Drew & Dres

Drew & Dres
EPISODE 20



"Masa?"


"Iya, lagian aku ada bawa sesuatu"


"Apa itu??"


"Ini!"


"Wah! Anak kucing! Imut sekali!"


"Hahaha! Kitty! Kesini!"


"Miaww"


"Ada apa kalian menatapku begitu?"


"Tak ada apa apa"


"Sudahlah, aku pulang dulu"


"Kemana? Kau kan tinggal di rumahku?"


"Aku sudah beli villa untuk diriku sendiri"


"Baiklah"


Andrew pun pergi meninggalkan mereka


"Sejak kapan dia beli villa?"


"Oh ya, ngomong ngomong kelihatannya Andrew sangat sayang kepada kucing ya?'


"Iya, dulu orangtua kami tidak mengizinkan dia untuk memelihara binatang apapun. Dia selalu curhat kepadaku. Dia pernah memelihara beberapa kucing secara diam diam lalu ketahuan oleh orangtua kami dan mereka menghukumnya. Dulu Andrew sangat nakal loh! Dia pernah sengaja membuat pot kesayangan teman papa pecah dan tak ingin meminta maaf!"


"Wah, kenapa sekarang dia jadi begini?"


"Tak tau"


"Dres, Andrew punya penyakit ya?"


"Tak, hanya trauma masa lalunya. Kata Kak Anna, dulu dia dan papa diculik dan papa dibunuh dan disiksa di depan mata Andrew yang saat itu mungkin baru berumur 4 tahun lebih. Penjaga kami telat datang untuk menyelamatkan mereka berdua. Dan sejak kematian papa, mungkin hanya mama lah yang bisa membuatnya senyum dan kembali ceria. Tapi beberapa waktu kemudian, mama menghilang secara tiba tiba. Banyak orang yang bilang bahwa mama mati dibunuh dan dibawa oleh penjahat saat jalan menuju sekolah Andrew untuk menjemput Andrew"


"Jadi...dia sangat merasa bersalah?"


"Iya, dia selalu merasa bahwa dialah yang menyebabkan orangtua kami meninggal"


"Sangat sedih ya nasib Andrew..."


"Iya, walau begitu dia tetap menjagaku saat aku masih buta. Oh ya dan Andrew juga sangat sering diculik oleh orang orang tetapi dia sangat pintar dan meloloskan diri dari penjahat itu"


Di tempat lain...


"Huh, lelah sekali"


"Lebih baik aku membersihkan diri dulu"


Beberapa menit kemudian


"Huh, sangat sulit untuk menghilangkan bekas bekas sentuhan wanita itu"


"Sudahlah, lagipun ini bukan pertama kalinya aku diculik"


Andrew pun tertidur di kasurnya


"Argh! Akh..."


"Papa! Hei orang jahat! Lepaskan papaku!"


"Lepaskan? Hei bocah! Aku bisa melepaskannya"


"Benarkah?"


"Tapi belum tentu aku melepaskannya dalam kondisi hidup hidup, hehe! Aku akan membunuhnya terlebih dahulu!"


Penjahat itu pun menjatuhkan sang ayah dengan keras dan menusuknya dengan pisau


"Heh! Dasar lemah! Baru begini saja sudah mati! Selamat tinggal bocah, selamat menikmati wajah mayat ayahmu!"


Penjahat itu kemudian pergi meninggalkan ruangan itu


"Papa..."


"Papa!!! Bangun!"


Tiba tiba ada yang menobrak pintu ruangan tersebut


"Tuan!"


"Tuan besar! Dia sudah tidak bernafas lagi..."


"Papa..."


Mimpi Off...


"Kejadian saat itu...gara gara aku..."


"Gara gara aku...gara gara aku..."


"Arghh....akhhh...gara gara aku...!"


"Obat...obat..."


Andrew pun memakan obat penenang


"Ah...sampai kapan aku harus begini...?"


"Anak muda, ada apa?"


"Paman...tidak apa apa"


"Anak muda, jangan berbohong. Tadi ku dengar kau teriak teriak, ada apa sebenarnya? Cerita saja kepadaku"


"Tidak bisa, ini urusan keluargaku"


"Baiklah, ini makananmu"


"Terima kasih"


"Paman pergi dulu, sampai jumpa"


"Ya"


Paman pun berjalan keluar dari villa baru Andrew


"Besok aku harus sekolah lagi ya...sudah dua minggu aku bolos sekolah"


Keesokkan harinya


"Baiklah anak anak, hari ini kita akan ujian matematika, tutup buku kalian, hanya boleh sisakan pensil dan penghapus di meja belajar kalian" (Bahasa Inggris)


"Andrew tak datang dua Minggu, apa dia bisa mengerjakan soalnya?" (batin Regina)


Satu Minggu kemudian


"Ayo lihat siapa yang nomor satu!" (Bahasa Inggris)


"Aku nomor berapa?" (Bahasa Inggris)


"Permisi...permisi..." (Bahasa Inggris)


"Aku tidak lulus ya...Andrew bagaimana?" (batin Regina)


"Dia lulus! Nomor satu lagi!" (batin Regina)


"Aku akan memberitahunya!"