Drew & Dres

Drew & Dres
EPISODE 30



"Dres, kau kan kembarannya. Pasti golongan darah kalian sama kan?"


"Tak, aku AB negatif"


"Aku juga bukan Golden Blood..."


"Aku...aku, golongan darahku golden blood"


"Vel? Velis? Sejak kapan..."


"Kak, kau terlalu sibuk sehingga kau bahkan tidak tahu bahwa golongan darah adikmu adalah Golden Blood"


"Kalau begitu, apa kau ingin mendonorkan darahmu kepada Andrew?"


"Tentu saja"


"Baiklah, nona. Proses pendonoran darah akan berlangsung setengah jam lagi. Silah ikut saya untuk menandatangani surat pendonoran darah, nona"


"Baiklah" (mengikuti dokter)


Selesai menandatangani


Di ruang rawat Andrew


Andrew sudah sedikit sadar karena dokter sudah memberinya beberapa tetes darah persediaan rumah sakit


"Hei..."


"Iya?"


"Kau sedang apa di sini...?"


"Aku yang akan mendonorkan darah kepadamu"


"Baiklah nona, proses pendonoran akan dimulai"


30 menit kemudian


"Baiklah, proses pendonoran sudah selesai, tuan jangan banyak gerak dulu karena darah masih disalurkan ke dalam tubuh anda"


Dokter keluar dari ruang rawat


"Hei..."


"Iya? Ada apa?"


"Terima kasih"


"Sama sama, tidak usah sungkan. Lagipun kau sudah ku anggap sebagai kakak sendiri. Aku keluar dulu ya, aku akan memberitahu Andres dulu"


"..."


Velisca keluar dari ruang rawat


Di luar ruang rawat


"Vel! Bagaimana proses pendonorannya?"


"Berjalan lancar, sekarang pun Andrew sudah sadar, ayo ke ruang rawat!"


Mereka pun pergi ke ruang rawat


Ruang rawat Andrew...


"Andrew, kami datang"


"And-"


"Di mana dia?!!"


"Tadi ku lihat dia ada di sini!"


"Jendelanya terbuka!"


"Kalau begini...dia pasti kabur lewat jendela..."


"Tapi kak, darahnya masih belum 100% masuk ke dalam tubuhnya, hanya sedikit saja"


"..."


"Tak! Dia belum berubah! Dia masih Andrew yang dulu!"


"Dres, sudahlah..."


"Dia masih sama seperti dulu! Suka melindungi orang lain dan mengorbankan diri sendiri! Sewaktu kecil dia sering kabur dari rumah sakit karena dia tak suka bau rumah sakit, alias bau darah...ataupun melihat orang yang penuh dengan darah"


"Oh begitu...jadi...sekarang dia pergi kemana?"


"Mungkin...mungkin saja dia belum jauh dari sini! Ayo kita cari dia!"


"Tak usah"


"Ha? Apa maksudmu..??"


"Mungkin kehidupannya yang sekarang sudah lebih baik daripada yang dulu, biarkan dia memilih kehidupannya sendiri"


"Dres...Andres..."


"Ada apa? Ayo pulang. Kak Anna pasti sudah mencariku"


Di Rumah Denburg


"Andres!"


"Apa?!"


"Di mana kalung pewarismu?!"


"Aku sudah membuangnya"


"APA?! KENAPA KAU MEMBUANGNYA?!"


"Aku tidak menyukai kalung itu"


"KAU KIRA KALUNG ITU KALUNG BIASA?!"


"Sudahlah, lagian seharusnya bukan aku yang menjadi pewaris group Denburg. Kau harus menyadari itu! ANDREW ADALAH PEWARIS GROUP DENBURG! INGAT KAK!"


"DIAM KAU!!! AKU SUDAH BILANG JANGAN SEBUT NAMA ANAK ITU LAGI!"


"Aku benci kau" (pergi)


Andres pun pergi ke kamarnya dengan marah


"Akh! Anak itu kenapa sih?!"


Malam harinya


"Anna..."


"Eh? Papa?!"


"Iya ini Papa, papa cuma mau kamu ingin satu hal..."


"Hal apa pa?"


"Dulu kamu pernah berjanji kepada Papa, kalau papa pergi kamu akan menjaga kedua adikmu kan?"


"Ha...aku cuma punya satu adik kan pa?"


"Tidak Anna, kamu punya 2 adik"


"Nggak pa, adikku cuma Andres"


"Apa kamu lupa dengan Andrew? Dia lebih membutuhkan kasih sayang. Apa kamu lupa??? Dia sering sakit! Sekarang tidak ada yang menjaganya! Dia butuh kamu! Kamu sebagai seorang kakak kenapa begini?"


"am....An...drew?"


"Berjanjilah kepada papa. Setelah ini kamu akan mencari Andrew. Kamu harus menjaganya dengan baik"


"B...Baiklah pa..."