Duren, I Love You

Duren, I Love You
Bab. 25



Masih Flashback On sekitar 19 tahun lalu..


"Ibu! Ijinkan saya masuk kedalam dulu baru aku akan jelaskan semuanya," harapnya Pak Ardi.


"Ibu bilang tidak sekali tidak tetap selamanya tidak, tidak ada kata tawar," Teriaknya Bu Mina.


Suara teriakan Bu Mina membuat baby Maulida kembali menangis sambil mengayunkan tangan kecilnya ke arah Bu Mina seakan-akan ingin digendong oleh Bu Mina.


Bu Mina tanpa pikir panjang segera menggendong baby Maul dan tangisannya baby Maul langsung berhenti dalam pelukan hangat Bu Minah.


"Cup! Cup! Anak yang cantik kamu mau nenek gendong yah sayang," ucapnya Bu Mina yang mengecup pipinya baby Maulida secara bergantian.


"Ibu, kita di dalam saja kasihan Maul kedinginan," pungkasnya Pak Ardi.


Bu Mina yang mendengar perkataan dari anaknya segera masuk ke dalam rumahnya.


"Kamu lapar yah cucunya nenek!" Ujarnya Bu Mina lalu menaruh baby Maul ke dalam box bayi karena Bu Mina akan membuatkan susu formula untuk Maulida yang kebetulan sudah habis.


"Ardi! Kamu berhutang penjelasan kepadaku setelah Maul tertidur kita harus berbicara empat mata," ucapnya Bu Mina seraya menunjuk ke arah kelopak matanya anak sulungnya itu.


"Siap komandan aku akan menjelaskan semuanya kepada ibu kok tanpa ada yang ditutupi ataupun aku rahasiakan," timpalnya Ardi lalu berjalan ke arah dalam rumah rumahnya karena ingin membersihkan seluruh tubuhnya karena selama dalam perjalanan ia mandi hanya sekedar menggosok tubuhnya ala kadarnya saja.


Ardi segera mandi di pagi itu karena sudah merasakan gatal di sekujur tubuhnya.


"Ya Allah… bagaimana kabarnya Nyonya Muda Karina apa ia baik-baik saja sedangkan Pak Naufal katanya Joni ia dirawat di rumah sakit juga karena ketergantungan minuman beralkohol tinggi, kasihan sekali dengan hubungan pernikahan mereka tapi, kenapa perasaanku mengatakan jika ada orang yang sengaja mengatur semua ini agar mereka bertengkar dan bercerai dan juga saling membenci dua keluarga besar itu.," Cicitnya Pak Ardi.


Pak Ardi merasakan ada kekuatan besar yang selama ini sudah menunggu kesempatan untuk menghancurkan keduanya.


"Nanti setelah hpku di cas aku akan segera menelpon Joni untuk mengetahui kabar terakhir mereka," Gumamnya Pak Ardi.


"Ya Allah… semoga saja anak ini bukan anak hasil hubungan gelap putraku dengan seorang perempuan kota ya Allah… cukup putriku yang hamil lalu ditinggal pergi oleh suaminya hingga detik ini belum pulang juga semenjak pergi merantau di daerah Sulawesi," batinnya Bu Mina lalu menggendong kembali tubuhnya Maulida lalu berjalan ke arah kursi kayu yang ada ruang tengahnya.


Pak Ardi sarapan terlebih dahulu setelah berpakaian lalu berjalan ke arah depan rumahnya tepatnya di mana ibunya berada.


"Masakan ibu sedari dulu emang enak dan selalu membuat perutku kenyang karena kenikmatan rasanya, jadi teringat dengan masakan Suci, maaf aku harus mengingkari janjiku yang seharusnya aku akan melamar kamu bulan depan," Pak Ardi membatin dengan raut wajahnya yang sendu.


Pak Ardi sangat mencintai perempuan itu hingga mereka sudah setuju dan sepaham untuk menikah bahkan mereka sudah saling bertukar cincin pernikahan sebagai tanda jadi pertunangan mereka.


Pak Ardi teringat dengan seorang gadis yang bekerja di kediaman Pak Alvin kakeknya Maulida Papinya Nona Muda Karina. Mereka sudah sepakat akan menikah akhir tahun ini tapi, takdir bertuliskan lain dengan kisah percintaan mereka berdua.


"Maafkan aku yang terpaksa harus mengingkari hubungan kita , bukannya aku tidak sayang dan mencintaimu tapi, ini demi keselamatan Nona Muda Maul, jadi aku harap kamu mengerti Suci bidadari surgaku," lirihnya Pak Ardi seraya mengusap jejak air matanya yang mewakili perasaan sedihnya dan juga kecewanya itu.


"Ardi, katakanlah pada Ibu, sebenarnya Maulida Ia adalah anaknya siapa? Karena sesuai dengan pengamatan Ibu Maulida bukanlah putri kandungmu karena kalian sangat jelas berbeda. Lihatlah kulitnya yang putih mulus bersih, hidung mancung dan warna rambutnya kecokelatan dan semua ciri-ciri itu tidak kamu miliki sedikit pun, coba periksa dengan seksama tubuhmu jika kamu tidak percaya," ketusnya Bu Mina yang memangku Maulida yang memainkan botol dot susunya yang sangat anteng dan tenang dan sejak kedatangannya sudah tidak mulai rewel lagi.


Pak Ardi tertawa cengengesan ke arah ibunya sambil berucap," Sebenarnya Nona Muda Maul bukanlah anakku dan bukan pula darah dagingku," imbuhnya Pak Ardi.


Ardi menatap jengah ke arah ibunya itu seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu sesekali menghembuskan nafasnya dengan cukup kasar.


****************


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Duren, I love you loh, judulnya ada di bawah ini:



Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Baby Sitter Pilihan


Kau Hanya Milikku


Dewa dan Dewi


Merebut Hati Mantan Istri



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap DILY dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Makasih banyak all readers…


I love you all..