
"Siksa! Stop tertawanya!" Geramnya Maulida dan Bu Ratih secara bersamaan.
Bu Ratih dan Maulida saling bertatapan satu sama lainnya dan sedikit heran karena bisa-bisanya mereka berbicara bersamaan dengan ucapan dan perkataan yang sama.
"Ya elah, calon menantu dan Ibu mertua ini bisa kompakan gitu, baru jadi calon sudah seiya sekata dan sehati juga," umpatnya Siska sembari menutup kedua mulutnya.
Nyonya Ratih Purwasih Prasetyo dan Maulida saling bertatapan satu sama lainnya. Mereka tidak menyangka jika ucapan mereka sama persis dan saat yang bersamaan pula.
"Ini anak, membuatku teringat dengan saat aku pertama kali menginjakkan kaki di kediaman utama ini, aku juga tidak jauh berbeda dengan Maulida hanya saja Mas Pras jatuh cinta padaku bukan kami menikah karena atas dasar nikah pura-pura dan ada kontrak perjanjian yang mengikat kami," gumam Bu Ratih.
Siska segera berusaha untuk menghentikan tawanya. Ia takut marah yang berujung dengan gajinya dan bonusnya akan disunnat. Siska menggelengkan kepalanya saking takutnya jika apa yang dibayangkan menjadi kenyataan.
"Siska bawa kemari berkas yang perlu ditanda tangani oleh Maulida dan kamu Maulida kamu tidak perlu khawatir dengan tugas dan kewajiban kamu sebagai seorang istri karena sudah jelas tertulis di dalam berkas perjanjian kita kalau tidak boleh terjadi kontak fisik apapun itu dengan puteraku apa pun yang terjadi dan kamu harus menjaga nama baik keluarga besar Prasetyo di mana kamu berada dan ingat statusmu sebagai menantuku hanya dikalangan keluarga besar dan kalangan bisnisnya Juanda kamu boleh ikut dan diluar sana kamu bukanlah istrinya Juanda Lee Prasetyo, apa kamu sudah mengerti Maul?" Tanyanya Nyonya Ratih dengan penuh selidik.
"Siap Nyonya Besar Ratih Purwasih Prasetyo aku sangat mengerti dan setuju dengan persyaratan yang Nyonya berikan dan nyonya tidak perlu khawatir aku akan memerankan peranku sebagai istri kontraknya tuan muda Juan dan nyonya tidak akan merugi telah memilihku untuk bekerja sama," ungkapnya Maulida panjang lebar.
Siska segera menandatangani kontrak pernikahan tersebut dengan mantap dan tidak ada keraguan di dalamnya. Ia tersenyum penuh kebahagiaan saat membubuhkan tanda tangannya di atas kertas perjanjian tersebut.
"Siska simpan baik-baik berkas ini dan kamu Maulida persiapkan dirimu karena lima hari lagi dari sekarang adalah hari pernikahan kalian, kakek dan nenek kamu tidak perlu tahu dengan perjanjian kita ini cukup sepupu kamu yang bekerja disini tahu kalau kamu sudah menikah dan aku juga sudah memberitahukan kepadanya apa yang seharusnya ia lakukan," tuturnya Bu Ratih.
"Baik Nyonya," jawabnya.
"Maulida, ingat jika ada orang lain bersama kita tolong panggil aku mama seperti Juan memanggilku tapi jika hanya kita kembali seperti biasa dan satu hal lagi, satu minggu dari saat ini tepatnya minggu depan kamu juga sudah bisa langsung kuliah tapi…," ujarnya Bu Ratih yang terpotong seraya berdiri dari duduknya lalu berjalan menghampiri Maulida.
Nyonya Ratih berjalan dengan cara berputar mengitari seluruh tubuhnya Maulida," ingat gaya kamu berlaku seperti ini jika berada di luar rumah tidak sedang menjadi menantuku tapi jika menjadi nyonya Muda Juan penampilan kamu harus berubah drastis dan juga sikapmu jangan perlihatkan kepada orang lain jadi aku minta kamu harus pintar bermain akting dan peran jadi Nyonya Muda Juanda Lee Prasetyo," ungkapnya Bu Ratih.
Maulida refleks melihat dan mengarahkan pandangannya ke arah dirinya dan ia sudah cukup mengerti apa yang harus ia lakukan.
Nyonya Ratih mengangkat dagunya Maulida, "Kamu tidak perlu khawatir dan risaukan masalah make up kamu karena mulai sekarang dan detik ini akan ada orang yang akan menjadikan dan merubah kamu menjadi dari Upik abu menjadi Cinderella semalam," imbuhnya Bu Ratih yang tersenyum penuh maksud.
"Siska! Bawa dia ke ruangan khusus karena pelatihnya sudah datang dan saya berharap hanya dalam seminggu kamu harus berubah sebelum hari pernikahan kamu," perintahnya Nyonya Ratih.
Siska dan Maulida berpamitan kepada Nyonya Ratih. mereka meninggalkan ruangan pribadi milik Bu Ratih.
"Aku lebih baik menikahkan putraku dengan Maulida dari pada harus dinikahkan dengan calon istri yang ditawarkan oleh Nenek bangka itu," umpatnya Nyonya Ratih.
****************
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Duren, I love you loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Baby Sitter Pilihan
Kau Hanya Milikku
Dewa dan Dewi
Merebut Hati Mantan Istri
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap DILY dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Makasih banyak all readers…
I love you all..