Drew & Dres

Drew & Dres
EPISODE 24



"Jadi bagaimana, Kak?"


"Ayo kita masuk"


"Kau serius?"


"Iya! Ayo!"


Adrian, Andres dan yang lainnya pun berjalan masuk ke dalam gang sepi itu


"Itu mungkin Andrew! Ayo kesana!"


"Hei! Andrew berhenti!"


Andrew menoleh


"Andrew! Kau tak apa apa? Orang orang ini menculikmu?!!"


"Ayo pulang"


Di rumah


"Andres, ikut aku"


"Kenapa?"


"Ikut saja"


"Baiklah"


"Apa yang mereka lakukan? Ayo mengintip!"


"Let's go!"


"Drew, ada apa?"


"Kenapa kau tak dengar perkataanku?"


"Aku...aku..."


"Kenapa?"


"A...aku...bukan..."


"Aku kan sudah bilang jangan kepo dengan urusanku, kau bahkan menyuruh orang untuk mengikutiku, Kau ini benar benar..."


"Ma...maaf"


"Keluar"


"Maaf, baiklah"


"Argh..."


"Andrew! Kau kenapa?!"


"Keluar! Jangan ikut campur! Argh..."


"Tapi...baiklah"


Beberapa hari kemudian


"Setahuku ini alamat rumah baru Andrew"


"Permisi"


"Ada apa?"


"Saya ingin bertemu dengan Andrew"


"Nama anda?"


"Andres"


"Sebentar ya"


"Maaf anak muda, Tuan Muda tidak ingin bertemu dengan anda, dia memintamu untuk pergi sekarang juga"


"Kalau begitu, bolehkan aku menitipkan sesuatu untuknya?"


"Boleh"


"Ini, berikan kepadanya"


"Baiklah, anda bisa pergi sekarang"


"Terima kasih"


Di kamar


"Tuan, anak tadi ingin memberikan ini dan sebuah surat untukmu"


"Baik, Tuan"


"Surat apaan ini"


Isi surat :


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Andrew, aku tau kau sangat marah kepadaku, tetapi kau jangan lupa untuk memakan obatmu, jangan sampai nanti kau sakit parah lagi. Aku tak bisa merawatmu karena kau sedang marah kepadaku. Kak Anna juga tidak akan mau merawatmu. Ini obat penenang yang baru untukmu. Dokter bilang ini lebih bagus daripada obat yang sebelumnya. Dan aku memasak beberapa makanan untukmu, beberapa hari ini aku sudah berlatih memasak. Jadi kau tak perlu khawatir, makanan ini tidak akan keasinan lagi ataupun gosong. Aku menyayangimu, da.


Pengecut bodoh, Andres


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Heh, siapa juga yang marah kepadanya?"


"Oh ya, dimana makanannya?"


"Ini dia, dari aromanya sepertinya ini enak"


"Hm, lumayan...uhuk uhuk! Sepertinya dia memasukkan bubuk cabainya terlalu banyak, uhuk uhuk!"


"Permisi, Tuan"


"Ada apa?"


"Ada yang ingin bertemu denganmu"


"Baiklah, minta dia tunggu di ruang tamu, aku akan ke sana 5 menit lagi"


"Baik, Tuan"


"Siapa sih yang datang tiba tiba?"


5 menit kemudian


"Siapa?"


"Kak Andrew"


"Fiona, ada apa?"


"Terima kasih atas bantuanmu, sekarang ayahku bisa dirawat di rumah sakit. Dia sudah hampir pulih, aku dan adik adikku juga sudah bisa bersekolah. Dan Kakak juga memberikan kami rumah yang lebih layak dari rumah kami yang sebelumnya"


"Oh, baguslah, Bryand!"


"Tuan, ada apa?"


"Dimana barang barang yang tadi ku suruh kalian untuk membelinya?"


"Ini, Tuan. Barang barang yang kau ingin beli"


"Nah, ini untukmu. Kotak kotak itu sudah ku tulis nama nama kalian, kotak yang bertuliskan namamu berarti untukmu"


"Baiklah, terima kasih Kak"


"Hari sudah hampir gelap, aku akan menyuruh supirku untuk mengantar kalian"


"Tidak usah susah susah kak, rumah kami tidak terlalu jauh dari sini. Kami pergi dulu"


"Yasudah"


"Bye"


"Ya"


Keesokkan harinya


Warren International Academy


"Darling! Kamu kenapa lama sekali!"


"Tadi aku bangun sedikit telat dan jalanan sangat macet"


"Semalam aku mengajakmu kencan! Kenapa kau tak menjawab?" (memeluk Andrew dengan manja)


"Lepaskan pelukanmu"


"Kenapa? Kita sudah berpacaran kan?!"


"Not in this school**"


"I don't care about it!"


"Ssstt, silent. Don't be too loud!" (berbisik)


"Lihat saja kau nanti!" (batin)