
Rumah yoona
yoona tengah sibuk dengan rutinitas paginya, di kamar yoona tubuh siwon dan deren masih terbungkus slimut, malam tadi siwon, yoona dan deren tidur bersama.
deren membuka matanya saat mendengar bunyi alarm di meja samping tempat tidur deren membolak- balikan badannya agar tersadar. deren sadar bahwa appanya masih tidur du sampingnya deren pun langsung berguling ke atas tubuh siwon meletakan kepalanya di dada siwon.
siwon yang merasa ada yang menindihi tubuhnya dengan malas membuka matanya. rambut hitam lebat menjadi pandangan siwon, siwon yang tau bahwa orang yang menindihi tubuhnya adalah deren pun langsung memeluk deren.
" appa ayo bangun" ucap deren lirih ia masih malas tapi dia harus sekolah
" ne, appa bangun ayo mandi bersama deren harus sekolah " ucap siwon dia tidak mau menjadi contoh yang buruk untuk deren
siwon bangun terduduk dengan deren yang masih di pelukannya.
"appa gendong deren sampai kekamar mandi" manja deren
" manja sekali putra appa ini" ucap siwon mengelus rambit deren.
* *
setelah mandi dan membantu deren berpakaian siwon bingung karena tidak membawa baju ganti saat menginap kemaren siwon masih punya baju di mobilnya. tapi sekarang tidak ada baju ganti lagi, baju tadi malem sudah basah dan tidak bisa di pakai lagi. siwon pun membuka lemari yoona siapa tau ada baju yang bisa ia pakai dulu saat siwon membuka lemari yoona siwon terkejut karena di dalam lemari yoona masih ada pakaiannya yang dulu saat tinggal dengan yoona dulu.
dulu saat pernikahan yoona dan siwon mulai baik siwon sering meletakan pakaiannya di lemari yoona, dan hal itu yang selalu membuat yoona kesal padanya karena lemari pakaiannya menjadi penuh dan berantakan.
siwon sangat suka saat yoona kesal padanya karena masalah baju, bagi siwon yoona akan lebih imut kalo sedang kesal.
siwon lebih senang meletakkan pakaiannya di lemari yoona karena pakaiannya akan selalu rapi. yoona akan membongkar semua isi lemari saat melihat ada pakaian yang tidak rapi.
siwon tersadar dari keterdiammannya yang mengenang masa pernikahannya dengan yoona. siwon bertekad agar kenangan itu bisa ia rasakan lagi bersama yoona dan deren.
siwon mengambil baju kerja kerjanya, memakainya dan segera keluar setelah selesai.
saat keluar siwon melihat deren yang tengah menunggu di meja makan dengan baju tk nya. siwon pun menghampiri deren dan mengecup pipi bulat deren. setelah mengecup deren siwon berjalan ke arah dapur dilihatnya yoona yang tengah fokus memasak. siwon menyenderkan tubuhnya dan memandangi yoona. yoona yang menggunakan baju kerja terasa sangat cantik rambut yoona yang di ikat tinggi memperlihatkan leher jenjang yoona dan membuat siwon menjadi tegang. saat sedang berpikir macam-macam siwon di sadarkan oleh suara terkejut yoona.
yoona terkejut saat berbalik dan menemukan siwon yang sedang mengamatinya. yoona lebih terkejut lagi saat melihat pakaian yang dikenakan siwon. itu adalah pakaian siwon yang ada di lemarinya rasa kesal dan malu di rasakan oleh yoona.
siwon yang melihat yoona terdiam dan memandangi pakaiannya pun tau apa yang di pikirkan yoona. senyum terukir di bibir siwon sambil berjalan ke arah yoona dan memeluknya.
" sudah tidak usah malu sayang, aku tau kamu memang tidak bisa melupakan aku" ucap siwon sambil tersenyum.
" tidak siapa bilang aku hanya tidak sempat untuk membuang pakaianmu" sanggah yoona
siwon pun melepaskan pelukannya dan mengelus pipi yoona yang merah karena malu, siwon yang tidak ingin membuat yoona bertambah malu pun mengiyakan ucapan yoona.
* *
mobil siwon berhenti di parkiran sekolah deren siwon dan yoona turun untuk mengantar deren.
setelah mengantar deren siwon dan yoona pun pergi ke kantor, siwon menggandeng tangan yoona dan mengantarnya ke ruangannya.
sepanjang jalan banyak karyawan yang melihat yoona dan siwon yang bergandengan tangan dan saling menggosip.
tidak jauh dari situ ada orang yang menatap siwon dan yoona tajam dengan hp di telinganya.
" mereka datang bersama dan bergandengan tangan" ucap orang itu kepada orang di seberangnya.
* *
sekolah deren
bahkan teman-temannya selalu iri karena appa dan omma deren yang tampan dan cantik.
saat sedang mengerjakan soal kepala sekolah datang kekelas deren ditangannya menggandeng anak perempuan. deren memfokuskan matanya untuk melihat anak tersebut. ternyata dia adalah sulli. lee sulli anak dari ahjussi donghee taman sekaligus sekertaris appa nya.
deren memperhatikan sulli yang sedang memperkenalkan dirinya dengan malu. tapi saat mata sulli melihat deren sulli pun segera berseru memanggil deren. deren yang mendengar panggilan sulli pun melambai padanya.
setelah berkenalan guru pun mempersilahkan sulli duduk, sulli berjalan ke arah deren dan duduk di sampingnya.
" deren kamu sekolah disini juga " ucap sulli antusias
" ne, kenapa kamu pindah kesini" tanya deren
" aku, appa dan omma pindah rumah di dekat sini jadi sekolah ku juga pindah" ucap sulli
" baguslah aku suka kamu sekolah disini" ucap deren senang
* *
**Hyundai Group
drrt,drrt**
siwon yang tengah serius membaca laporan, melirik hp nya yang bergetar layar hp siwon menyala dan manampilkan gambar yoona, siwon dan yoona dengan latar belakang dreem word.
bibir siwon tersenyum saat melihat panggilan dari yoona tanpa pikir dua kali siwon mengangkat panggilan yoona.
di seberangnya suara merdu menyapa pendengaran siwon.
" oppa apa kamu sibuk bisakah aku meminta bantuan " tanga yoona
" ada apa sayang" jawab siwon
" oppa biskah menjemput deren, tadi oppa siwan menelepon dan bilang tidak bisa menjemput deren" ucap yoona
" ne, oppa yang akan menjemput deren" jawab siwon
" makasih oppa muah😘" ucap yoona langsung menutup panggilannya.
siwon yang akan membalas ucapan yoona segera terputus saat yoona memutuskan panggilan, bibir siwon tersenyum lebar tahu bahwa yoona kini tengah malu karena kata-katanya pada siwon. setelah melihat jam sudah saatnya deren pulang, siwon pun berjalan mengambil jas dan memakainya.
saat akan bersiap ketukan pintu disusul donghee masuk. donghee yang akan izin keluar melihat siwon yang tengah bersiap keluar pun menanyakan tujuan siwon. siwon yang di tanya donghee menjawab bahwa ia akan menjemput derren.
donghee yang tahu bahwa deren satu sekolah dengan sulli pun menawarkan diri menjemput deren sekalian. siwon pun mengiyakan.
* *
deren dan sulli tengah menunggu jemputan mereka sambil bermain ayunan.
" appa" seru sulli saar melihat sang appa datang
sulli berlari memeluk donghee, donghee yang mendengar seruan anaknya segera memeluk dan menggandeng tangan sulli berjalan kearah deren.
donghee mengajak deren untuk pulang bersama karena siwon yang menyuruhnya menjemput deren.
27 Agustus 2020
~99