Duren, I Love You

Duren, I Love You
Bab. 32



Juanda tidak menampik dan menyangkal jika Maulida sungguh sangat cantik setelah melakukan berbagai macam perawatan di salon. Hingga setelah dimake over semakin membuat Juanda terpesona melihat gadis berhijab yang terpaksa dinikahinya karena desakan mamanya itu.


"Ternyata baby sitter ini cantik juga yah kalau dimake up, mungkin hanya tidak pernah ditata rias wajahnya sehingga harus menyembunyikan kecantikannya," Juanda semakin memuji kecantikannya Maulida.


Bu Karina Ranau Muller teman barunya Arjuna Juanda papa dari kedua anaknya yaitu Marcel dan Marsha yang dikenal olehnya dalam hitungan menit itu terkejut melihat Maulida yang berdiri di depan keduanya.


Refleks Bu Karina bangun dari duduknya itu, tanpa banyak bicara ba bi bu,ibu Karina langsung menarik tubuhnya Maulida lalu memeluk tubuh yang lebih tinggi sedikit saja dari postur tubuhnya Bu Karina.


"Anakku, aku sangat merindukanmu Nak, akhirnya mami bisa bertemu kamu juga Nak," ratapnya Bu Karina.


Maulida keheranan dengan sikap wanita yang usianya lebih tua dengan dirinya perempuan yang mungkin seumuran dengan mamanya itu. Selama ini Maulida diasuh oleh ayah angkatnya,pria yang selama ini menjadi supir pribadinya yang selalu membantunya dalam segala kesusahan yang dialaminya itu.


"Anakku!" Beonya Maulida yang menatap intens ke arah suaminya itu.


"Kamu adalah putriku yang masih bayi aku titipkan pada temanku, pria yang selalu menolongku jika aku kesusahan, ini kalung tandanya jika kamu adalah putriku, kalau kamu tidak percaya coba lihat di dalam liontin kalungmu itu semuanya akan terjawab segala macam keraguan, kecurigaan dan ketidakberdayaan pasti akan muncul di dalam hati dan pikiranmu," ujarnya Bu Karina yang berdiri tegak di depan putrinya.


Maulida yang rasa penasaran dan keponya cukup tinggi itu langsung membuka liontin kalungnya itu. Matanya membulat sempurna melihat tulisan yang tertera di dalamnya. Sebuah nama dan inisial huruf seseorang.


"Karina Naufal," cicitnya Maul.


"Yes benar sekali, itu adalah namaku dan nama mantan suamiku papi kandungmu, nama ayah angkatmu Ardiansyah dan nenek angkatmu bernama Bu Minah kan? Kalian tinggal di pedesaan nama desanya P iya kan? Apa salah dengan apa yang aku katakan," Karina begitu bahagia karena kesempatan yang selama ini ditunggu-tunggunya dan diharapkan akhirnya bertemu juga tanpa terduga.


"Ayah Ardi memang sebelum meninggal dunia mengatakan padaku jika dia adalah bukan lah ayah kandungku, tapi kenapa Nyonya tega menitipkan anakmu dengan orang lain, bahkan gara-gara kehadiranku ayah Ardi seumur hidupnya tidak menikah karena semua perempuan menolak menikah dengan ayah karena dari mereka tidak ada yang mau menikah dengan pria yang punya anak tidak jelas itu perkataan mereka," ungkapnya Maulidan.


Karina menarik kembali tubuhnya Maulida putri semata wayangnya itu kedalam pelukannya," kamu adalah darah dagingku, kamu adalah keturunan Naufal Arthayasa dan saya, kamu adalah darah dagingku yang aku titipkan dengan terpaksa kepada supir pribadinya papimu dulu, kamu pasti bertanya-tanya kenapa aku sampai melakukan semua itu, tapi satu hal yang perlu kamu ketahui jika aku adalah mamimu tidak akan pernah terganti dengan perempuan manapun dan apapun yang terjadi bahkan kamu bersihkan air dengan seluas samudra kamu tetap anakku, suatu saat nanti mami akan jelaskan kenapa aku tega menitipkan kamu dengan Pak Ardi," jelasnya Karina.