Drew & Dres

Drew & Dres
EPISODE 8



"Peringkat satu, dengan nilai A+ semua... adalah...."


"Berikan tepuk tangan kepada, Andrew Denburg!!"


"Sekali lagi Andrew Denburg berhasil mendapatkan peringkat satu dan nilai tertinggi di antara semua kelas SMP!!!"


"Woow!!!"


Setelah itu...


"Wah Kak Andrew sangat jenius! Ia berhasil mendapatkan penghargaan dari sekolah!"


"Iya! Benar benar calon pasangan idaman! Tampan, pintar lagi!"


"Andrew, Kau tak bahagia mendapat peringkat pertama?"


"Tentu saja Aku bahagia, tapi..."


"Tapi apa?"


"Ada yang bisa membuat lebih bahagia"


"Siapa?"


"Ada lah..."


"Kau dapat peringkat berapa, Dres?"


"Peringkat sepuluh"


"Tidak apa apa, Kau bisa coba lagi di ujian seterusnya!"


"Hahaha! Benar juga"


Setelah mereka pulang ke rumah...


12:30


"Kak Anna sudah pulang!"


"Anna..."


Tiba tiba Anna menampar Andrew


"Kenapa Kakak menampar Andrew?!"


Anna pun menunjukkan foto yang dikirim oleh orang asing


Foto itu menunjukkan Andrew dan Seorang siswi sedang telanjang di gudang


Flashback On~


Saat Andrew pergi ke toilet, kepala Andrew dipukul oleh seseorang dari belakang. Andrew pun pingsan, saat ia terbangun ia berada di dalam gudang. Andrew kaget karena ia di telanjangi oleh orang yang memukulnya. Di sampingnya ada seorang siswi yang telanjang juga. Akhirnya mereka memakai seragamnya kembali dan keluar dari gudang.


Jadi hitungannya Andrew tidak bersalah


Flashback Off~


"Kau melecehkan seorang siswi?!"


"Bukan begitu, Anna..."


"Sudah! Aku tak mau mendengar kebohonganmu lagi!"


Anna pun menampar Andrew kemudian mendorong Andrew hingga jatuh


"Kak Anna! Jangan!" Teriak Andres


"Sekarang Kau ku usir dari rumah ini!!!"


"Baiklah..."


Andrew pun mengemas tasnya dan pergi keluar dari rumah Keluarga Denburg


"Kak Anna-"


"Sudah Andres! Sekarang Anak pengacau itu sudah pergi dari sini! Kau ganti bajumu setelah itu kita makan siang!"


"Baiklah..."


Di luar rumah


"Anna..."


"Sekarang Aku harus kemana"


"Pu...Pusing sekali..."


"Aku dimana?"


"Anak muda, kamu sekarang ada dirumah kami, Keluarga Putra"


"Keluarga Putra?"


"Namamu siapa Nak?"


"Saya...Andrew"


"Andrew Denburg?! Anda Andrew Denburg?!"


"Iya..."


"Kenapa Anda bisa pingsan di jalanan?"


"Saya...Ada sedikit masalah, dan banyak ancaman. Jadi harus pergi dari rumah, dan berharap ada yang ingin mengangkat ku menjadi anak angkatnya."


"Kami bisa mengangkat mu menjadi anak angkat kami"


"Benarkah?"


"Iya! Sekarang Anda adalah anak kami"


"Nama samaran Anda...William Putra Shine"


"Putra dari marga keluarga Anda, tapi Shine?"


"Marga keluarga istri saya, agar mereka tidak mencurigaimu, Will"


"Terima Kasih, Tuan Putra"


"Tidak usah sungkan, anggap saya sebagai Paman Kamu"


"Atau bisa juga anggap sebagai Papa Angkat kamu"


"Baiklah, Paman Putra"


"Oh iya, ini anak anak Paman. Perkenalkan diri kalian"


"Halo, Tuan Muda Denburg. Nama saya Harry Putra, umur saya 12 tahun"


"Tuan Muda, nama saya Velisca Putri. Umur saya 14 tahun"


"Namaku Edward Putra, umurku 8 tahun"


"Anda?"


"Saya Jack Putra, umur 16 tahun"


"Salam kenal semua!"


"Sekarang giliranmu, William"


"Namaku And.....William Putra Shine, salam kenal semua"


"Hari ini, siapa yang mau membantu Mami masak?"


"Saya saja"


"Kamu beneren, Will?"


"Iya"


Selesai memasak...


"Semuanya turun! Ayo makan!"


"Wahh! Aromanya sangat wangi!!!"


"Iya!!"


"Nyam! Sangat enak sekali!!"


"William sangat pandai memasak loh!"


"Wah!!!"


"Anna dan Andres sudah makan belum ya" Ucap Andrew dalam batin


"Will, kenapa Kau diam saja?"


"Aku tidak apa apa"