
Juanda dengan sabarnya menunggu hingga selesai Maulida melakukan berbagai treatment ala salon timur tengah. Juanda sebenarnya mulai tadi pagi selalu ingin menjaga jarak dari Maulida karena entah apa yang terjadi pada jantungnya setiap kali ia berdekatan dan bersentuhan langsung dengan kulitnya ataupun tubuhnya Maul pasti akan segera bereaksi aneh, jantungnya akan berdebar dengan kencang dan kuat.
Seperti halnya saat ini,ia melihat sepintas lalu Maulida dirias oleh penata rambut dan sekaligus make up membuatnya tanpa ia sadari memuji kecantikannya Maulida hingga ia harus menggelengkan kepalanya berulang kali ya membuat semua tamu salon itu keheranan dan kebingungan melihat reaksinya Juanda.
Juanda dibuat pangling melihat Maulida istri diatas kertasnya dimake over. Ia tidak memungkiri jika Maulida tidak kalah cantik dengan mantan istrinya ataupun dengan beberapa perempuan yang selama ini menjadi teman tidurnya.
"Kenapa semakin aku perhatikan anak ini wajahnya semakin membuat aku terpesona melihatnya, entah daya tarik apa yang dimilikinya hingga mampu membuat jantungku berdebar kencang," batinnya Juan.
Maulida sama sekali tidak mengetahui jika dirinya sedang ditatap intens dan seksama penuh selidik oleh suaminya sendiri.
"Jika aku melihat senyuman tulus dari wajahnya, hatiku begitu tenang dan nyaman dan semua dendam yang sempat merajai hatiku ini perlahan-lahan pudar dan berkurang hingga hanya senyumannya yang terpatri di dalam hatiku hingga aku seolah sudah melupakan rencana aku untuk menghancurkan Aurel Mami dari kedua anakku," batinnya Juan.
Maulida yang mendapatkan perawatan yang cukup banyak dan lengkap hingga membuat Juan menguap beberapa kali, tapi, seruan dari seseorang mampu membuyarkan lamunannya.
"Aku bangga padamu bung, pasti istri kamu sangat bahagia dan bangga padamu karena memiliki suami yang rela menunggu lama istrinya di salon, padahal bukan waktu yang dikit dan sebentar dan aku yakin kamu sangat perhatian sama dia, beda halnya dengan suamiku yang selalu saja sibuk bekerja dan tidak punya waktu luang walaupun hanya sekali saja untuk menemaniku," ungkap seseorang perempuan yang ikut duduk di hadapan Juan dengan hijab merah maron menutupi dan mempercantik penampilannya.
Juan tersenyum tipis menanggapi perkataan dari ibu-ibu itu," apa benar aku seperti itu yah, padahal sedari dulu aku sama sekali tidak punya waktu untuk menemani Aurel kemanapun jika ia ingin pergi, berarti kebiasaan aku sudah berubah kalau seperti ini," cicitnya Juan yang tersenyum penuh maksud jika harus membandingkan kebiasaannya dahulu dengan sekarang.
Perempuan itu segera memanggil pelayan untuk membawakan minuman kepadanya, salon itu selain tempat untuk mempercantik dan merawat tubuh juga menyediakan kafe mini di dalamnya bertujuan agar tidak ada langganan dan pengunjungnya yang kelaparan ataupun kehausan.
"Aku perhatikan kamu sepertinya bukan orang asli Qatar yah?" Tanyanya ibu itu yang mengetahui dan menelisik dari ujung kaki hingga ujung rambut Juanda yang memang sangat kelihatan jelas jika ia dari Indonesia.
Juanda meneguk kopi yang ada di dalam cangkirnya yang sedari tadi menemani dirinya itu lalu menjawab pertanyaan ibu itu," apa yang Nyonya katakan benar sekali kalau aku hanya turis pendatang, apa terlalu mencolok dan kelihatan jelas yah Bu?" Tanyanya balik Juanda yang tersenyum ramah.
"Kalau boleh aku bisa tebak, kamu pasti dari Indonesia dan kebetulan ada di Doha Qatar karena bulan madu atau ingin melihat siaran langsung pertandingan world cup sepakbola," imbuhnya yang memakai bahasa Inggris dengan lancar dan fasih.
Juanda tersenyum simpul," ibu sepertinya cenayang yah yang bisa menebak semuanya dengan benar adanya," jawabnya Juan.
Ibu-ibu itu tersenyum tipis lalu menyedot minumannya yang masih dingin yang sudah mengeluarkan embun disisi gelasnya.
"Kamu candanya bisa saja, aku cukup terhibur dengan perikatan kamu karena kamu bisa membuat aku tersenyum jadi aku yang akan membayar semua biaya perawatan istrimu di salon kecantikan ini selama kamu masih di Qatar," tuturnya dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Juanda cukup dibuat terkejut dengan perkataan dari Nyonya itu saat berbicara dalam bahasa Indonesia, karena Juan melihat dari wajahnya Nyonya itu bukanlah wajah orang pribumi Indonesia tapi, lebih mirip dengan perempuan Eropa.
"Pasti kamu heran dan bertanya kenapa aku bisa mengunakan bahasa Indonesia dengan lancar karena aku besar dan pernah tinggal di ibu kota Jakarta hampir 25 tahun lamanya," pungkasnya ibu itu.
"Ibu selalu saja tahu apa yang aku pikirkan, jangan-jangan…." ucapannya terpotong.
"Hush jangan asal nebak yah, kalau salah bisa bahaya dan aku pasti marah," candanya ibu itu.
Juanda semakin penasaran dan seolah ia melihat sosok seseorang di dalam diri ibu yang ada di hadapannya.
"Sepertinya kita sudah saling bercanda bersama tapi, aku belum tahu siapa namanya ibu, kenalkan aku Juanda, Bu!" Guraunya Juan yang mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan ibu itu.
"Karina Meiyer Lusiana Almeer," jawab Bu Karina yang tersenyum tulus.
"Nama yang cantik sesuai namanya, jadi mulai sekarang aku panggil Nyonya Karina yah!" Pintanya Juan.
"Kamu terlalu memuji anak muda, padahal aku biasa saja kok, ini berkat nikmatnya Allah SWT kepadaku," kilahnya Bu Karina.
Juanda kembali ingin berbicara dengan Bu Karina tapi, baru saja ingin membuka mulutnya Maulida sudah berdiri di belakangnya Bu Karina yang kebetulan membelakangi arah kedatangan Maulida sama sekali.
Juanda semakin dibuat dag dig dug melihat Maulida ia lalu segera memutuskan lamunannya sendiri, "Sayang, kamu sudah selesai perawatannya?" Tanyanya Juanda sambil berjalan ke arah kedatangan Maulida yang tersenyum manis ke arah Juanda karena ada orang lain bersama mereka yang harus kembali berakting.
Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.
Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.
Syaratnya Wajib:
Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022 Khusus Novel Fania yang berjudul "MEREBUT HATI MANTAN ISTRI". Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.
Harus dan Wajib Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Duren, I love you loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Baby Sitter Pilihan
Kau Hanya Milikku
Dewa dan Dewi
Merebut Hati Mantan Istri
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap DILY dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Makasih banyak all readers…
I love you all..