Drew & Dres

Drew & Dres
EPISODE 7



"Morgan? James?"


"Lepaskan Andhika Kak !!"


"Sylvia?"


Adrian pun melepaskan Andrew


"Andrew Denburg ...?"


"Apa yang terjadi mengapa Tuan Muda Denburg menyamar dan datang kesini ?!"


"Kakakmu menculikku dan Andrew datang untuk menyelamatkan ku dengan menyamar!"


"Baiklah Aku akan membawa Andrew pulang ke rumah, Kalian jangan menggangu kami lagi!"


"Aku akan mengantar kalian!"


"Maaf tidak bisa, Kami tidak membutuhkan bantuan dari Orang Jahat!"


Andres pun membawa Andrew pulang ke rumah


Sampai di rumah...


"Akhirnya Tuan Muda pulang! Nona Anna terus diam di kamarnya. Hari ini dia tidak ingin makan dan tidak pergi ke kantor!"


"Dimana dia sekarang?"


"Di kamarnya, Tuan"


"Baiklah"


Andres dan Andrew pun pergi ke kamar Anna


"Kak Anna! Buka pintunya! Ini Andres!"


"Andres?!"


Anna pun membuka pintu kamarnya


"Kalian kemana saja?!!"


"Aku diculik oleh..."


"Adrian Zhang!"


"Andrew! Kau kenapa?!! Kenapa wajahmu begitu pucat?!!"


"Tidak apa apa"


"Kemarin malam kenapa Kau berbohong kepadaku?!! Kau bilang bahwa Andres sedang pergi ke rumah temannya! Dan saat malam Kau malah pergi dari rumah secara diam diam tanpa memberitahu siapapun?!!!"


"Aku...Aku hanya ingin menyelamatkan Andres"


"Lalu kenapa Kau tidak memberitahuku ataupun Irene?!!"


"Maaf, Anna"


"Dia menangis?" Ucap Andrew dalam batin


"Dres, Kamu keluar dulu"


"Baiklah..."


Andres pun keluar dari kamar Anna


"Anna, jangan menangis...Aku tau kalau Aku sudah keterlaluan. Aku tak ingin melihat mu menangis..."


"Sekarang kau sudah boleh pergi?!! Aku ingin tidur! Kau mengangguku saja?!!"


"Baiklah, Aku akan keluar..."


"Aku menyayangimu, Anna. Selamat tinggal"


Malam hari...


Di kamar Andrew


"Kau mengangguku saja... Kau mengangguku saja... Kau mengangguku saja..."


"Apa Aku menganggunnya sehingga dia tidak nyaman?"


Tiba tiba...


Ceklek... (suara pintu terbuka)


"Drew..."


"Ada apa?"


"Ini, tadi Aku masak nasi goreng. Makan lah"


"Kau? Kau memasak?"


"Iya!"


"Sejak kapan Kau bisa memasak?"


"Baru saja... Aku ingin Kau mencoba dulu"


"Baiklah"


"Asin sekali!!" Ucap Andrew dalam batin


"Kenapa Drew? Tak enak ya?"


"Bukan, cuma garamnya terlalu banyak. Biar Aku saja yang masak. Ayo ke dapur"


"Tapi Kau masih sakit"


"Aku? Sejak kapan Aku sakit? Aku sehat begini kok!"


"Baiklah, Ayo!!"


Di dapur...


"Anna sudah makan?"


"Sepertinya belum"


"Baiklah"


Selesai memasak


"Nih, coba"


Andres pun memakan sesuap nasi goreng


"Wahh!!! Enak sekali!!!"


Mereka pun memakan nasi gorengnya


"Kenyang sekali..."


"Kau mau kemana lagi?"


"Kamar Anna"


"Aku ikut!"


Di depan pintu kamar Anna


Saat sampai di depan pintu kamar Anna, tiba tiba Andrew terdiam


"Ada apa, Drew?"


"Kau saja yang memberikan nasi goreng ini kepada Anna. Aku pergi dulu"


"Eh? Baiklah"


"Kak Anna! Buka pintunya!"


"Siapa?"


"Aku Andres!"


"Anak itu tidak ada kan?!"


"Anak itu? Apakah Andrew?" Ucap Andres dalam batin


"Iya..."


"Baguslah, buka saja pintunya Aku tidak kunci"


"Apa yang Kau bawa?"


"Nasi goreng, kau makan ya! Selamat makan, Aku pergi dulu"


Andres pun keluar dari kamar Anna dan pergi ke kamar Andrew


"Drew!"


"Masuk saja"


"Kau masih belum mau tidur?"


"Kau saja belum tidur"


"Besok hari perngumuman nilai ujian loh!"


"Oh, ya"


"Itu saja, Aku ingin ke kamarku. Bye"


"Ya"


Keesokan harinya...


"Kak Anna sudah bangun!"


"Anna ayo...makan"


"Aku makan di luar saja!"


Anna pun langsung pergi keluar rumah


"Dres, Kau habiskan saja semua makanan ini, Aku sudah kenyang"


Di sekolah


"Baiklah, pegumuman hasil ujian kelas 9-A"