
Siwon tengah melangkahkan kakinya menuju cafe sindong. deren ada di gendongnnya
dilihatnya teman-temannya yang sedang berbincang. siwon menghampiri mereka, suara imut cempreng sulli menghentikan langkah siwon di susul dengan pelukan di pahanya.
" ahjussi ." seru sulli
"hai sulli," sapa siwon
" ahjussi siapa anak digendonganmu" ucap sulli sambil menunjuk deren
" dia choi deren anak ahjussi" jawab siwon sambil menurunkan deren
"hai, aku lee sulli " sapa sulli sambil mengulurkan tangannya ke arah deren
" aku choi deren " sambil menjabat tangan sulli
" kamu sangat tampan" seru sulli dengan mata berbinar
deren yang mendengar perkataan sulli ,telinga nya memerah malu
" Ha ha ha " tawa siwon saat melihat reaksi deren atas pujian sulli
siwon mengajak deren dan sulli untuk menghampiri teman-temannya.
"Hai Bro" sapa siwon
" lama sekali kau siwon " ucap kyuhyun dengan jengkel
" sorry bro jalanan macet."
siwon pun mengenalkan deren dan teman-temannya.
" ya ! siwon kamu harus menjelaskan ini semua pada kami "ucap sindong
" ne, kalian berdua juga harus jelaskan pada kami" ucap eun hyuk menunjuk kyuhyun dan lee teuk
siwon pun menjelaskan bagaimana awal pernikahan nya dengan yoona pada mereka saat di senior high school, tentang perceraiannya dan tentang keberadaan deren yang baru di ketahuinya belakangan ini.
" terus kenapa kamu tidak memberitahu kita" tanya donghee
"karna itu masa lalu" jawab siwon singkat
* *
"ah siwon kami punya hadiah untuk mu" seru lee teuk
lee teuk memberikan pepper bag yang ada di bawah kursinya, begitupun teman-teman siwon yang lain.
" apa ini? tanya siwon sambil membuka hadiah
"itu untuk deren, tapi sepertinya harus kamu berikan pada anak mu yang kedua" jawab kyuhyun sambil tersenyum lebar
"ne, itu salah donghee tidak memberitahu usia deren" jawab eun hyuk sambil memukul kepala donghee gemas
" maaf aku lupa, kabar dari siwon terlalu mengagetkan" ucap donghee sambil menaikan bahunya tidak peduli
" wuh. . terimakasih bro, dan untuk anak kedua doakan aku ya" canda siwon
" ya! siwon jangan menanggapi ucapan si evil kasihan yoona" ucap eun hyuk
"oh aku kira dengan minyong" ucap yesung polos
siwon yang mendengar jawaban yesung terdiam " ah kenapa aku lupa tentang minyong" batin siwon
yesung yang mendapat tatapan tajam dari teman -temannya pun menggarukan tengkuknya merasa bersalah.
"siwon kamu harus mentraktir kami sekarang " ucap kyuhyun memecah keheningan karena perkataan yesung
" baiklah aku yang traktir" ucap siwon dengan senyum
" ya siwon kau terbaik " ucap donghee
**
siwon dan donghee sekarang sedang berada di hyundai departemen store. siwon telah berjanji kepada deren untuk pergi bermain di timezone, sulli yang tidak mau berpisah dengan deren pun akhirnya ikut. jadi akhirnya disinilah siwon dan donghee mereka duduk sambil mengawasi anak mereka.
" bagaimana keputusan mu " tanya donghee
"apa?" tanya balik siwon
" pilihan mu yoona atau minyong" jawab donghee
" aku belum memutuskan aku tidak ingin mengecewakan minyong, kamu tahu kan aku pernah terpuruk dan karena minyong aku bangkit" ucap siwon sambil menerawang
" itu terserah padamu siwon tapi kamu harus memikirkannya karena ada deren diantara kalian berdua" ucap donghee
" yoona tidak mau kembali padaku sudah tidak ada perasaan diantara kita" ucap siwon
" pikirkan lah " ucap donghee
* *
siwon dan deren tengah bermain di ruang tamu. siwon sedang menunggu yoona dan ingin membicarakan kejelasan hubungan mereka. siwon mendengar suara mobil berhenti di depan rumah yoona, siwon melihat seorang pria keluar dari mobil itu dan membukakan pintu mobil untuk yoona, mereka berdua berbinacang, tanagn siwon menggenggam kuat saat melihat pria itu memegang tangan yoona.
" laki-laki yang berbeda dari kemaren" batin siwon.
" baby kamu di rumah" seru yoona sambil melangkahkan kaki nya masuk rumah
" omma! bogosipo" seru deren berlari dan memeluk yoona
" deren bogosipo " jawab yoona sambil mencium seluruh muka deren
" siwon " sapa yoona saat melihat siwon yang mendekat kearahnya.
" deren kamu mandi dulu ya, appa ingin berbicara dengan omma" perintah siwon
" ne appa " jawab deren berlari ke arah kamar mandi
yoona yang mendengar siwon ingin berbicara padanya mengikuti langkah siwon ke arah kamar tidur yoona.
" apa yang ingin kamu bicarakan pada ku?" tanya yoona
" siapa laki-laki yang mengantar kamu pulang?"tanya siwon balik
" dia anak teman appa" jawab yoona .
" jangan berbohong pada ku yoona, apa ternyata begini sifat mu, selalu pergi dengan laki-laki lain, tidak peduli pada puteramu yang menunggu dirumah!" seru siwon dengan suara tinggi
yoona tertegun mendengar kata-kata kasar dan bentakan dari siwon, tanpa sadar air mata yoona mengalir.
" jangan keluarkan air mata mu itu aku tidak akan luluh dengan cara mu itu, sepertinya kamu tidak becus mengurus deren lebih baik deren ikut dengan ku dan kamu boleh pergi dengan laki-laki semau mu." seru siwon marah
yoona yang sadar tentang perkataan sieon pun mengelap air matanya.
" apa itu semua yang kamu pikirkantentang aku apa karena aku hanya pulang dengan laki-laki kamu bilang aku tidak bertanggung jawab, kamu pergi saat aku butuh kamu, kamu tidak tahu perjuangan aku untuk deren dan kamu bilang aku tidak bertanggung jawab, aku tahu sekarang tujuan kamu cuma ingin merebut deren dari aku kan siwon, kamu jahat sekali pada ku siwon aku kecewa padamu lebih baik kamu pualng" seru yoona dengan marah
" aku akan pulang tapi inget kata"kata ku yoona aku akan mengambil deren karena kamu tidak pantas menjadi ibu untuk deren" ucap siwon melanhkahkan kakinya keluar dari kamar yoona.
" kamu jahat siwon! kamu jahat" tangis yoona mendudukan badannnya ke tempat tidur.
"omma " seru deren memeluk yoona
"derren " jawab yoona sambil menghapus jejak air matanya ia tidak ingin deren melihat air matanya.
" omma marah dengan appa?"tanya deren masih di pelukan yoona
" omma tidak marahan dengan app" jawab yoona
" lalu kenapa appa pulang dengan terburu-buru" tanya deren
" appa sudah pulang ? " tanya yoona pura-pura tifak tahu
"ne, kata appa omma sedang sedih dan menyuruh deren untuk menghibur omma" seru deren
"apa sebenarnya mau mu siwon " batin yoona
" ayo kita tidur deren sudah malam" ajak yoona
" deren ingin tidur dengan omma" bujuk deren
" ne. baby nya omma ." jawab yoona
**
" omma aku punya teman baru namanya lee sulli dia sangat imut omma" ucap deren dengan antusias
" benarkah" jawab yoona
"ne, aku ingin punya adik yang imut seperti sulli omma" bujuk deren
" ne deren adik deren masih di perut omma, deren sebentar lagi akan jadi oppa. " ucap yoona sambil mengelus perutnya
" benarkah omma deren akan jadi oppa? kenapa adik deren di perut omma?" tanya deren dengan penuh antusias
" karena adij deren masib kecil jadi masih harus omma jaga di perut omma " jawab yoona
" oh seperti itu omma, tidak apa -apa deh deren akan menunggu adik" ucap deren
" deren ingin mendengar suara adik ?" tanya yoona sambil mengelus rambut deren
" ne omma deren mau" seru deren dengan semangat
yoona mengarahkan kepala kecil deren ke perutnya. yoona yang melihat tingkah deren saat mendengar detak jantung adik nya pun menjadi gemas.
24 Agustus 2020
~99