerita" ucap yuri


" terimakasih, nanti aku pasti cerita" ucap yoona sambil memeluk yuri


" yoona kamu sudah dengar katanya hari ini manager baru kita mulai bekerja" seru yuri heboh


"benarkah " ucap yoona seadanya


" katanya dia tampan, walaupun tidak setampan ceo kita si" ucap yuri


saag sedang memgobrol tiba tiba ada orang yang berbicara membuat mereka segera berdiri ternyata meneger baru mereka ingi memperkenalkan diri. yoona yang merasa familiar pun memfokuskan pandangan matanya.


" ah pria di life tadi adalah manager barunya" batin yoona


* *


" ah akhirnya jam makan siang tiba juga, ayo yuri kita ke kantin cacing di perutku sudah demo" ucap yoona


" ah aku sangat prustasi kerjaan ku belum selesai kamu duluan saja " ucap yuri


" yasudah aku makan sendirian saja" jawab yoona sambil membereskan barang -barang nya ke tas


saat yoona sedang membereskan tas nya tiba-tiba ada seseorang menepuk bahunya, yoona menoleh. yong hwa yang menepuk bahu yoona hanya tersenyum.


" yoona apa kamu ingin makan siang boleh aku ikut, aku belom familiar dengan kantor ini" ucap yong hwa


yoona yang melihat orang itu adalah yonghwa segera menganggukan kepalanya.


" oh, boleh pak" jawab yoona sopan


" ayolah yoona panggil aku yong hwa saja kamu teman pertamaku" jawab yonghwa


" baiklah yonghwa, ayo kita kekantin" ajak yoona


yuri yang melihat yoona dan yong hwa hanya terdiam kaget.


* *


Ruang ceo


suwon yang sedang serius membaca laporan dikagetkan dengan kedatangan donghee yang seperti orang kesurupan. siwon hanya bisa menghela nafasnya andai donghee bukan sahabatnya pasti sudah ia tendang dari perusahaan ini.


" siwon! " seru donghee heboh


" kenapa? " ucap siwon dingin


" tadi saat aku pergi ke kantin aku melihat yoona dan yonghwa meneger baru kita makan bersama sekarang para karyawan sedang heboh membicarakan mereka." ucap donghee


siwon yang mendengar ucapan donghe terdiam, rahangnya mengeras, kepalan tangannya menguat.


"aku tidak peduli" ucap siwon dingin


" kamu tidak cemburu" tanya donghee sambil mengamati siwon


" itu bukan urusan ku, aku dan yoona tidak ada urusan apa -apa lagi." jawab siwon


melanjutkan membaca dokumen


" baiklah aku keluar dulu" ucap donghee.


setelah donghee keluar siwon menatap lurus, ada amarah di matanya.


*


ting


yoona terdiam melihat orang yang ada di life. siwon pun sama terdiam saat melihat yoona.


" tidak masuk" ucap siwon dingin


yoona masuk ke dalam life, suasana life hening. siwon hanya menatap yoona dari belakang dia merasa bersalah telah mengatakan perkataan yang kasar terhadap yoona. ia ingin minta maaf tapi egonya lebih besar.


" jangan dekat- dekat dengan yong hwa" ucap siwon


tidak ada balasan dari yoona, melohat yoona terdiam siwon pun ikut diam.


ting


yoona melangkahkan kakinya keluar life dengan cepat, langkah yoona terhenti saat tangannya di tahan oleh seseorang.


" aku antar" seru siwon


"tidak perlu" ucap yoona sambil menghempaskan tangan siwon.


siwon hanya terdiam melihat kepergian yoona


" aku tidak tahu bagaimana menghadapi mu lagi siwon " batin yoona.


*


hubungan yoona dan yong hwa semakin akrab. setiap hari donghee selalu memberi tahu siwon kabar tentang hubungan yoona dan yong hwa dan membuat siwon marah.


yoona sedang di pusingkan oleh kerjaan beberapa hari ini yoona selalu lembur, pagi ini yoona datang ke kantor dengan muka pusat saat sedang berjalan ada yang memanggil yoona, yong hwa yang melihat yoona pucat seketika cemas. yong hwa secara tidak sadar memyentuh pipi yoona, yoona yang merasakan sentuhan tangan yong hwa di pipinya terdiam kaku. mereka berdua tidak sadar ada mata tajam yang mengawasi mereka.


siwon berjalan lurus ke arah yoona, yoona yang mendengar ada suara kaki mendekat menolehkan wajahnya diliahatnya siwon dengan rahang ketat. sedang menuju kearahnya. siwon berhenti di depan yoona dan yong hwa yoona dan yonghwa seketika menundukan wajahnya tanda hormat.


" bukan kah kalian kesini untuk bekerja!" seru siwon dingin


" ya tuan saya hanya khawatir melihat nona yoona yang pucat" jawab yong hwa


siwon pun melihat muka yoona yang memang pucat, hati nya sakit saat mrlihat yoona yang tampak tak berdaya tapi dia masih marah dengan yoona.


" nona Lim sepertinya kamu harus ke klinik di lantai 5 jangan memasang wajah kasian seperti itu untuk menggoda laki-laki." ucap siwon sinis sembari melangkahkan kakinya pergi


yoona yang mendengar perkataan siwon merasa sakit hati,


"apa sehina itu aku dimatamu siwon" batin yoona


" sudah yoona tidak perlu di ambil hati ucapan ceo kita itu, memang semakin tinggi jabatannya seakin rendah sopan santunnya" ucap yonghwa menenangkan yoona.


**


" hey ***** kamu tidak bisa mendapatkan ceo kita sekarang kamu mendekati manager" ucap min ah sinis


" bisakah kamu diam, suaramu yang cempreng itu mengganggu konsentrasiku" ucap yoona


" apa kamu bilang hah " seru min ah menjambak rambut yoona


yuri yamg melihat tingkah anarkis minah segera membantu yoona.


" ya gila cepat lepaskan rambut yoona" ucap yuri


staf yang lain berusaha untuk memisahkan yoona dan min ah


" hentikan! ada apa ini apa kalian tidak bekerja" seru yong hwa


"min ah aku tunggu di ruangan ku dan kamu yuri antar yoona ke klinik perusahaan" ucap yong hwa.


* *


yoona sedang mengawasi deren menggambar. setelah kejadian dengan min ah yoona memutuskan untuk pulang lebih awal mood yoona sudah ancur.


" omma" seru deren


" ya, baby " tanya yoona


" appa tidak kesini omma?" tanya deren


"tidak deren appa sedang banyak kerjaan" ucap yoona


" tapi deren kangen appa omma, deren ingin menunjukan gambar deren " ucap deren


" baiklah deren telpon appa saja ya " ucap


deren menganguk mendengar ucapan yoona.


setelah dering beberapa saat, muncul wajah siwon, melihat siwon. deren segera berseru senang mereka berdua saling menanyapa dan mengobrol. setelah cukup lama deren pun mengakhiri panggilannya dengan siwon.


24 Agustus 2020


~ 99