Duren, I Love You

Duren, I Love You
Bab. 18



"Kamu cukup cantik dan mampu membuat jantungku berdebar kencang tapi maaf kamu bukan tipeku," Lirihnya Juanda pas didekat telinganya Maulida lalu meninggalkan istrinya yang bergantian mematung dan tak bergeming ditempatnya.


Maulida memegang ujung bibirnya bekas sentuhan penuh kelembutan tangan dan jari lentiknya Juanda.


Maulida segera menggeleng kepalanya, "Aku tidak boleh seperti ini, aku harus secepatnya menepis rasa benih yang akan tumbuh di dalam hatiku ini," batinnya Maulida.


"Tunggu apa lagi? Apa kamu ingin kita terlambat berangkatnya?" Tanyanya Juanda yang sudah setengah berteriak di hadapan istrinya itu.


Maulida segera mengakhiri lamunannya setelah mendengar teriakannya Juanda yang sungguh membalutnya tersentak terkejut dan buru-buru mengakhiri khayalannya.


"Buzet dah! Suaranya sungguh begitu merdu hingga mampu membuat gendang telingaku berdengung tapi sayangnya pemilik suaranya mirip oppa-oppa Jungkook sih," cicitnya Maulida yang bergegas mengambil barang-barangnya yang hanya satu koper kecil saja dengan tas handbag yang berisi hp dan beberapa alat makeup serta dompet yang berisi gajinya yang disisihkannya sebelum kuliah nanti.


Juanda sudah memakai seatbelt dan duduk manis dy dengan kemudi mobilnya seraya menunggu Maulida yang baru melewati pintu loby hotel.


"Cepetan!! Aku harus bilang berapa kali sih! Apa kamu ingin kita terlambat ke Kanada hanya karena gara-gara kamu yang berjalan seperti siput eehh bukan tapi keong…," ketusnya Juanda yang menatap jengah ke arah Maulida.


"Jadi orang cakep sabar kenapa! Masih ada sekitar 2 jam dari sekarang kali pesawatnya berangkat," tampiknya Maulida.


Juanda segera menyalakan stok kontak mobilnya tanpa melihat jika Maulida baru saja ingin memasang sabuk pengamannya.


"Aaahhhhh!!" Jeritnya Maulida saat kepalanya terantuk ke dasboard mobil.


Tanpa melirik ke arah Maulida, Juanda tertawa terbahak-bahak melihat reaksi dari Maulida saat mobilnya tiba-tiba dihentikan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya saat ia menjerit padahal sudah dua kali ia seperti itu.


"Ya elah… keong racun eh keong emas!! Tuan Muda kira-kira dong kalau setir mobilnya ataupun mau hentikan apa susahnya sih ngomong dulu gitu kasih infonya kalau mobilnya mau jalan atau stop agar saya aman dan damai selalu gitu," sarkasnya Maulida tapi latahnya keluar.


Juanda menatap jengah ke arah Maulida," makanya jadi orang kalau gerak itu jangan lelet amat, sedari tadi kamu kalau jalan selalu lambat, setahu aku kamu itu paling cepat jalannya dari pada kaki seribu," ketusnya Juan yang semakin kesal karena perlawanan dari Maulida.


"Ini semua gara-gara Mama, kenapa juga jodohkan aku dengan bocah tengil kayak ia padahal pakai seatbelt saja kesusahan," Umpatnya Juanda yang segera membantu Maulida yang masih kesulitan saat memasang sabuk pengaman ke dalam tubuhnya itu.


Maulida yang sama sekali tidak menyangka dan menduga jika Tuan Muda Juan akan suka rela menolongnya untuk memasangkan sabuk pengaman. Maulida menatap intens ke arah Juan tanpa berkedip sedikitpun.


"Menatapnya tidak usah seperti itu juga kali, aku akui kalau aku itu tampan, ganteng ga ketulungan punya dua ansk kembar yang imut dan menggemaskan," sarkas Juanda yang sebenarnya tersenyum simpul melihat reaksinya Maulida yang melihatnya hingga mulutnya menganga sempurna dan bola matanya membulat seolah akan melompat ke luar dari kelopak matanya.


Juanda segera melajukan kembali mobilnya tanpa menunggu jawaban atau pun tanggapan dari Maulida yang masih tak bergeming ditempatnya semula.


"Kenapa wajahnya serasa aku melihat titisan oppa Jungkook ya Allah… bisa-bisa aku setiap melamun memikirkan wajahnya oppa Jungkook lagi kalau seperti ini," lirihnya Maulida sembari menggelengkan kepalanya.


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Duren, I love you loh, judulnya ada di bawah ini:



Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Baby Sitter Pilihan


Kau Hanya Milikku


Dewa dan Dewi


Merebut Hati Mantan Istri



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap DILY dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Makasih banyak all readers…


I love you all..