Drew & Dres

Drew & Dres
EPISODE 16



Keesokkan paginya...


Andres berjalan di lorong sekolah sendirian


Banyak sekali siswi-siswi yang melihatnya, bukan karena suka padanya, tapi mereka mencari di manakah Andrew ataupun William yang selalu jalan bersama Andres


"Andres, di mana sahabatmu?"


"Andres, di mana Andrew? William juga di mana?"


"Aku harus cepat cepat tempelkan kertas pengumuman ini di mading"


Andres pun menempelkan pengumuman itu di mading. Seluruh siswa dan siswi melihat dan membaca pengumuman tersebut


Isi pengumuman :


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Mulai hari ini saya tidak bersekolah di sekolah ini lagi, saya sudah pindah ke luar negeri. Bagi yang bertanya tentang Andrew, dia masih di kota ini tetapi dia pindah ke sekolah lain. Maaf tidak bisa langsung memberitahu kalian, saya hanya bisa memberitahu kalian melalui kertas pengumuman yang saya berikan kepada Andres. Satu lagi, jangan selalu bertanya kepada Andres tentang keberadaanku ataupun Andrew.


William Putra


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Apa?!!! William juga pindah sekolah?!!!"


"Kemarin Jinseok Academy sudah kehilangan seorang Andrew, murid yang tampan dan juga jenius. Lalu datanglah William yang juga tampan dan jenius. Sekarang Jinseok Academy juga sudah kehilangan seorang William yang cerdas dan tampan! Entah apa lagi nasib Jinseok Academy ini"


Lokasi : Warren International Academy


"Hai semua, nama saya Andrew" (Bahasa Inggris)"


"Halo Andrew!" (Bahasa Inggris)


"Andrew, kamu bisa duduk di kursi kosong, kamu tinggal pilih ingin duduk di mana" (Bahasa Inggris)


"Baiklah, terima kasih" (Bahasa Inggris)


"Halo, namamu siapa?" (Bahasa Inggris)


"...."


"Mungkin saja dia tidak bisa berbicara" (Batin)


Waktu istirahat


"Halo, kenapa kau diam saja saat aku mengajakmu berbicara?"


"Aku, aku tidak bisa bahasa Inggris"


"Kenapa kau pindah ke sekolah ini?"


"Papaku yang memaksaku"


"Oh, begitu ya. Oh ya namamu siapa?"


"Namaku, Regina"


"Oh, hai. Namaku Andrew"


"Hai, hai Andrew"


"Kalau begitu ayo kita berteman? Apa boleh?"


"Tentu saja"


"Iya, aku tak begitu suka matematika"


"Aku bisa mengajarimu"


"Oh, terima kasih. Tapi, maaf aku menolak"


"Kenapa?"


"Tidak apa apa"


"Oh, kalau begitu. Ini burger buatmu, kau tak ingin ke kantin karena kau tidak bisa berbahasa inggris kan?"


"Terima kasih"


"Aku pergi dulu ya, jika butuh bantuan bisa minta tolong kepadaku, aku siap membantu mu kapan saja"


Andrew pun pergi


Beberapa hari kemudian


Chat On


Andres : Drew


Andrew : Ya?


Andres : Ketemuan yok! Aku akan menunggu mu di rockbucks


Andrew : Ok, jam 14:30


Andres : Ok!


Chat Off


14:30


Lokasi : Rockbucks Coffee


"Andres"


"Maaf ya, aku telat. Aku harus menghadapi Kak Anna dulu jika ingin keluar"


"Oh, dia sangat menjagamu dengan ketat ya"


"Mungkin saja, oh ya. Kau, bagaimana dengan sekolah barumu?"


"Biasa biasa saja, siswi siswi di sana masih ada beberapa yang sifatnya sama dengan siswi siswi di sekolah lama. Hanya saja aku punya seorang teman sebangku, dia kurang bisa berbahasa inggris. Namanya Regina"


"Wah, kau masih saja populer di sana ya?"


"Mungkin saja"


"Orang tampan memang berbeda ya, oh ya kau bisa berbahasa inggris di sana? Oh ya aku lupa, dulu nilai bahasa inggrismu selalu jadi yang paling tinggi di tingkat SMP"


"Jangan terlalu memujiku, oh ya...bagaimana denganmu?"


"Ya, seperti biasa juga. Hanya saja, aku agak sedikit kesepian, saat istirahat aku duduk di kantin sendirian"


"Bagaimana dengan Velisca? Dia masih di sekolah Jinseok kan"


"Oh, tentang Velisca...dia juga sering duduk di pojokan kantin sekolah. Sepertinya dia tidak punya teman"


"Bagaimana bisa? Putri satu satunya dari keluarga Putra bisa dijauhi oleh murid murid di sekolah?"