Duren, I Love You

Duren, I Love You
Bab. 33



Juanda Denis Alvin menatap intens ke arah kedua perempuan cantik itu, ia tidak menyangka jika Istrinya itu adalah anak pengusaha terkenal yang lumayan kaya raya di dalam negri maupun luar negeri.


Karina menarik kembali tubuhnya Maulida putri semata wayangnya itu kedalam pelukannya," kamu adalah darah dagingku, kamu adalah keturunan Naufal Arthayasa dan saya, kamu adalah darah dagingku yang aku titipkan dengan terpaksa kepada supir pribadinya papimu dulu," Bu Karina menghentikan sesaat ucapannya itu.


Juanda dan Maulida saling bertatapan satu sama lainnya melihat reaksinya Bu Karina wanita cantik diusianya yang sudah senja itu dengan lelehan air matanya.


Nyonya Karina membuang nafasnya dengan cukup keras," kamu pasti bertanya-tanya kenapa aku sampai melakukan semua itu, tapi satu hal yang perlu kamu ketahui jika aku adalah mamimu tidak akan pernah terganti dengan perempuan manapun dan apapun yang terjadi bahkan kamu bersihkan air dengan seluas samudra kamu tetap anakku, suatu saat nanti mami akan jelaskan kenapa aku tega menitipkan kamu dengan Pak Ardi," jelasnya Karina.


Maulida menggenggam erat tangan perempuan yang mengaku ibu kandungnya itu sesuai dengan bukti kalung yang melingkari dilehernya itu.


"Mama, stop jangan seperti ini saya percaya dengan Mama kok, kalau mama sudah ngomong kenapa dan tidak ada alasan buatku untuk tidak percaya dengan Mama, bapak Ardi sama nenek Dahlia sudah mengatakan segalanya pada Maulida sebelum ke Jakarta dan sejak kecil saya sudah tahu masalahnya Mama kok, jadi tenanglah Ma masalah semua itu aku sudah paham karena aku yakin Mama melakukan semua itu pasti ada alasan khusus tapi, seperti yang saya katakan sebelumnya bapak Ardi sudah mengatakan kepadaku jika bapak terhasut dan termakan tipu muslihat perempuan yang sekarang jadi istrinya," ungkap Maulida sambil tersenyum lebar sesekali menyeka air matanya sendiri dan mamanya itu.


Berselang beberapa menit kemudian, mereka duduk di dalam restauran khusus berlabel halal di negara tersebut.


"Ternyata dia bukan rakyat jelata, bahkan aku malu karena dia anak salah satu pengusaha kaya dan sukses di Indonesia yang aku pekerjakan sebagai baby sitter anakku, semoga saja Maulida kedepannya tidak mempermasalahkan semuanya ini,"


Maul menatap sepintas suaminya itu dengan tersenyum simpul," saya kesini bersama suamiku Ma, kami bulan madu dan hari ini hari kedua kami disini," jawabnya Maulida sambil merangkul lengannya Juanda dengan penuh posesif agar mamanya tidak curiga dengan pernikahannya yang belum ada rasa cinta itu.


"Iya Ma, kami ke sini sengaja karena Maulida mau nonton langsung final piala dunia antara Prancis dan Argentina, jadi sekalian honey moon," ucapnya Juanda.


"Kebetulan sekali suamiku dalam perjalanan mau kesini mungkin sudah dekat dari sini, kalau gitu kalian aku minta menunggu beliau sekalian kalian berkenalan dengannya, tapi Maulida nanti balik ke Jakarta kamu temui papamu kalau kamu mau karena pasti dia juga pengen ketemu denganmu karena dia sama sekali belum dikaruniai seorang anak pun mungkin kehadiranmu akan membuatnya bahagia mungkin," imbuhnya Bu Karina.


Baru sepersekian detik saja detik mereka berbicara seperti itu, datanglah dua orang pria yang kira-kira berusia sekitar 48-50an umurnya tapi masih ganteng di usianya yang sudah tua itu.


Karina membelalakkan matanya saking terkejutnya melihat pria yang berdiri di samping suaminya itu. Pria yang pernah menikahinya dan mengalami kejadian yang sangat sulit mereka hadapi hingga mereka harus bercerai dan memiliki satu putri yang harus dititipkan pada supir pribadinya.


"Mas Naufal Fajaruddin," cicitnya Bu Karina.