Duren, I Love You

Duren, I Love You
Bab. 26



Pak Ardi tertawa cengengesan ke arah ibunya sambil berucap," Sebenarnya Nona Muda Maul bukanlah anakku dan bukan pula darah dagingku," imbuhnya Pak Ardi.


"Nona Muda Maulida!" beo Bu Mina.


Ardi menatap jengah ke arah ibunya itu seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu sesekali menghembuskan nafasnya dengan cukup kasar.


Pak Ardianto menatap ke arah ibunya Bu Mina," benar sekali ia adalah Nona Muda Maulida Bu, anaknya majikanku Nyonya Muda Karina dengan Tuan Muda Naufal Bu," jelasnya Ardi.


Bu Mina menatap tajam tak percaya ke arah anak sulungnya itu," a-pa mak-sudmu, apa kamu menculik anak mereka? Ardi kamu simpan di mana otakmu itu, apa kamu tidak takut jika mereka mencari kamu dan memnjobloskan kamu ke dalam penjara?" Geramnya Bu Mina yang sudah ketakutan dan tidak kuasa menahan amarahnya seraya menidurkan baby Maul di dalam box bayinya.


Ardi tertawa mendengar perkataan dari ibunya itu, ia memaklumi kepanikan dan kekhwatiran dari perempuan yang sudah berjuang melahirkannya itu. Ardi segera memeluk tubuh ibunya agar bisa lebih tenang dan tidak perlu ketakutan dan merisaukan hal yang seharusnya tidak ada.


Ardi hanya tertawa cengengesan melihat kemarahan ibunya, "Ibu! Dengarkan dulu saya sama sekali tidak menculik anak dari majikanku ibu, tapi mereka sendiri yang menyerahkan kedalam genggaman tanganku ini dengan sukarela," jelasnya Ardi sembari tangannya membentuk seperti seolah sedang menggendong bayi.


Bu Mina semakin dibuat terkejut saja dan tidak percaya karena menurutnya itu hal mustahil seorang bapak dan ibu menyerahkan anaknya kepada orang asing yang sama sekali tidak ada hubungan darah sama sekali dengan kedua orang tuanya anak itu.


"Ardi!! Ibu mohon berhentilah untuk bercanda Nak, Ibu mohon berbicaralah berterus terang kepada Ibu, karena ibu sangat takut jika kamu Sampai ditangkap hanya gara-gara anak bayi cantik ini," sanggah Bu Mina seraya mengelus pipi tembem nya Maul yang sudah terlelap dalam tidurnya setelah menghabiskan susu formulanya dalam dot.


Tanpa terasa air matanya Pak Ardi menetes membasahi pipinya sebelum membuka mulutnya untuk berbicara kejujuran tentang asal usul penyebab Maulida ikut bersamanya ke kampung halamannya ini. Tawanya langsung spontan berhenti dan raut wajahnya sudah sendu jika harus kembali mengingat kejadian itu. Bu Mina memperhatikan perubahan mimik wajahnya anak sulungnya itu dengan seksama.


"Ya Allah… apa yang terjadi sebenarnya, kenapa Ardi putraku tiba-tiba sedih dan meneteskan air matanya padahal aku hanya bertanya biasa saja agar semuanya terbuka dengan jelas," batinnya Bu Mina.


Pak Ardi menyeka air matanya menetes membasahi pipinya sebelum berbicara dan menghela nafasnya yang panjang dan cukup kasar," Tuan Naufal menyiksa Nona Karina Bu, Tuan Naufal mengira jika Nyonya Muda berselingkuh dengan mantan kekasihnya padahal semua tuduhan itu sama sekali tidak beralasan dan tidak ada buktinya menurut saya Bu, karena Nyonya Karina sedikit pun dan sekalipun tidak pernah keluar rumah tanpa meminta izin kepada suaminya dan aku yang selalu mengantar jemput Nyonya jadi aku sangat mengetahui dengan pasti bagaimana karakternya Nyonya selama mereka menikah, tapi Tuan Nuafal sama sekali tidak ingin mempercayai semua penjelasan dan perkataan,l dari Nyonya Muda karena ada foto dan rekaman video yang lebih ia percayai Bu," ungkap Pak Ardi yang sesekali menyeka air matanya dan berusaha menetralkan perasannya yang kacau dan sedih itu.


"Terus Tuan Naufal tidak percaya dengan kejujuran istrinya itu?" Tanyanya Bu Mina yang mulai kepo dengan kejadian yang melatar belakangi kehadiran Nona Maulida di dalam rumah mereka yang sangat sederhana itu.


Pak Ardi menggelengkan kepalanya," Tuan Muda malahan kalap dan menghajar dengan membabi buta tubuh istrinya itu hingga Nona tak sadarkan diri dan harus dioperasi, kami tidak mampu untuk mencegahnya dan diam-diam hanya menjadi saksi bisu dari kekejaman Tuan Naufal malam hari itu, tapi sepertinya menurut aku ada seseorang yang sedang merencanakan semuanya dengan matang dan baik karena tuan Muda sama sekali tidak pernah minum alkohol dan malam hari itu dalam keadaan mabuk berat Bu," jelas Pak Ardi panjang lebar dengan menerawang beberapa hari yang lalu.


Bu Mina menutup mulutnya saking tidak percayanya mendengar perkataan dan kejujuran dari anak sulungnya itu," Ya Allah…Ibu tidak menyangka jika kebenarannya seperti itu, apa Nyonya Muda dan Tuan Naufal punya musuh? Karena menurut ibu juga yah, ada orang yang sudah tertawa terbahak-bahak dan bahagia melihat kehancuran kedua keluarga besar itu," imbuhnya Bu Mina.


Rasa sedihnya, khawatir, kecewa, haru biru, cemas, simpatik, penyesalan mewarnai pagi hari itu. Baby Maul sama sekali tidak terusik dan terganggu dengan perbincangan mereka di pagi hari itu menjelang siang.


****************


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..



Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Baby Sitter Pilihan


Kau Hanya Milikku


Dewa dan Dewi


Merebut Hati Mantan Istri



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap DILY dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Makasih banyak all readers…


I love you all..