Duren, I Love You

Duren, I Love You
Bab. 23



Perlahan matanya Nyonya Kartika terbuka ia menyentuh tangan kirinya Ardi," A-bang Ar-di! a-ku mo-hon ba-wa-lah per-gi anak-ku ber-sa-ma-mu dan a-ku mo-hon ja-ngan pernah pernah kembali ke sini apa pun yang terjadi, la-ialaha-illallah," lirihnya Karina sebelum matanya kembali terpejam dan tertutup untuk selamanya.


"Tidak!!!" pekiknya Pak Ardi yang sudah histeris melihat kondisinya Karina yang kembali tidak sadarkan diri.


Mang Ridho yang melihat keadaan dari arah kaca spion semakin menambah kecepatan mobilnya menuju rumah sakit ketika jalan yang dilaluinya sudah legang.


Berselang beberapa menit kemudian, mobil mereka sudah sampai di loby rumah sakit swasta yang tidak jauh dari rumahnya Karina.


Awalnya Pak Ardi tidak ingin menelpon papanya Karina tapi, usahanya terhenti karena sebelum ia menelpon Pak Alvin Hadijoyo Alexander Hutama sudah datang dengan raut wajahnya yang garang.


"Selain Pak Ardi tolong kalian silahkan untuk pulang ke rumahnya Tuan Naufal," perintah ajudan nomor satunya Tuan Besar Alvin Pak James Arthur.


"Pak Ardi!! Tolong bawa anak itu pergi jauh dari hadapanku!! Aku tidak ingin melihatnya ia ada di sini, jika tidak aku bisa berbuat apa-apa terhadapnya!" Geramnya Pak Alvin yang sama sekali tidak menyukai kehadiran babynya Karina dengan Naufal berada di sekitarnya Karina dan Pak Alvin.


Semua orang pandangannya tertuju pada Pak Ardi yang langkahnya terasa sangat berat untuk melangkahkan kakinya serasa ada beban berat yang terikat di lututnya.


"Ya Allah… kenapa akhir hidup nyonya Muda dan Nona Muda harus menderita seperti ini, aku heran kenapa bisa Tuan Naufal bisa bertindak seperti itu padahal setiap hari selalu bersikap baik, romantis dan mesra terhadap Nyonya Karina," cicitnya Pak Ardi sembari menggendong bayinya Karina.


Seorang bayi yang sama sekali tidak berdosa dan tahu dengan permasalahan pelik yang dihadapi oleh kedua orang tuanya. Bayi cantik yang baru berusia tiga bulan harus terpisah dari kedua orang tuanya demi kehidupan selanjutnya.


"Pak Ardi!! Ingat baik-baik tolong jangan pernah datang lagi untuk menemui lagi putriku dan juga jangan berani untuk tinggal bersama dengan pria brengsek dan tidak tahu diri itu untuk selamanya dan satu hal lagi jika suatu hari nanti ia mencari putrinya katakan padanya kamu tidak tahu, apa kamu paham Pak Ardi!!" Ujarnya Pak Alvin dengan penuh ketegasan dan juga ia sangat murka dengan kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh anak menantunya.


Pak Ardi hanya mengangguk dan sama sekali tidak ingin membantah sedikitpun perkataan dari atasannya itu. Langkahnya pasti hingga ia sudah berada di depan lobi rumah sakit menunggu taksi atau ojek online yang lewat di depannya.


"Nona jangan nangis yah, bapak akan menjaga kamu lebih baik dari papa kamu, bapak janji akan berikan yang terbaik untuk kamu Nona Muda," Lirihnya Pak Ardi lalu mengecup pipi gembul bayi itu.


Baru saja ingin menyeberang jalan langkahnya kembali berhenti karena ada seseorang yang memanggilnya.


"Pak Ardi! Tolong stop!" Jeritnya orang itu.


Pak Ardi segera menghentikan langkahnya dan menolehkan kepalanya ke arah belakang. Ia spontan menghentikan langkahnya dan menunggu wanita itu berjalan ke arahnya.


"Pak Ardi, ini ada sedikit uang untuk biaya Nona Muda kedepannya, tolong cincin sama liontin ini pakaikan padanya jika sudah dewasa nanti, maaf kami hanya bisa memberikan sejumlah uang yang jumlahnya dikit pak Ardi, ini sebagai titipan dari Nyonya Besar Alena agar cucunya bisa dibelikan susu formula setiap bulannya, tapi aku mohon! Perempuan itu celingak-celinguk melihat sekitarnya apa aman dari body guard Pak Alvin," jangan katakan pada siapa pun jika Nyonya memberikan uang kepada bapak," jelasnya perempuan itu lalu segera memakai cadar hitamnya agar tidak ketahuan oleh orang lain.


"Baik Bu!" Balasnya Pak Ardi.


Perempuan itu semakin mempercepat langkahnya menuju sebuah mobil sedan hitam dan segera melajukan mobilnya meninggalkan pak Ardi dengan bayi berada dalam gendongannya lalu di tangan kirinya menenteng tas bayi yang berisi kebutuhan dan perlengkapan bayi untuk bayinya Karina.


Pak Ardi hanya menelpon salah satu rekan kerjanya yang bekerja di kediaman Naufal untuk membawakan semua pakaian dan barang-barangnya hingga tak tersisa dan juga tidak lupa mengambil beberapa potong lembar pakainnya bayi itu.


Setelah semua barang-barangnya sudah berada di dalam tangannya, Pak Ardi meninggalkan rumahnya ibu kota Jakarta menuju kampung halamannya yang berada di pinggir kampung yang ada di kota Bandung.


****************


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Duren, I love you loh, judulnya ada di bawah ini:



Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Baby Sitter Pilihan


Kau Hanya Milikku


Dewa dan Dewi


Merebut Hati Mantan Istri



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap DILY dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Makasih banyak all readers…


I love you all..