Duren, I Love You

Duren, I Love You
Bab. 20



"Good! Anak yang baik dan harus selalu patuh dan menuruti semua keinginanku tanpa ada kata penolakan," imbuhnya Juanda seraya mengelus lembut rambut panjangnya Maulida.


Tanpa pikir panjang, Maulida langsung saja menuruti dan sepakat dengan perjanjian mereka berdua tanpa pikir panjang resiko dari perkataannya barusan.


Hatinya Maulida menghangat seketika saat diperlakukan seperti itu oleh suami pura-puranya itu. Di dalam hatinya bermekaran seribu macam bunga-bunga yang sangat indah. Wajahnya spontan berubah menjadi memerah menahan rasa malunya. Ia jadi salah tingkah dibuatnya.


"Ya Allah... andai kami nikahnya beneran mungkin aku akan sangat bahagia menjadi perempuan walaupun aku belum sayang tapi setidaknya kalau dilakukan atas dasar suka sama suka kan enak yah," bathin Maulida.


Juanda merangkul tubuhnya Maulida dengan posesif seolah ia ketakutan akan kehilangan Maulida dari sisinya.


"Ini anak sedari tadi jalankan aktingnya alami dan natural banget yah, seolah kami adalah sebuah adalah pasangan suami istri asli bukan pura-pura, Mama memang luar biasa buat rencana pernikahan seperti ini sama saja membuka peluang aku untuk membalas dendam ku dan juga seperti biasanya bermain dengan gadis cantik, Mama tidak boleh tahu jika aku sudah tahu dan sepakat dengan Maul," Juan membatin.


"Kalau akting seperti ini sih insya Allah aku pasti bisa dan aku usahakan agar satupun tidak akan ada yang curiga jika, aku hanya akting sebagai istri yang romantis dan saling mencintai satu sama lainnya," Gumamnya.


"Aku tidak salah pilih, tidak sia-sia aku memberikan les privat kepada Maulida, semoga saja Juanda tidak curiga dan berhenti untuk bermain dengan teman wanitanya yang sering ia ajak kencan dan juga melupakan secepatnya Aurel mantan istrinya itu, aku tidak ingin melihat putraku satu-satunya harus hidup dalam rasa benci dan dendamnya yang akan menghancurkan dirinya sendiri," seulas senyuman muncul dari sudut ujung bibirnya Bu Ratih.


"Mama! Pesawat kami sudah akan take off, jadi kami harus pamit sama Mama, doakan kami Mama insya Allah honey moon kami berjalan lancar dan kami pulang membawa kabar baik," tuturnya Juanda yang semakin mengeratkan pelukannya tersebut dipinggangnya Maulida.


"Kami pamit Mama, assalamualaikum," ujarnya Maulida seraya memeluk tubuh mama mertuanya.


"Waalaikum salam, hati-hati dan ingat jaga diri baik-baik yah!" Timpalnya Bu Ratih.


"Good bye Mama! Papa," teriak kedua anak sambungnya Maulida Marsha dan Marcel.


Maulida mengecup sekilas keningnya kedua anaknya Juanda," Mama sangat sayang kalian, jangan nakal tugas dari Ibu guru harus dikerjakan yah sayang," tuturnya Maulida yang sebenarnya sudah berada di depan pintu masuk tapi, berputar arah setelah mendengar suara teriakan dari anaknya.


Marcel dan Marsha membalas memeluk pinggang Maulida walaupun masih sedikit kesusahan karena tinggi tubuhnya belum sampai ke pinggang nya Maulida.


"Hati-hati Mama, semoga Allah pulangnya bawa adek bayi," imbuhnya Marsha dengan senyuman lebar dan polosnya.


Maulida menatap ke Juanda yang hanya bisa tersenyum tipis menanggapi perkataan dan sekaligus permintaan dari kedua anaknya itu. Sedang Bu Ratih yang tidak menyangka jika perkataan cucunya akan seperti itu hanya menatap intens ke anak semata wayangnya.


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Duren, I love you loh, judulnya ada di bawah ini:



Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Baby Sitter Pilihan


Kau Hanya Milikku


Dewa dan Dewi


Merebut Hati Mantan Istri



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap DILY dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Makasih banyak all readers…


I love you all..