
Hai guys, semoga kalian enjoy dengan cerita kali ini!!!
***
Pagi hari di Sekolah Jinseok, ada 2 orang siswa yang sedang berjalan menuju kelas mereka. Salah satu diantara mereka terus dibicarakan oleh siswi siswi.
"Kak Andrew sangat tampan ya hari ini!" Kata seorang siswi.
"Iya! Andrew sangatlah menawan! Aku sangat menyukainya!!!" Balas siswi lainnya.
"Drew, kau beruntung sekali ya, punya wajah tampan, pintar, tinggi, banyak fans, hari ini banyak sekali siswi-siswi yang membicarakan mu!" Kata Andres.
"Kau juga tinggi kan" Jawab Andrew
"Iya juga sih...Tapi kau lebih tampan dan menawan" Kata Andres
"Biarkan saja mereka" Kata Andrew*
Lokasi : Kelas 9-A
"Surat apa nih?" Kata Andres sambil mengambil sebuah surat yang terletak di atas meja Andrew
"Berikan padaku" Kata Andrew sambil merebut surat itu
*Isi surat :
Kepada : Andrew Denburg
Ku tunggu kau di atap sekolah saat waktu istirahat.
"Apa isi surat itu?" Tanya Andres yang penasaran dengan isi surat itu*
"*Tidak apa apa, tak ada yang penting" Kata Andrew
"Benarkah? Apa kau berbohong?" Tanya Andres
"Benar" Jawab Andrew dengan singkat
Waktu istirahat
Lokasi : Atap sekolah
"Siapa yang mengirim surat itu" Kata Andrew dalam batin*
"*Akhirnya kau datang juga, Andrew"
"Kau siapa?" Tanya Andrew dengan cuek
"Aku Clarence Fang" Jawab siswi itu
"Oh, untuk apa kau memanggilku?" Tanya Andrew
"Aku ingin..."
"Aku menyukaimu! Dan Aku ingin kau berpacaran denganku!" Jawab Clarence*
"*Aku menolak" Kata Andrew dengan cuek
"Ke...Kenapa??" Tanya Clarence
"Tak apa apa" Jawab Andrew yang ingin pergi
"Jawab dulu! Kenapa kau menolakku!" Kata Clarence sambil menhalangi Andrew untuk pergi*
"*Minggir" Kata Andrew
"Aku tak kan minggir sebelum kau menjawab pertanyaanku!" Kata Clarence*
"***Sudah kubilang minggir**!!!" Kata Andrew dengan kasar dan langsung pergi
"Lihat saja nanti, kau akan menyesal!" Kata Clarence dalam batin
Lokasi : Kantin Sekolah
"Drew! Kemana saja kau tadi?" Tanya Andres
"Toilet" Jawab Andrew
"Kau sudah tau apa yang Aku inginkan" Jawab Andrew
"Baiklah, Aku akan pergi memesan" Kata Andres lalu pergi
Beberapa menit kemudian...
"Kak Andrew boleh Aku minta tanda tanganmu?"
"Untuk apa?" Jawab Andrew dengan sangat cuek
"Aku ingin menyimpannya, ku mohon tanda tangan"
"Hm" Jawab Andrew
Andrew pun menandatangani kertas itu
"Terima kasih, Kak Andrew!"
"Kau bisa pergi" Kata Andrew
Siswi itu pun pergi
Beberapa menit kemudian...
"Ada apa?" Tanya Andres yang baru kembali
"Tak ada apa apa, dimana makananku?" Kata Andrew
"Ini burgermu" Jawab Andres sambil memberikan sebuah burger kepada Andrew
"Lain kali kalo pesan makan tuh lebih cepat lah! Aku sudah kelaparan!" Kata Andrew
"Bukannya bilang terima kasih, malah di marahin" Kata Andres dalam batinnya
"Andrew, Kau anggap Aku siapa?" Tanya Andres tiba tiba
"Kenapa kau tiba tiba menanyakan itu?" Tanya Andrew kembali
"Tak ada apa apa, Aku hanya ingin tau Kau menganggap ku sebagai siapa" Jawab Andres
"Ya sebagai kembaranku. Kau kan kembaran ku" Jawab Andrew
"Oh...Ku kira kau menggangapku sebagai pelayanmu" Kata Andres
"Mana mungkin" Jawab Andrew
Setelah pulang sekolah...
Jam : 16:00
Lokasi : Gerbang Sekolah
"Supir Niko masih belum datang, apa lebih baik kita jalan kaki pulang saja? Ini sudah jam 5 sore loh" Kata Andres
"Baiklah" Jawab Andrew
Andrew dan Andres pun berjalan kaki ke rumahnya
Lokasi : Rumah Andrew & Andres
Jam : 17:30
"Akhirnya sampai rumah juga!!" Kata Andres
"Tuan Andrew dan Tuan Andres sudah pulang? Kenapa Tuan pulang dengan jalan kaki?" Tanya salah seorang pelayan
"Supir Niko tidak datang menjemput" Jawab Andres
"Dimana Anna?" Tanya Andrew
"Nona sedang di ruang tengah, Tuan" Jawab para pelayan
Andrew dan Andres pun pergi ke ruang tengah