
Pintu terbuka dengan lebar dan masuklah Maulida yang masing-masing membawa barang bawaan mereka dari pasar.
Maulida dengan tasnya yang berisi sayur mayur sedangkan Bu Etty selaku chef degan kantong kresek di dalam kedua tangannya setia mereka jinjing. Maulida tidak sengaja menatap ke arah Arjuna sehingga mata mereka bersirobot, mereka pun bertatapan beberapa saat.
"Sepertinya gadis ini bisa aku manfaatkan," batinnya Arjuna yang tersenyum penuh arti.
"Ya Allah… kenapa aku melihat idolaku artis K-Pop oppa-oppa Korea Selatan itu, aku kan jadi tersenyum malu melihatnya," batin Maulida yang mengagumi wajahnya Arjuna.
"Maulida, setelah selesai memasak tolong datang ke ruanganku," pinta Bu Ratih yang tersenyum ramah kearahnya Maulida yang menenteng tas belanjaannya.
"Baik, Nyonya besa," jawabnya Maulida.
Maulida dan rekan kerjanya berjalan meninggalkan dua orang beda generasi yang sedang berselisih paham dan pendapat tersebut.
"Apa Aku paksa Arjuna untuk menikah dengan Maulida asisten rumah tangga baru itu saja yah? tapi bagaimana caranya untuk meyakinkan putraku yang membandel itu melebihi anaknya saja??" Tanyanya yang maju mundur cantik di hadapannya Arjuna yang menautkan kedua alisnya melihat tingkah laku mamanya itu.
Arjuna segera meninggalkan mamanya yang berjalan mondar-mandir yang tidak jelas itu. Bu Ratih tanpa dia sadari berjalan ke arah kamarnya dengan mulutnya yang komat kamit memikirkan perjodohan putranya itu yang sudah betah menduda selama hampir lima tahun lamanya.
Ibu Ratih Purwasih Prasetyo mondar mandir di dalam kamarnya yang memutar otaknya untuk berfikir agar putranya segera setuju untuk menikah dengan perempuan pilihannya.
"Yang jelasnya aku harus segera mencari cara yang paling tepat agar Arjuna bersedia menerima tawaran aku untuk menikah dengan Maulida atau gadis lainnya, tapi entah kenapa menurut aku hanya gadis kampung itu yang mampu menjadi pendamping dan Ibu sambung dari cucu-cucuku," batinnya Bu Ratih yang sudah mondar mandir kesana kemari di dalam kamar pribadinya itu.
Arjuna mengusap wajahnya dengan gusar, ia tidak menyangka jika keinginan dari mamanya itu sejak tiga tahun lalu hingga sekarang masih gencar untuk menjodohkannya dan menikahkannya dengan perempuan pilihannya.
Arjuna berdiri di depan cermin kaca jendela besar, "Aku harus bagaimana ya Allah… tadi aku sudah cukup membuat hati mamaku sedih gara-gara bentakan aku yang sangat kasar!" Gumam Arjuna yang menyesali perbuatannya tadi itu.
Arjuna berjalan ke arah meja kerjanya yang terdapat di dalam ruangan pribadinya yang terletak di bagian sudut dan pojok kamar itu. Ia kemudian menarik dan membuka laci meja kerjanya.
Arjuna lalu mengambil sebuah kotak yang berisi beberapa album foto kenangan-kenangan nya bersama istrinya itu perempuan matre itu. Air mata penyesalannya jatuh membasahi pipinya itu.
"Andien!! Kamu memang manusia tidak tahu diri, tidak tahu diuntung, wanita brengsek kamu hanya memanfaatkan aku setelah aku jatuh bangkrut dan miskin dengan teganya kamu pergi dari sisiku dan tidak punya perasaan tanpa memikirkan dan juga peduli dengan kedua anakmu," geramnya Arjuna yang meremas fotonya yang tersisa Andien yang ada bersamanya.
Kepergian istrinya itu sudah sekitar kurang lebih 5 lima tahun yang lalu. Sedangkan hubungan pernikahan mereka itu sudah jalan 7 tahun dari sekarang. Tidak mudah untuk melupakan wanita yang pernah singgah dan mengisi hari-hari kehidupannya.
Arjuna memiliki dua orang anak, yaitu Rama dan Shinta. Rama sudah berusia sekitar 6 tahun sedangkan Shinta baru berusia jalan 4 tahun.
Arjuna awalnya tertipu, ia melihat Andien seorang perempuan yang sholeha, sederhana dalam bersikap dan bertutur kata yang lemah lembut. Hal itu yang membuatnya jatuh cinta berulang kali kepada orang yang sama yaitu Andien.
Padahal Andien adalah hanya anak dari keturunan keluarga biasa saja. Tapi, itulah cinta yang tak pernah memandang dan melihat serta memuja dari segi ekonomi dan finansial seseorang. Tapi, seiring berjalannya waktu, sejak kelahiran anak keduanya yaitu Shinta perlahan, Andien memperlihatkan sisi lain dari hidup dan karakternya.
"Aaaaahhhhh!!!!" Jeritnya Arjuna saat kembali teringat kejadian beberapa tahun silam yang membuatnya terpuruk dalam kehancuran.
Bruk… pranggg…
Suara bingkai foto terlempar ke arah di tembok dengan cukup keras.
Ketika perusahaannya mulai bangkrut, Andien segera mengambil langkah seribu untuk pergi jauh dari kehidupan anak-anak dan suaminya tanpa ada niat untuk menoleh sedikitpun dan tidak pernah pulang untuk melihat anaknya.
Bertanya langsung kabar anaknya pun sama sekali tidak pernah apa lagi datang untuk menengok putra dan putrinya itu hingga detik ini juga.
"Aku akan buktikan pada Andien dan dunia jika aku bisa mendapatkan wanita yang lebih cantik dari Andien hingga seluruh isi dunia kagum dengan pilihanku," Arjuna membatin.
"Walaupun aku harus menikah kontrak dengan seorang perempuan yang penting aku bisa membuktikan kepada dunia kalau aku mampu untuk mendapatkan perempuan yang melebihi dari segalanya Andien!" Umatnya Arjuna.
Bu Ratih duduk karena sudah lelah berjalan ke sana kemari, "Aku akan melakukan berbagai dan segala cara agar Arjuna bisa setuju dan siap untuk menikah, aku yakin jika Maulida gadis yang baik banyak gadis yang lebih baik dari dia dari segi gaya, ekonomi tapi kalau harus dilihat dari perilaku, tata krama, sopan santun dan wajahnya juga tidak kalah cantik dengan model dan artis papan atas jika Maulida sudah di make over, kalau perlu aku akan membuat kesepakatan dengannya" gumam Bu Ratih yang duduk di kursi kebesarannya sambil memutar hpnya yang entah siapa yang ingin dia telpon.
"Ya Allah… moga saja Maulida bisa bekerja dengan baik di sini dan tidak membuat aku kecewa kalau bisa ia bertahan dan betah menjadi koki walaupun awalnya ia aku janjikan jadi baby Sitter tapi, Nyonya Ratih memerintahkan untuk menjadi asisten chef, terpaksa aku ikuti, tapi untungnya Maulida cukup bisa diandalkan jika memasak makanan," cicitnya Ani.
****************
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Duren, I love you loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Baby Sitter Pilihan
Kau Hanya Milikku
Dewa dan Dewi
Merebut Hati Mantan Istri
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap DILY dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Makasih banyak all readers…
I love you all..