ex husband my boss

ex husband my boss
Son



hyundai group


Para karyawan berbisik-bisik melihat kedatangan sepasang laki-laki yang serupa. anak ayah itu sedang menunggu life. choi siwon tidak memedulikan tatapan penasaran para karyawannya. sedangkan derren selalu tersenyum saat ada karyawan yang menyapa mereka.


Di perusahaan yang sama yoona tengah berkutat dengan laporan keuangan perusahaan mereka. sudah 2 tahun yoona bekerja sebagai karyawan hyundai group. sejak perceraiannya dengan siwon, yoona mulai bekerja untuk memenuhi kebutuhannya dan deren.


Saat sedang berkerja tiba-tiba yuri teman yoona menepuk tangannya yoona yang terkejut segera menghadap yuri dan memarahinya. yuri pun yang mendapat amukan yoona hanya bisa tersenyum tak bersalah. yoona dan yuri berteman sejak pertama yoona masuk kerja.


"yoona aku punya berita, apa kamu mau tau?" tanya yuri


" berita apa, apakah kita akan naik gaji?" jawab yoona dengan mata berbinar


" bukan itu, matamu selalu berbinar jika berhubungan dengan uang"jawab yuri sambil memukul bahu yoona


"emang apa berita hebohnya?." tanya yoona


" kamu tau kan ceo kita sudah berganti dan tadi aku dengar ceo baru kita membawa anak ke perusahaan padahal gosipnya dia belom menikah." jawab yuri


"mungkin dia sudah menikah, kalian nya saja yang tidak tau" kata yoona


" aku kira dia belom menikah, malah aku berencana untuk menjadikan ia pasanganku, ceo baru kita sangat tampan." kata yuri sambil membayangkan siwon


"bangunlah jangan terus bermimpi" ejek yoona sambil menepuk kening yuri dengan keras


"hais sakit sekali kau jahat sekali pada ku yoona" jawab yuri sambil mengerutkan bibirnya


"hentikan raut menjijikan itu." kata yoona sambil menggendikan bahunya merasa ngeri


"hahaha oke,oke tapi memang benar ceo baru kita itu memang tampan." kata yuri


" sudahlah kembali kemejamu saja aku ingin melanjutkan pekerjaan ku" kata yoona


**


Diruang ceo kedua orang yang menjadi objek gosip tengah saling tatap. sebenarnya hanya siwon yang sedang mengamati deren yang tengah berkeliling di kantornya. siwon terus berpikir bahwa deren benar anaknya muka deren sangat mirip dengan nya.


" apa ini London Eye?" tanya deren sambil menunjuk foto yang ada dii meja kerja siwon


"ya, kamu tau London Eye? tanya siwon


"ya, omma selalu bilang bahwa london adalah tempat appa tinggal. tapi siapa perempuan ini appa kenapa bukan omma yang ada di foto itu" tanya deren


mendengar kata-kata deren siwon pun kaget dan cepat-cepat mengambil foto itu.


"ini teman appa, deren" jawab siwon sambil mengusap belakang lehernya


" oh, kapan-kapan kita pergi bersama appa. deren ingin pergi ke London eye dengan appa dan omma." kata deren


" oke, ayo duduk dengan appa". siwon pun menggendong deren menuju sofa .


" deren?"tanya siwon


"ya, appa kenapa waktu pertama kita bertemu kamu langsung memanggilku appa? "tanya siwon


" karena deren sudah pernah melihat appa, omma selalu menunjukan foto appa ."jawab deren


siwon kira deren tau dia ayahnya karena tidak sengaja menemukan fotonya. tapi siwon senang karena yoona mau mengenalkan deren dengannya bahkan marga deren menggunakan marganya. seandainya dulu ia tau bahwa yoona hamil pasti dia tidak akan semudah itu menyerah, apalah daya nasi sudah menjadi bubur. ia juga sudah memiliki minyong dia tidak mau menghianati minyong.


rumah yoona


yoona yang sedang gelisah menunggu kedatangan deren, ia berpikir apakah siwon akan mengambil deren dan tidak akan mengembalikannya. yoona telah berkali-kali menghubungi nomor siwon tapi tidak aktif. saat suara deru mobil mendekat yoona segera berlari keluar rumah. ternyata itu adalah siwon dan deren. deren yang melihat yoona pun berlari memeluk yoona.


"omma..!" teriak deren sambil berlari


" ya, baby." jawab yoona sambil berjongkok memeluk deren


yoona yang melihat siwon membawa banyak bungkusan dengan logo terkenal.


"apa yang appa bawa deren?"tanya yoona


sambil terus memperhatikan siwon


" oh, itu hadiah dari appa omma." jawab deren


deren pun balik menghampiri siwon yang sedang mengangkat barang, deren pun mengambil barang yang ada di tangan siwon, dan siwon pun tersenyum.


"makasih sayang" kata siwon


"ya, appa ayo kita masuk" jawab deren


yoona saat ini sedang membuat minum untuk deren dan siwon.


" minumlah" kata yoona


"ya, terimakasih" jawab siwon


" seharusnya kamu tidak perlu membelikan mainan untuk deren, nanti dia akan manjadi anak yang manja. aku tidak bisa memenuhi keinginannya jika ia meminta mainan yang mahal ." kata yoona


siwob yang mendengar perkataan yoona mengerutkan dahinya rasa tidak suka menyeruk dari hatinya.


" aku appa nya selama 5 tahun hidupnya aku tidak memberikan apapun padanya sekarang aku ingin membahagiakannya, jika kamu tidak mampu ada aku yang akan selalu menuruti keinginannya." jawab siwon


"aku akan mengganti untuk mainan itu" kata yoona


" aku tidak ingin kau mengganti uangku mainan itu juga untuk deren."


yoona yang tau sifat siwon pun tidak mengungkit masalah itu lagi, siwon akan selalu membahagiakan orang yang menurutnya berharga. yoona pernah ada diposisi orang yang paling di cintai siwon tapi mungkin itu dulu.


" sudah malam apa kau akan pulang?" tanya yoona


"ya," jawab siwon


sebenarnya siwon masih ingin bermain dengan deren. deren yang mendengar bahwa appa nya ingin pulang pun merengek dan meminta untuk siwon tetap tinggal.


" appa jangan pulang, deren masih rindu appa. appa temani deren tidur." kata deren sambil memeluk siwon dengan erat.


"ya, appa akan menemani dereb tidur." kata siwon


" benar appa! aku sayang appa." kata deren sambil tersenyum


"ayo kita tidur" kata siwon


siwon pun menggendong deren dan memasuki kamar deren. siwon pun menidurkan deren.


" kenap kamu belum tidur ." tanya siwon


" aku bahagia bertemu appa." jawab deren


"appa juga bahagia bertemu deren." jawab siwon sambil mengecup kening deren


"appa jangan tinggalkan deren lagi ya." kata deren dengan mata yang berkaca-kaca


" appa tidak akan meninggalkan deren, appa sayang deren." kata siwon


"appa? bisakah besok appa mengantar deren ke sekolah, deren ingin appa mengantar deren. deren ingin menunjukan bahwa deren punya appa.? " kata deren


" ya, besok appa akab mengantar deren" jawab siwon


"sekarang kamu tidur ya baby." kata siwon


"ya, aku sayang appa." kata deren sambil mengecup pipi siwon.


mata siwon tidak pernah lepas dari deren siwon sangat bahagia karena bisa bertemu dengan deren anaknya dan yoona. siwon bertekat akan selalu membahagiakan deren.


"selamat tidur sayang mimpi indah, appa akan selalu menjagamu." kata siwon sambil


mengecup kening deren dan pergi keluar daru kamar deren.


siwon melihat yoona yang sedang duduk disofa depan tv, sepertinya yoona sedang melamun mata yoona terlihat kosong.


" yoona?" tanya siwon sambil melangakh menuju yoona. yoona yang tengah melamun itu pun tersadar dan menengok kearah siwon.


" ya, kamu ingin pulang?"tanya yoona


"ya, besok aku akan mengantar deren ke sekolah, apakah boleh?"tanya siwon


"apakah tidak merepotkan?" tanya balik yoona


siwon pun menggeleng atas pertanyaan yoona


" baik, kamu boleh mengantar deren."jawab yoona


"aku pulang dulu." kata siwon


" hati-hati." jawab yoona.


Hyundai group


hari ini yoona datang lebih awal karena tidak mengantar deren ke sekolah.


" hai cantik." sapa yuri sambil melambaikan tangannya


"hai juga." jawab yoona sambil meletakan tasnya diatas meja.


" tumben seorang Lim yoona tidak telat bekerja." tanya yuri


" sedang ingin." jawab yoona


teman sekantor yoona tidak tau bahwa yoona sudah memiliki anak.


" apa menu makan siang kita?" tanya yoona


" ha, ini masih pagi yoona, makan siang masih lama, apa kamu belom makan." tanya yuri


" tidak aku sudah makan tapi aku lapar lagi." jawab yoona sambil mengelus perutnya


" astaga yoona tolong hentikan jiwa rakus yang mendarah daging itu." kata yuri


" aku hanya lapar tidak udah selebai itu." jawab yoona sambil mengerutkan bibirnya.


yoona pun tak lagi menanggapi yuri dan melanjutkan pekerjaannya, karena siang nanti akan ada meating.


setelah makan siang yoona dan yuri langsung menuju ruang rapat di ruangan itu sudah banyak teman-temannya yang lain.


setelah lima menit menunggu sang ceo, orang yang ditunggu-tunggu pun datang saat seketaris ceo menyebutkan kedatangan ceo, yoona dan yang lain pun berdiri untuk menyambut ceo. mata yoona terpaku, badan membeku saat matanya bertemu dengan mata hitam itu. keduanya saling terdiam. yoona yang tersadar memutus pandangan itu.dan kembali duduk di kursinya.


sepanjang rapat yoona hanya terdiam setelah satu jam rapat akhirnya selesai. yoona dan yuri pun meninggalkan ruangan. yang tidak yoona tau sepanjang rapat siwon selalu memperhatikan yoona bahkan sampai yoona keluar dari ruang rapat. lee donghee yang melihat sahabat, sekaligus boss nya diam pun menepuk bahu siwon.


"kenapa?"tanya lee donghee


"tidak apa-apa" jawab siwon


"aku lihat kamu dari tadi selalu memperhatikan lim yoona, apa kamu terpesona dengan dia?" tanya lee donghee.


siwon yang kaget dengan pertanyaan lee donghe mengerutkan keningnya.


"ya, tidak heran si kamu terpesona dengan lim yoona, dia cantik, single, pintar, baik lagi" kata lee donghee


" yoona adalah primadona perusahaan ini, semenjak bergabung dengan divisi keuangan banyak laki-laki yang mendekatinya, aku juga sempat terpesona dengan nya hahaha."kata lee donghee


siwon yang mendengar bahwa banyak yang mendekati yoona pun secara tidak sadar mengepalkan tangannya.


" tidak mungkin aku terpesona dengan yoona, aku sudah memiliki minyoung ingat." kata siwon


" ya, ya aku tau kau tidak akan menduakan minyoung." kata lee donghee.


19 Agustus 2020


~99