
yoona yang melihat siwon tersenyum lebar memalingkan mukanya dan berjalan melewati siwon membawa plastik sampah.
siwon yang melihat yoona membawa plastik sampah langsung merebut plastik itu dari tangan yoona dan berjalan ke arah tong sampah di depan halaman yoona.
setelah membuang plastik sampah siwon langsung berjalan ke arah yoona lagi yang tengah melihat ke arahnya. siwon mengamati muka yoona yang pucat hatinya sedih melihat yoona yang pasti tengah salah paham padanya.
siwon mengelus pipi yoona, siwon meminta maaf atas semua kesalahan nya karena tidak menghubungi yoona dan meninggalkan yoona saat di lobi perusahaan.
yoona menarik tangan siwon dari pipinya, dan berjalan masuk ke rumah saat akan menutup pintu kaki siwon mengganjal pintu agar tertutup. suara pekikan kesakitan siwon menyadarkan yoona.
siwon yang melihat raut panik dari yoona hanya tersenyum bodoh. yoona tidak peduli dengan tingkah konyol siwon dan masuk ke dalam rumah. siwon yang mendapat lampu hijau dari yoona segera masuk ke rumah.
"appa" seru deren saat melihat siwon datang dan langsung memeluk nya.
siwon pun membalas pelukan deren dan mengecupi seluruh muka deren. dern hanya terkikik geli mendapat boom cium dari siwon.
ia sangat rindu dengan deren satu minggu tidak bertemu membuat ia merasa sangat merindukan putera nya ini.
"appa! kenapa baru datang, deren sangat rindu appa omma juga rindu appa" manja deren
" maaf kan appa sayang appa harus ke london haraboji sedang sakit jadi appa harus menemani haraboji dulu." ucap siwon
" haraboji im?" tanya deren
" bukan tapi haraboji choi kiho, ayah appa" ucap siwon.
" deren tidak pernah bertemu haraboji choi appa" ucap deren
" minggu depan kita bisa bertemu haraboji, deren mau kan bertemu haraboji choi dan halmoni choi. "ucap siwon
" nde appa deren ingin bertemu haraboji dan halmoni choi." ucap deren antusias.
acara mengobrol siwon dan deren terputus saat yoona memanggil nya untuk makan. mendengar panggilan siwan deren langsung turun dari pelukan siwon dan menarik siwon ke arah meja makan siwob hanya mengikuti deren.
di dapur siwon melihat yoona dan seorang wanita sedang meletakan makanan di atas meja wanita itu tersenyum ke arah siwon dan memperkenalkan dirinya ternyata dia adalah jihyun istri siwan.
jihyun menyuruh siwon untuk duduk dan ikut makan tanpa pikir dua kali siwon lansung duduk di meja makan, sebelah deren. tidak lama siwan muncul dengan anak laki-laki yang siwon perkirakan usianya 2 tahun.
siwan menatap siwon sinis dan menanyakan kenapa dia ada disini. deren yang mendengar ucapan sang ahjussi kesal.
"ahjussi, jangan memarahi appa deren" kesal deren
"tidak siapa yang memarahi appa deren " ucap siwan dengan muka polos
" tadi ahjussi melebarkan mata ke arah appa " ucap deren
"tidak seperti itu ahjussi hanya terkejut melihat appa deren disini itu saja" ucap siwan
deren tidak menanggapi ucapan siwan kepalanya menengok ke arah sang appa
" appa kalo ahjussi marah, appa harus bilang pada deren oke" ucap deren polos
" nde baby" ucap siwon sambil tersenyum lebar
siwon senang ada deren yang membantunya, siwon sekarang tidak takut lagi pada siwan.
siwan yang mendengar ucapan keponakannya merasa gemas dan mencubit pipi bulat deren dan langsung mendapat teriakan dari deren.
yoona dan jihyun yang melihat tingkah mereka tertawa.
" kenapa tidak makan siwon " ucap jihyun
siwon merasa canggung, untuk mengambil makanan siwon terus melirik yoona.
yoona mengambil nasi dan lauk dan diberikan pada siwon, melihat yoona yang tidak benar-benar mengabaikannya tersenyum lebar.
"hentikan senyum konyolmu itu" ucap dingin siwan
* *
siwan dan istrinya pergi keluar deren juga diajak oleh siwan. sepertinya siwan ingin ia dan yooba mengobrol tanpa ada orang lain.
siwon tengah duduk di meja tamu, yoona belum keluar kamar sedari tadi. siwon memberanikan masuk ke kamar yoona dipandanginya yoona yang tengah tertidur.
siwon duduk di bawah ranjang yoona mengamati muka yoona yang tertidur. yoona begitu cantik pikir siwon. siwon mengecup bibir yoona pelan takut membangunkan nya.
yoona yang merasa terganggu bun membuka matanya dia terkejut saat membuka matanya di depannya siwon tengah tersenyum.
yoona memukul siwon dengan bantal di tangannya, yoona terus memukuli siwon yoona belum puas memukul siwon pukulan itu karena membuatnya terkejut juga karena menyakiti dia.
siwon mendengar suara terisak yoona, siwon yang sedang berusaha menghindar dari pukulan yoona terkejut siwonn merebut bantal dari tangan yoona dan membuangnya berjaga-jaga agar yoona tidak bisa memukuli nya lagi.
"sayang ada apa dengan mu, kenapa kamu menangis kan aku yang dipukuli" ucap siwon bingung
tangia yoona makin mengencang mendengar perkataaan siwon.
" jangan menangis sayang ayo pukul aku lagi saja ya" ucap siwon memungut bantal yang ia buang tadi dan menyerah kan nya pada yoona
yoona malah membuang bantal yang di berikan siwon, siwon yang tidak tau harus bagaimana lagi langsung memeluk yoona menenangkan wanita pujaan nya ini.
siwon dan yoona tengah berpelukan di tempat tidur, mata yoona terpejam tangan siwon tidak berhenti mengelus rambut yoona siwon bingung dengan tingkah yoona sebentar marah sebentar menangis sebentar manja. tapi siwon suka dengan reaksi yoona itu, siwon merasa di butuhkan.
" siwon kenapa kamu disini "lirih yoona tanpa membuka matanya
" untuk menemuimu dan anak kita, kamu tiba-tiba menghilang aku khawatir pada kalian " ucap siwon
" seharusnya kamu bersama minyong" ucap yoona
" sayang aku akan menjelaskan semuanya dengarkan aku baik-baik oke" ucap siwon
" kenapa" ucap yoona
yoona heran dengan dirinya pikirannya berkata untuk pergu menjauh dari siwon tapu hatinya tidak mau meninggalkan pelukaan siwon yang nyaman ini.
siwon menceritakan semua kejadian semingu yang lalu saat ia menarik tangan minyong alasannya, siwon juga bilang kalo dia sudah memutuskan hubungannya dengan minyong. dan memberitahu yoona kedalahpahaman yang terjadi lima tahun lalu yang juga ada campur tangan minyong.
yoona melihat mata siwon dan tidak yoona temukan kebohongan di dalamnya.
.
"kamu jujur pada ku siwon?" tanya yoona
" sayang semua yang aku ucapkan benar aku akan menelfon omma dan donghee agar kamu percaya." ucap siwon
" terus kenapa kamu tidak menghubungi ku" tanya yoona
" aku lupa dengan hp ku, hp lu hilang ini saja aku meminjam ho donghee untuk menghubungi mu tadi" ucap siwon sambil menunjukan hp donghee pada yoona
yoona teringat hp yang di bawa minyong saat bertemu dengan nya, yang membuat yoona percaya dengan perkataan minyong.
tidak mau ada kesalahpahaman lagi yoona langsung bilang tentang pertemuannya dan minyong dan ucapan minyong yang bilang bahwa siwon mendekatinya hanya untuk balas dendam dan minyong mengaku hamil anak siwon.
siwon terkejut mendengar perkataan yoona.
siwon langsung menjelaskan bahwa dia tidak ada niat untuk balas dendam pada yoona, siwon. tulus mencintai yoona dan ingin mereka bersama lagi bersama deren.
siwon juga bilang kalo minyong tidak hamil anak nya siwon selalu main aman saat bersama dengan minyong, dan terakhir saat siwon ingin melakukan itu, tidak jadi karena bayangan yoona memenuhi kepalanya.
yoona percaya dengan kata-kata siwon dan memeluk siwon erat tidak akan melepaskan laki-laki yang paling ia cintai ini.
28 Agustus 2020
~99