
Disebuah bandara internasional Incheon, pria muda bertubuh jangkung dan tegap dengan setelan kaos hitam dilapisi jas serta celana jeans berjalan keluar dari bandara incheon.
diluar bandara incheon telah menunggu assisten pribadi sekaligus sahabatnya lee donghee.
" selamat datang boss" sapa lee donghee
sampil tersenyum lebar.
choi siwon membalas sapaan dan merangkul bahu sahabatnya itu ia sudah sangat rindu pada sahabatnya itu. saat ia ke london lee donghe tidak mau mengikutinya karna alasan tidak mau jauh dari istrinya.
" bagaimana kabarmu." tanya choi siwon yang sudah duduk manis di kursi penumpang, mereka akan pergi ke prusahaan.
" baik, apakah kamu akan menetap disini" tanya lee donghee
"sepertinya ia, aboji menyuruhku untuk mengurus perusahaan, aboji ingin pensiun dan menikmati hari tua nya dengan omma." jawab choi siwon
" tumben kamu patuh dengan perintah mereka." tanya lee donghee
" mau bagaimana lagi, sekarang kita akan bertemu setiap hari" sambil mendekatkan muka dan mengedipkan matanya choi siwon menjawab pertanyaan lee donghee
" jauhkan muka jelekmu itu aku tidak akan tergoda oleh tingkah imutmu yang menjijikan itu." kata lee donghae
" kenapa apa aku sudah tidak imut lagi hum, hum jawab choi siwon sambil menggoyangkan kepala dan menggembungkan pipinya.
" sudah hentikan, atau mau aku turunkan kamu sekarang."marah lee donghae
" hahahaha ok, ok aku akan berhenti." jawab choi siwon sambil menghapus air matanya.
inilah yang pasti terjadi bila kedua sahabat ini bertemu.
"kita langsung pergi ke perusahaan?" tanya choi siwon
" ya, kenapa? tanya lee donghee
" Malas sekali padahal aku baru sampai kenapa harus langsung pergi ke perusahaan."
keluh choi siwon
" Pressdir ingin memperkenalkan mu." jawab lee donghee sambil menepuk bahu choi siwon.
hyundai group
choi siwon kini telah duduk diantara para direksi. ayahnya choi kiho tengah memperkenalkan dirinya yang sebentar lagi akan menggantikan choi kiho sebagai ceo hyundai group.
" selamat siang, saya choi kiho ingin memperkenalkan putera saya choi siwon dia akan menggantika saya sebagai ceo disini." kata choi kiho sambil menyuruh choi siwon untuk memperkenalkan dirinya.
" selamat siang, saya choi siwon senang bisa bekerja bersama saya mohon bimbingannya.
kata choi siwon sambil membungkukan badan.
setelah perkenalan yang membutuhkan waktu satu jam choi siwon dan lee donghee akhirnya kembali keruangan nya.
" lelah sekali." kata choi siwon
" benar." jawab lee donghee sekarang mereka sedang tiduran di sofa ruang kerja choi siwon.
" sebentar lagi waktu pulang karja bagaimana kalo kita pergi ke tempat biasa, yang lain sudah menunggu mu, bagaimana?" tanya lee donghee
" oke, ayo aku sudah lama tidak bertemu mereka." jawab choi siwon
pulang kerja
Mereka berdua sedang berjalan menuju pintu keluar dan saat itulah pandangan choi siwon terpaku pada satu titik yang memaksa untuk menghentikan langkah. rahangnya menegang, kebencian yang sudah lama menguap kini menelusup kembali di hatinya.
"Siwon?" tegur Lee donghee yang ikut berhenti dan menatapnya heran
siwon tersadar dan menoleh, Detik berikutnya dengan wajah super serius ia berkata " donghee kamu duluan saja menemui mereka, saya ada urusan dulu."
"tidak perlu kau duluan saja."jawab choi siwon sambil berlari.
**
Choi siwon menghentikan Audi R8 putih miliknya tak jauh dari rumah sederhana yang amat familiar baginya. matanya fokus mengawasi garak-gerik sesosok lerempuan yang baru saja menghentikan motor di depan rumah itu.
Matanya menyipit saat melihat perempuan itu turun dari motornya dan memeluk seorang anak yang telah menunggunya di pintu masuk.
setelah melihat perempuan dan anak itu masuk perlahan siwon memajukan mobilnya dan berhenti di seberang rumah yang dimasuki perempuan tadi. ia keluar dan bersandar ke badan mobil sambaru terus fokus melihat rumah sederhana di hadapannya.
" Dia pasti nikah lagi dan itu pasti anaknya," gumam choi siwon seraya tersenyum kecut.
" segitu mudahnya dia nglupain gue?".
tiba-tiba pintu rumah itu terbuka dan keluarlah anak laki-laki tadi sambil celingukan ke kanan dan ke kiri secara bergantian. Anak laki-laki itu pun lantas menatap lurus tepat je arah choi siwon yang langsung membeku di tempat.
"Daren...?"
choi siwon panik saat mendengat suara teriakan perempuan dari dalam rumah itu. ia buru-buru berbalik dan masuk mobil.
"Appa...?"
tubuh choi siwon membeku karena panggilan itu dan berbalik menghadap bocah yang telah melingkari kakinya.
"Siwon...?"
hati siwon bergetar ketika mendengar suara lembut yang selama 5 tahun ini sebisa mungkin ia lupakan. tanpa siwon sadari tangan nya mengepal mengiringi kebebcian yang kembali menyeruak di hatinya.
" Siwon ini kamu?" tangan siwon mengepal semakin erat, ia benci pemilik suara ini.
"Appa...?"
siwon yakin itu suara anak yang tengah memeluknya dengan erat. Matanya menatap tajam tangan mungil yang melingkari lututnya. kenapa anak itu terus-menerus memanggil nya appa, padahal siwon tidak pernah punya anak dari mantan istrinya itu.
siwon bergerak melepaskan tangan anak laki-laki itu dari lututnya, lalu ia menatap lurus mata anak itu lekat-lekat. sesaat ia seolah terbius dan terhuyung dalam ketentraman yang dipancarkan mata coklat terang itu. Namun saat bayangan perceraian nya lima tahun lagi berkelebat di benaknya dan menariknya kembali kealam nyata, tatapannya berubah tajam.
" saya bukan appa kamu." desisnya sadis kemudian cepat memasuki mobilnya.
hati Lim yoona mencelos saat mendengar perkataan siwon , ia kaget luar biasa akan. tanggapan mantan suami yang begitu dingin terhadap deren. pria itu lalu memasuki mobil tanpa peduli pada anggara yang hampir terisak karenanya.
"Dia anak kita!" seru yoona tanpa sadar sebelum pintu mobil siwon tertutup. tatapannya diliputi amarah. detik berikutnya ia segera mendekap deren erat saat tersadar dengan apa yang baru saja ia lalukan.
siwon memutar badannya dan melempar tatapan mengerikan pada yoona " apa kamu bilang?"
"Dia choi deren anak kita!" ulang yoona ketus
siwon kaget luar bisa, susah payah ia menelan ludah saat memandangi anak laki-laki yang kini memeluk erat yoona sambil memandanf takut padanya.
siwon masih mematung ditempatnya ia masih tidak percaya anak didepannya adalah anaknya. tak ada tanda-tanda kehamilan sedikitpun pada yoona ketika mereka bercerai. yoona juga tidak pernah mengatakan bahwa ia hamil.
" selamat menikmati hidup bebas kamu" kata yoona membuat siwon kaget. yoona menggandeng tangan deren dan berjalan menuju rumahnya dengan perasaan campur aduk, langkahnya seketika tertahan saat tangannya yang bebas di cengkra. erat oleh siwon.
" aku tidak percaya dia anak ku." kata choi
siwon sambil menatap yoona dan berbalik masuk ke dalam mobilnya. yoona hanya bisa berbalik lalu kembali berjalan ke rumahnya
sambil terus berjalan yoona memukul-mukul dadanya yang terasa sesak dan sakit sekali . sebisa mungkin ia menahan air mata yang sudah membayang di pelupuk matanya.
yoona menutup matanya, menahan luka yang terasa menyayat hati. sebutir air mata nya meluruh namun dengansegera diusapnya dengan keras. pupus sudah harapannya siwon tidak mau mengakui bahwa deren adalah darah dagingnya. seharusnya ia memang tidak perlu mengharapka siwon lagi. Ia benci siwon, sangat.
first 18 Agustus 2020
-99