
Hotel
drt,, drt,, drt
yoona terbangun saat akan menggerakan tubuhnya ada beban berat yang menahan tubuhnya.
yoona terkejut dan langsung mebuka matanya lebar- lebar dan melihat siapa orang yang tidur di samping nya. seketika ia terkejut dan berteriak. choi siwon yang tengah
tidurpun terbangun.
"Adapa apa yoona kenapa kamu teriak," tanya siwon dengan muka bingung
" apa yang kita lakukan siwon." tanya yoona sambil mengeratkan selimutnya
yoona baru sadar kalo ia tidak berpakaian, apalagi saat bergerak tadi mrs v yoona terasa ngilu. apakah aku maelakukannya dengan siwon kenapa aku tidak ingat semuanya.
" ini hanya kesalahan aku tidak mau ini." gumam yoona
siwon yang mendengar perkataan yoona menjadi kecewa. segitu bencinya kah yoona dengan nya sehingga percintaan mereka hanya diianggap penyesalan.
siwon pun bangun dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi.
melihat itu yoona menjadi sangat kecewa dengan siwon setelah apa yang dia lakulan padanya tidak ada penjelasan yang di terima yoona. hanya muka dingin yang siwon berikan pada yoona.
" mungkin aku hanya ****** yang menghangatkan ranjang mu" gumam yoona sambil mengusap air mata nya.
"apa yang kamu tangisi yoona kamu tidak berarti bagi nya. " gumam yoona
drrt,, drrt
mendengar bunyi telponnya yoona segera memakai baju nya kembali dia tidak ingin siwon melihat dia dalam keadaan yang kacau.
yoona membuka telepon nya, ada 25 panggulilan tak terjawab dari oppa nya dan 35 panggilan dari jesika.
yoona menghubungi jesika dan memberi kabar bahwa dia baik-baik saja. jesika memberitahu bahwa ia berbohong kepada oppa yoona kalo yoona menginap dirumahnya.
yoona pun mengakhiri telepon nya dengan jesika bertepatan dengan siwon yang keluar dari kamar mandi.
tanpa menunggu lama yoona segera masuk kamar mandi tanpa melihat siwon. siwon yang merasa diabaikan mengepalkan jarinya.
setelah beberapa lama yoona pun keluar dengan baju yang kemaren.
" anggap kejadian semalam hanya kesalahan aku tidak ingin mengecewakan minyong." papar siwon
yoona yang mendengar perkataan siwon hanya bisa mengepalkan tangannya. kali ini yoona benar- benar sadar bahwa ia tidak berharga untuk siwon.
" ya." jawab yoona dengan dingin
" tidak usah aku tidak mau merepotkan mu aku bisa naik taksi terima kasih atas tawarannya tuan choi." jawab yoona sambil menatap lurus siwon
" baik lah sampai jumpa." kata siwon seraya melangkah meninggalkan kamar hotel.
"yoona kau kuat, kau kuat yoona sekarang prioritas mu hanya deren." gumam yoona
yoona pun meninggalkan kamar hotel itu, dari jauh choi siwon melihat yoona yang memasuki taksi dia sangat ingin memeluk yoona dan mengatakan bahwa semalam bukan lah kesalahan. tapi siwon sadar hati yoona bukan lagi milik nya.
**
yoona mengambil cuti bekerja. ia ingin menenangkan hatinya dengan menghabiskan waktunya dengan deren.
" omma, kenapa appa tidak ikut kita bermain." tanya derren
" appa sedang sibuk derren, apa deren tidaj suka jika pergi bersama omma saja." tanya yoona dengan mimik sedih
" tidak omma deren suka pergi dengan omma, omma jangan sedih ya". bujuk deren sambil mengecup seluruh wajah yoona.
" omma sayang deren." kata yoona
" deren juga sayang omma dan appa." jawab deren dengan senyum lebar.
" ayo deren ingin naik apa lagi omma termani." tawar yoona
" deren ingin naik komedi putar lagi omma." seru deren.
setelah seharian bermain yoona dan deren pulang ke rumah. saat turun dari taksi yoona melihat mobil siwon telah terparkir di halaman rumahnya.
deren yang melihat kedatangan appa nya langsung turun dari taksi.
" appa deren kangen appa." seru deren sambil memeluk siwon
" appa juga kangen deren, deren habis dari mana dengan omma." tanya siwon
" deren habis dari dream word appa, disana deren dan omma naik komedi putar, bianglala, rumah hantu masih banyak lagi appa. appa kenapa hari ini tidak ikut kita main." tanya deren
"maaf sayang hari ini pekerjaan appa banyak sekali." jawab siwon
" tidak apa- apa, appa deren tau kalo appa dibuk tapi lain kali kita harus pergi bersama oke." kata deren sambil menunjukan jari kelingging nya.
" ya, appa janji " kata siwon sambil melingkarkan jari nya dengan deren.
19 Agustus 2020
~99