
"Saat itu kau pingsan, lalu mereka membawamu ke rumah mereka"
"Oh, aku ingat. Kalian, kalian keluarga, Putra?"
"Iya! Kau ingat?"
"Iya! Kalian membantuku dan mengangkat ku menjadi anak kalian. Lalu kita pergi liburan ke puncak gunung, setelah itu aku tak mengigat apa apa"
"Setelah itu kau terjatuh dari bukit dan pingsan, lalu kau hilang ingatan"
"Oh...di mana Anna?"
"Kau...lupa ya?"
"Lupa apa?"
"Em...Anna kan, masih...memben-"
"Aku mengerti"
"Tidak apa apa, kau jangan sedih. Paman akan membantu kalian"
"Tuan Putra, kenapa anda ingin terus membantu kami...?"
"Kalian benar benar ingin tau?"
"Iya!"
"Sebenarnya, saya teman baik papa kalian dan juga sepupu jauhnya"
"Apa?!"
"Benarkah...?"
"Benar sekali, lihat foto ini"
"Itu..."
"Eh, itu siapa Drew?"
"Itu Papa kita, Dres"
"Oooo..."
"Eh, Kenapa Andres tidak tau wajah papanya sendiri?"
"Oh, sebenarnya dia terlahir buta hingga usia hampir 8 tahun dia baru bisa melihat"
"Oh, saat itu pantas saja dia tak tau wajah papa kalian. Karena mereka sudah meninggal?"
"I, iya. Oh ya, Andres, apa Anna tidak mencarimu?"
"Mungkin saja tidak"
"Sebentar ya, ada yang telepon"
\=Telpon On\=
"Ada apa?"
"Kau sedang di mana?!"
"Aku sedang di rumah sakit\-"
"Ada apa?! Aku akan segera ke sana!"
~tut tut tut~
"Kenapa dimatikan!"
"Ada apa, Andres?"
"Kak Anna, dia akan ke sini"
"Baguslah, mungkin dia sudah sadar dan tidak salah paham lagi"
"Baguslah jika begitu"
Andrew tersenyum kecil
Tiba tiba ada yang membuka pintu dengan kencang
"Andres! Kau tidak apa apa?!"
"Aku\-"
"Kau lagi!!! Dasar anak sialan! Sudah ku bilang menjauh dari Andres! Gara gara kau Andres masuk rumah sakit!!! Ayo kita pergi, Dres"
"Tapi Anna..."
"Kau mau aku coret namanya?!"
"Ba, baiklah"
"Maafkan aku, Drew" Ucap Andres dalam batin
Anna pun membawa Andres keluar dari ruang rawat Andrew
"Anna, dia...masih marah kepadaku" Ucap Andrew dalam batin
"Andrew, kamu jangan hiraukan kata katanya tadi, dia masih tidak sadar"
"Aku tau, aku...tidak apa apa kok"
Andrew menunjukkan senyum palsu
"Andrew yang malang..." Ucap Tuan Putra dalam batin
Beberapa hari kemudian, Andrew sudah diperbolehkan untuk keluar dari rumah sakit
"Andrew!"
"Ada apa?"
"Kau mau id lyne Andres? Aku ada"
"Apa idnya?"
"Dresburg_17258"
"Oke, terima kasih"
*CHAT LYNE* *ON*
Andrew : Halo
Andres : Ini siapa?
Andrew : Aku Andrew
Andres : Darimana kau dapat idku?
Andrew : Ada deh, oh ya, besok kau sekolah?
Andres : Iya, bagaimana denganmu?
Andrew : Aku pindah sekolah
Andres : Kenapa?
Andrew : Tidak apa apa
Andrew : Oh ya, Anna...bagaimana kabarnya?
Andres : Dia biasa saja, hanya agak sedikit galak dan kasar
Andrew : Oh ya? Kalau begitu aku off dulu ya
Andres : Baiklah, bye
Andrew : Bye
CHAT LYNE OFF
"Andrew, kalau dibilang dia sangat setia dan baik hati. Saat aku masih buta, dia yang selalu menemani dan menjagaku saat Kak Anna sedang sibuk. Dia bahkan rela terluka demi melindungiku. Betapa beruntungnya aku diberi seorang kakak seperti Andrew"
"Andrew, semoga kau bahagia dengan keluarga barumu"
"Aku tidak bisa membantumu untuk kembali ke rumah ini lagi, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu"